Kapolri dan Ketua MPR Melepas Jenazah Sesepuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon untuk Dimakamkan (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Buntet Cirebon serta masyarakat Kabupaten Cirebon. Sesepuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, KH Adib Rofiuddin Izza, meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya. Kepergian ulama kharismatik tersebut meninggalkan duka mendalam bagi para santri, tokoh agama, hingga masyarakat yang selama ini mengenal sosoknya sebagai figur yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan Islam.
KH Adib Rofiuddin Izza mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mendapatkan perawatan intensif setelah kondisi kesehatannya menurun. Kabar wafatnya sesepuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon itu dengan cepat menyebar dan memunculkan gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan.
Prosesi pelepasan jenazah berlangsung khidmat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Sejumlah tokoh nasional tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf turut melepas keberangkatan jenazah menuju Kabupaten Cirebon.
Momen tersebut menjadi perhatian banyak pihak karena menunjukkan besarnya penghormatan yang diberikan kepada almarhum. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan KH Yahya Cholil Staquf bahkan ikut menandu keranda jenazah menuju mobil ambulans yang akan membawa almarhum pulang ke tanah kelahirannya.
Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah. Doa-doa dipanjatkan oleh para pelayat yang hadir, sementara keluarga dan kerabat tampak berusaha tegar mengiringi perjalanan terakhir almarhum. Kehadiran sejumlah tokoh nasional tersebut juga menjadi bukti kedekatan serta penghormatan terhadap sosok KH Adib Rofiuddin Izza yang selama hidupnya dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan.
Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon, mobil ambulans yang membawa jenazah tiba di lingkungan Pondok Pesantren Buntet yang berlokasi di Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Kedatangan jenazah langsung disambut ribuan santri, alumni, tokoh masyarakat, dan warga sekitar yang telah menunggu sejak pagi.
Tangis haru pecah saat mobil ambulans memasuki area pondok pesantren. Ribuan santri yang berjejer di sepanjang jalan tampak melantunkan doa dan bacaan tahlil sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi panutan mereka. Suasana duka begitu terasa ketika keranda jenazah diturunkan dari ambulans dan dibawa menuju rumah duka.
Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Buntet Cirebon, kepergian KH Adib Rofiuddin Izza merupakan kehilangan besar. Almarhum dikenal sebagai tokoh yang memiliki kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan Islam serta pembinaan generasi muda di lingkungan pesantren. Selama bertahun-tahun, almarhum turut membimbing para santri dan memberikan pemikiran yang berpengaruh dalam perkembangan pondok pesantren tersebut.
Adik almarhum, Kiai Aris Ni’matullah, menjelaskan bahwa sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan KH Adib Rofiuddin Izza sempat menurun secara tiba-tiba. Menurutnya, almarhum sempat pingsan sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis.
Kiai Aris Ni’matullah mengungkapkan bahwa almarhum awalnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah itu, almarhum dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk menjalani penanganan lebih lanjut. Karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan khusus, almarhum kemudian dirujuk kembali ke Jakarta.
Meski telah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis, kondisi kesehatan KH Adib Rofiuddin Izza terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kabar tersebut segera menyebar dan membuat banyak pihak merasa kehilangan atas wafatnya salah satu tokoh penting di lingkungan Pondok Pesantren Buntet Cirebon.
Pondok Pesantren Buntet sendiri merupakan salah satu pesantren tertua dan berpengaruh di Indonesia. Pesantren yang berdiri sejak ratusan tahun lalu tersebut telah melahirkan banyak tokoh agama, ulama, akademisi, hingga pemimpin masyarakat yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Sebagai salah satu sesepuh pesantren, KH Adib Rofiuddin Izza memiliki peran besar dalam menjaga tradisi keilmuan Islam yang berkembang di lingkungan Pondok Pesantren Buntet. Sosoknya dikenal dekat dengan para santri dan masyarakat. Sikap sederhana serta keteladanannya menjadikan almarhum dihormati oleh berbagai kalangan.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah kemudian dibawa menuju lokasi pemakaman yang berada di area sekitar Pondok Pesantren Buntet Cirebon. Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri ribuan pelayat yang datang dari berbagai daerah.
Lautan manusia tampak memadati area pesantren untuk mengikuti salat jenazah dan mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. Banyak di antara para pelayat yang mengaku sengaja datang dari luar daerah untuk memberikan penghormatan terakhir kepada KH Adib Rofiuddin Izza.
Sejumlah tokoh agama, pimpinan pesantren, pejabat daerah, serta masyarakat umum turut hadir dalam prosesi pemakaman tersebut. Mereka menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang jasa-jasa almarhum selama hidupnya.
Kepergian KH Adib Rofiuddin Izza meninggalkan jejak yang mendalam bagi dunia pendidikan Islam, khususnya di Kabupaten Cirebon. Banyak pihak berharap nilai-nilai keteladanan, dedikasi, serta perjuangan almarhum dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah Islam dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Meski telah berpulang, pemikiran dan pengabdian KH Adib Rofiuddin Izza diyakini akan terus dikenang oleh para santri dan masyarakat. Sosoknya akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Pondok Pesantren Buntet Cirebon yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam berpengaruh di Indonesia.
Wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza menjadi kehilangan besar bagi keluarga, para santri, alumni, dan masyarakat luas. Namun di balik duka yang mendalam, ribuan pelayat yang hadir menunjukkan betapa besar kecintaan dan penghormatan kepada ulama yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan kemajuan umat tersebut.
Dengan dimakamkannya KH Adib Rofiuddin Izza di lingkungan Pondok Pesantren Buntet Cirebon, keluarga besar pesantren berharap seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima oleh Allah SWT serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Doa-doa terus mengalir dari berbagai penjuru sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada salah satu tokoh penting yang telah memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat dan dunia pendidikan Islam di Indonesia.
