sumber foto : freepik
Susu adalah minuman yang sering disebut sebagai paket lengkap gizi. Di dalamnya terkandung berbagai nutrisi penting seperti kalsium, fosfor, zinc, vitamin A, D, B12, dan lainnya yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Mulai dari memperkuat tulang dan gigi, menjaga tekanan darah tetap stabil, hingga membantu menetralisir racun dan mengurangi risiko kanker kolon.
Namun, siapa sangka bahwa susu yang begitu bernutrisi ternyata tidak cocok jika dipadukan dengan beberapa jenis makanan. Alih-alih menyehatkan, menggabungkannya secara sembarangan justru bisa memicu gangguan pencernaan seperti perut kembung, mual, hingga rasa tidak nyaman di perut.
Berdasarkan ulasan dari situs Slurrp (25 Maret 2025), berikut ini adalah lima makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu. Kombinasi ini, menurut penelitian, bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam sistem cerna tubuh.
🟠 1. Jeruk & Buah Citrus
Buah-buahan asam seperti jeruk, lemon, atau grapefruit memang menyegarkan, tapi hati-hati saat dikonsumsi bersama susu.
Alasan utamanya adalah tingginya kandungan asam pada buah citrus. Ketika zat asam ini bercampur dengan protein dari susu, protein akan menggumpal, memicu reaksi kimia yang memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, bisa timbul rasa kembung, begah, bahkan mual.
Jika tetap ingin menikmati keduanya, sebaiknya beri jeda konsumsi minimal dua jam antara buah citrus dan susu.
🐟 2. Ikan
Kombinasi ikan dan susu sering diperdebatkan, terutama dalam dunia pengobatan tradisional seperti Ayurveda. Di sana, dua bahan ini disebut memiliki “energi berlawanan”: susu bersifat mendinginkan, sedangkan ikan bersifat menghangatkan.
Bila keduanya dikonsumsi bersama, tubuh bisa mengalami konflik internal energi, yang disebut-sebut bisa menyebabkan produksi racun dalam tubuh. Meski belum banyak dibuktikan dalam dunia medis modern, banyak kasus menunjukkan kombinasi ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, mual, hingga reaksi alergi pada beberapa orang.
🍌 3. Pisang
Susu dan pisang sering dijadikan smoothie atau milkshake. Tapi tahukah kamu kalau secara nutrisi dan pengaruh ke sistem pencernaan, kombinasi ini tidak disarankan?
Menurut jurnal Ayurveda and Integrative Medicine (2021), kombinasi ini disebut sebagai Viruddhahara — makanan yang secara prinsip berseberangan dan tidak serasi.
Keduanya memang lezat dan bernutrisi, tetapi menggabungkan pisang (sekitar 105 kalori per buah) dan susu (sekitar 150 kalori per 250 ml) bisa memicu lonjakan kalori yang berlebihan. Hal ini tentu berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi terlalu sering.
Selain itu, menurut Food Combining NDTV, kandungan asam dan manis dari keduanya bisa mengacaukan sistem pencernaan serta memicu alergi atau sinusitis pada sebagian orang.
🌶️ 4. Makanan Pedas
Siapa yang tak suka makanan pedas? Namun, makanan pedas sebaiknya tidak dikombinasikan langsung dengan susu.
Makanan dengan kandungan cabai dan rempah tinggi dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Jika dikonsumsi bersamaan dengan susu, risiko refluks asam meningkat, dan proses pencernaan menjadi kacau.
Gejala seperti rasa panas di dada (heartburn), perut begah, atau mual bisa timbul akibat kombinasi ini.
🍖 5. Daging Merah
Mengonsumsi daging dan susu secara bersamaan bisa menyebabkan “perang protein” dalam perut.
Daging merah kaya akan protein kompleks dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Sementara itu, susu juga merupakan sumber protein tinggi, tetapi dengan struktur berbeda. Ketika keduanya dikonsumsi bersama, proses pencernaan menjadi berat, menyebabkan perut terasa penuh, muncul gas, hingga potensi kembung.
Kalau ingin tetap mengonsumsi sumber protein dengan susu, pilihlah yang lebih ringan seperti lentil atau kacang-kacangan rendah lemak.
