Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/KucherAV)
Buletinmedia.com – Masih banyak orang yang menganggap vegetarian dan vegan merupakan pola makan yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan cukup mendasar, terutama terkait jenis makanan dan produk yang dikonsumsi sehari-hari. Perbedaan vegetarian dan vegan juga tidak hanya soal makanan, tetapi sudah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Tren pola makan berbasis nabati atau plant based terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang mulai beralih mengurangi konsumsi daging demi alasan kesehatan, lingkungan, hingga kepedulian terhadap hewan. Namun di tengah tren tersebut, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara vegetarian dan vegan.
Co-Founder Jakarta Vegetarian Community, Vyvy Kecesy, menjelaskan bahwa vegetarian dan vegan memang sama-sama menghindari konsumsi daging hewani. Meski begitu, ada perbedaan besar terkait produk turunan hewani yang masih boleh dikonsumsi.
“Jadi sebenarnya dua pola makan ini sama-sama menghindari produk dari hewani. Bedanya, kalau vegetarian itu untuk produk turunan hewani masih bisa dikonsumsi,” kata Vyvy Kecesy dikutip dari Kompas.com.
Apa Itu Vegetarian?
Vegetarian adalah pola makan yang tidak mengonsumsi daging hewan seperti sapi, ayam, kambing, maupun ikan. Namun kelompok vegetarian masih memperbolehkan konsumsi produk turunan hewani tertentu.
Artinya, seorang vegetarian masih bisa menikmati telur, susu, keju, yoghurt, madu, dan berbagai produk olahan berbahan dasar hewani lainnya selama tidak mengandung daging.
Jenis vegetarian sendiri cukup beragam. Ada yang masih mengonsumsi telur dan susu, ada pula yang hanya mengonsumsi salah satunya.
Beberapa jenis vegetarian yang paling dikenal antara lain:
- Lacto Vegetarian
Kelompok ini tidak mengonsumsi daging dan telur, tetapi masih mengonsumsi susu dan produk olahannya seperti keju dan yoghurt.
- Ovo Vegetarian
Jenis vegetarian ini masih mengonsumsi telur, tetapi tidak mengonsumsi susu maupun daging.
- Lacto-Ovo Vegetarian
Ini merupakan jenis vegetarian paling umum. Mereka tidak makan daging, tetapi masih mengonsumsi telur dan susu.
- Pescatarian
Meski sering dikaitkan dengan vegetarian, pescatarian sebenarnya masih mengonsumsi ikan dan makanan laut, tetapi menghindari daging merah dan unggas.
Banyak orang memilih menjadi vegetarian karena alasan kesehatan. Pola makan berbasis sayuran dipercaya membantu menjaga berat badan, menurunkan kolesterol, hingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Selain itu, ada pula yang menjalani vegetarian karena alasan agama, budaya, atau kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.
Apa Itu Vegan?
Berbeda dengan vegetarian, vegan memiliki aturan yang jauh lebih ketat. Vegan tidak hanya menghindari daging hewani, tetapi juga seluruh produk turunan hewan.
Seorang vegan tidak mengonsumsi telur, susu, keju, mentega, madu, es krim berbahan susu, hingga makanan yang menggunakan bahan hewani dalam proses pembuatannya.
“Jadi mereka produk turunannya seperti telur, susu, dan misalnya kalau kita makan es krim ada kandungan dairy-nya, juga tidak dikonsumsi oleh vegan,” jelas Vyvy Kecesy.
Bahkan bagi sebagian vegan, prinsip tersebut juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di luar makanan. Mereka menghindari penggunaan produk berbahan kulit hewan, bulu hewan, kosmetik yang diuji pada hewan, hingga produk lain yang dianggap melibatkan eksploitasi hewan.
Karena itu, vegan sering dianggap bukan hanya pola makan, melainkan gaya hidup.
Makanan Vegetarian dan Vegan Kini Semakin Beragam
Salah satu anggapan yang masih sering muncul adalah vegetarian dan vegan hanya makan sayur atau makanan berbahan tepung. Padahal saat ini pilihan makanan berbasis nabati sudah berkembang sangat pesat.
Industri makanan kini menghadirkan berbagai alternatif pengganti daging dan susu yang dibuat dari bahan nabati. Bahkan banyak produk vegan memiliki rasa dan tekstur yang sangat mirip dengan makanan berbahan hewani.
Mulai dari susu almond, susu oat, susu kedelai, hingga daging nabati kini semakin mudah ditemukan di restoran, supermarket, maupun kafe.
Menurut Vyvy, perkembangan makanan vegan dan vegetarian tidak lepas dari kreativitas pelaku usaha dan industri makanan.
“Jadi sebenarnya daging nabati itu hasil kreativitas dari industri dan pelaku UMKM vegetarian yang mencoba mencari tekstur menyerupai daging,” ujarnya.
Bahan yang paling sering digunakan sebagai pengganti daging antara lain jamur, kedelai, tahu, tempe, hingga protein nabati lainnya.
Tekstur dan rasa makanan tersebut bahkan dibuat menyerupai ayam, sapi, atau olahan daging lainnya sehingga tetap bisa dinikmati oleh orang yang sedang mengurangi konsumsi hewani.
Daging Nabati Semakin Populer
Dalam beberapa tahun terakhir, tren daging nabati atau plant based meat semakin populer di dunia, termasuk Indonesia.
Produk ini dibuat dari bahan tumbuhan seperti kedelai, kacang polong, jamur, dan gandum yang diolah sedemikian rupa agar memiliki rasa serta tekstur mirip daging asli.
Banyak restoran dan pelaku usaha kuliner mulai menyediakan menu berbasis nabati karena permintaan masyarakat yang meningkat.
Bahkan saat ini sudah banyak burger vegan, sate vegan, rendang vegan, hingga bakso vegan yang dijual di pasaran.
Menurut pelaku industri makanan sehat, meningkatnya minat terhadap makanan nabati dipengaruhi kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat dan isu lingkungan.
Produksi daging hewani dinilai menghasilkan emisi karbon lebih tinggi dibandingkan makanan berbasis tumbuhan. Karena itu, sebagian orang mulai beralih ke pola makan nabati untuk mengurangi dampak lingkungan.
Apakah Vegetarian dan Vegan Lebih Sehat?
Pola makan vegetarian dan vegan memang sering dikaitkan dengan gaya hidup sehat. Namun tetap ada hal yang perlu diperhatikan agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.
Karena tidak mengonsumsi daging, beberapa nutrisi seperti protein, zat besi, vitamin B12, omega-3, dan kalsium perlu diperhatikan dengan baik.
Vegetarian biasanya masih lebih mudah memenuhi kebutuhan nutrisi karena masih mengonsumsi telur dan susu. Sementara vegan harus mencari sumber nutrisi dari makanan nabati atau suplemen tambahan.
Meski demikian, jika dijalani dengan benar, pola makan vegetarian maupun vegan dapat memberikan banyak manfaat kesehatan.
Beberapa penelitian menunjukkan pola makan berbasis tumbuhan dapat membantu:
- Menurunkan risiko penyakit jantung
- Mengontrol tekanan darah
- Menurunkan kadar kolesterol
- Menjaga berat badan ideal
- Mengurangi risiko diabetes tipe 2
- Membantu kesehatan pencernaan
Namun ahli gizi mengingatkan bahwa tidak semua makanan vegan otomatis sehat. Banyak makanan olahan vegan yang tetap mengandung gula, garam, dan lemak tinggi.
Karena itu, penting untuk tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi dan pola makan sehari-hari.
Tren Vegetarian dan Vegan di Indonesia Terus Meningkat
Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pola makan sehat terus meningkat. Hal itu terlihat dari semakin banyak restoran vegetarian dan vegan yang bermunculan di berbagai kota besar.
Bukan hanya komunitas tertentu, kini pola makan berbasis nabati mulai diminati anak muda hingga pekerja kantoran.
Media sosial juga ikut mendorong popularitas makanan vegan dan vegetarian. Banyak kreator konten membagikan resep sehat berbasis tumbuhan yang menarik dan mudah dibuat.
Selain itu, festival makanan vegan dan komunitas vegetarian kini semakin sering digelar di Indonesia.
Hal tersebut membuktikan bahwa pola makan vegetarian dan vegan bukan lagi sekadar tren sementara, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup modern.
Jangan Lagi Salah Mengartikan Vegetarian dan Vegan
Meski sama-sama mengurangi konsumsi produk hewani, vegetarian dan vegan memiliki aturan yang berbeda.
Vegetarian masih memperbolehkan konsumsi produk turunan hewani seperti telur dan susu, sedangkan vegan benar-benar menghindari seluruh produk yang berasal dari hewan.
Perbedaan tersebut penting dipahami agar masyarakat tidak lagi salah mengartikan kedua istilah tersebut.
Kini pilihan makanan vegetarian dan vegan juga semakin beragam dan mudah ditemukan. Bahkan banyak makanan berbasis nabati yang memiliki rasa lezat serta tekstur menyerupai daging asli.
Dengan semakin berkembangnya industri makanan sehat, pola makan vegetarian dan vegan diperkirakan akan terus populer di masa mendatang, terutama di kalangan masyarakat yang mulai peduli terhadap kesehatan dan lingkungan.
Sumber : www.kompas.com
