Ilustrasi cara lembutkan daging dengan baking soda, Foto: Pixabay/miriangil
Buletinmedia.com – Daging sapi menjadi salah satu bahan masakan favorit banyak orang karena dapat diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari tumisan, sate, hingga hidangan berkuah. Namun, banyak orang sering menghadapi masalah yang sama saat memasak daging sapi, yaitu teksturnya yang keras dan alot setelah dimasak.
Biasanya, untuk mendapatkan daging sapi yang empuk, orang harus merebusnya dalam waktu lama bahkan menggunakan panci presto. Proses tersebut tentu membutuhkan waktu lebih banyak dan tidak praktis, terutama ketika ingin memasak cepat untuk makan malam.
Ternyata ada cara sederhana yang dapat membuat daging sapi menjadi lebih empuk hanya dalam hitungan menit tanpa perlu direbus berjam-jam. Rahasia tersebut adalah menggunakan baking soda atau natrium bikarbonat.
Bahan dapur yang selama ini dikenal untuk membuat kue mengembang ternyata juga sering digunakan dalam dunia kuliner profesional untuk mengempukkan daging sapi.
Teknik ini dikenal cukup populer di restoran Chinese food dan sering dipakai untuk menu tumisan atau stir-fry. Hasilnya, daging menjadi lebih lembut, juicy, dan tidak keras saat dimasak dengan api besar dalam waktu singkat.
Metode mengempukkan daging menggunakan baking soda juga dikenal dengan istilah velveting. Teknik tersebut sudah lama digunakan oleh banyak koki untuk mempertahankan kelembutan tekstur daging saat dimasak cepat.
Menurut berbagai referensi kuliner, baking soda bekerja dengan cara mengubah tingkat keasaman atau pH pada permukaan daging.
Ketika baking soda yang bersifat basa menempel pada daging, pH daging akan meningkat sehingga serat protein menjadi lebih rileks dan tidak terlalu rapat.
Proses inilah yang membuat daging menjadi lebih empuk. Selain itu, air di dalam daging juga lebih mudah terperangkap sehingga teksturnya tetap juicy ketika dimasak.
Karena serat daging tidak mengencang saat terkena panas, hasil akhir masakan menjadi lebih lembut dan tidak alot.
Teknik ini sangat cocok digunakan untuk menu tumisan cepat yang biasanya dimasak hanya beberapa menit di atas api besar.
Banyak orang mengira mengempukkan daging harus menggunakan bahan mahal atau teknik rumit. Padahal, baking soda yang mudah ditemukan di dapur ternyata bisa menjadi solusi praktis.
Selain murah, cara ini juga tergolong cepat karena hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
Metode ini paling cocok digunakan untuk daging sapi ekonomis atau bagian daging yang cenderung keras.
Beberapa jenis potongan daging yang cocok menggunakan teknik baking soda antara lain bagian gandik, flank steak, sengkel, atau daging sapi giling.
Sementara untuk potongan premium seperti tenderloin atau ribeye, penggunaan baking soda sebenarnya tidak terlalu diperlukan karena tekstur aslinya sudah empuk.
Cara menggunakan baking soda untuk mengempukkan daging juga cukup mudah dan bisa dilakukan siapa saja di rumah.
Ada dua metode yang biasa digunakan, yaitu metode kering dan metode basah.
Namun metode kering menjadi cara yang paling praktis untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Langkah pertama adalah memotong daging sapi tipis-tipis sesuai kebutuhan masakan.
Potongan tipis akan membuat baking soda bekerja lebih cepat dan merata pada seluruh permukaan daging.
Setelah itu, taburkan baking soda secukupnya ke seluruh bagian daging.
Takaran yang dianjurkan biasanya sekitar satu sendok teh baking soda untuk 450 gram daging sapi.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk membantu melunakkan tekstur daging tanpa memengaruhi rasa aslinya.
Setelah baking soda ditaburkan, aduk atau remas perlahan hingga seluruh permukaan daging terkena baking soda secara merata.
Tahap berikutnya adalah mendiamkan daging selama kurang lebih 15 hingga 20 menit.
Waktu ini penting agar proses reaksi kimia berjalan dengan baik dan serat protein mulai melunak.
Namun daging tidak disarankan didiamkan terlalu lama karena teksturnya bisa menjadi terlalu lembek.
Langkah paling penting setelah proses perendaman adalah membilas daging hingga benar-benar bersih.
Banyak orang melewatkan tahap ini sehingga daging masih menyisakan rasa pahit atau getir dari baking soda.
Karena itu, daging harus dicuci di bawah air mengalir sampai tidak ada sisa baking soda yang menempel.
Setelah dicuci bersih, daging bisa dikeringkan menggunakan tisu dapur agar tidak terlalu basah saat dimasak.
Daging kemudian siap dibumbui dan dimasak sesuai selera.
Teknik baking soda ini sangat cocok untuk berbagai menu tumisan seperti sapi lada hitam, beef teriyaki, tumis bawang bombai, hingga isian kebab.
Karena daging sudah lebih empuk, proses memasak menjadi lebih cepat dan hasilnya tetap lembut.
Selain praktis, penggunaan baking soda juga membantu menjaga bentuk daging agar tidak menyusut berlebihan saat dimasak.
Biasanya, daging yang dimasak dengan api besar cenderung mengerut dan menjadi keras.
Namun dengan teknik velveting menggunakan baking soda, tekstur daging akan tetap lembut meski dimasak cepat.
Tidak heran jika teknik ini banyak dipakai di restoran Chinese food profesional.
Menu tumisan daging di restoran umumnya memiliki tekstur sangat lembut meski dimasak dalam waktu singkat.
Rahasia utamanya memang terletak pada proses persiapan daging sebelum dimasak.
Selain metode kering, ada juga metode basah menggunakan larutan air dan baking soda.
Pada metode ini, daging direndam dalam campuran air dan baking soda selama beberapa menit sebelum dibilas.
Namun untuk kebutuhan rumahan, metode kering dianggap lebih praktis dan mudah dilakukan.
Meski cukup efektif, penggunaan baking soda juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.
Jika terlalu banyak menggunakan baking soda, rasa asli daging bisa berubah dan teksturnya menjadi terlalu lunak.
Karena itu, penggunaan sesuai takaran sangat disarankan.
Selain itu, teknik ini lebih cocok untuk masakan cepat dibanding menu rebusan jangka panjang seperti rendang atau semur.
Untuk masakan berkuah yang dimasak lama, proses perebusan alami biasanya sudah cukup membuat daging menjadi empuk.
Sementara teknik baking soda lebih efektif untuk masakan yang membutuhkan waktu memasak singkat.
Banyak orang kini mulai mencoba trik ini karena dianggap hemat waktu dan mudah dipraktikkan.
Terutama bagi pekerja atau ibu rumah tangga yang ingin memasak cepat tanpa harus menunggu lama.
Selain baking soda, sebenarnya ada beberapa bahan lain yang juga dipercaya dapat membantu mengempukkan daging.
Misalnya nanas, pepaya, atau kiwi yang mengandung enzim alami pemecah protein.
Namun penggunaan buah terkadang dapat mengubah rasa daging jika tidak digunakan dengan tepat.
Berbeda dengan baking soda yang cenderung lebih netral dan praktis digunakan kapan saja.
Teknik ini juga cocok diterapkan saat ingin memasak dalam jumlah kecil maupun besar.
Dengan waktu persiapan singkat, daging sapi bisa langsung diolah menjadi berbagai hidangan favorit keluarga.
Saat ini, trik mengempukkan daging menggunakan baking soda juga banyak dibagikan di media sosial dan platform video memasak.
Banyak pengguna internet mengaku berhasil membuat daging murah menjadi terasa lebih lembut seperti daging restoran.
Karena itulah metode ini semakin populer di kalangan pecinta masakan rumahan.
Selain mudah, bahan yang dibutuhkan pun sangat sederhana dan hampir selalu tersedia di dapur.
Bagi yang sering gagal memasak daging empuk, trik ini bisa menjadi solusi praktis tanpa harus menggunakan alat khusus.
Dengan teknik yang tepat, daging sapi yang biasanya keras dapat berubah menjadi lebih lembut dan juicy hanya dalam waktu singkat.
Kini memasak tumis daging sapi tidak lagi membutuhkan waktu lama atau proses perebusan berjam-jam.
Cukup dengan baking soda dan teknik sederhana, siapa saja bisa membuat hidangan daging sapi empuk ala restoran di rumah sendiri.
Sumber : www.kompas.com
