Durian Musang King (Foto : Pinterest)
Buletinmedia.com – Nama Durian Musang King kembali menjadi perbincangan publik internasional. Namun kali ini bukan karena harga mahal atau popularitasnya sebagai durian premium, melainkan karena masuk dalam daftar buah tropis dengan peringkat terburuk versi TasteAtlas tahun 2026.
Kabar tersebut langsung memicu reaksi beragam dari para pecinta durian di berbagai negara Asia. Banyak yang terkejut karena Musang King selama ini dikenal sebagai salah satu varietas durian paling mewah dan paling dicari di dunia.
Dalam daftar yang dirilis Taste Atlas, Musang King berada di posisi ke-10 dalam kategori 37 buah tropis dengan peringkat terburuk. Meski terdengar mengejutkan, daftar tersebut sebenarnya disusun berdasarkan sistem penilaian pengguna dan ulasan komunitas pecinta kuliner global.
Taste Atlas sendiri merupakan platform internasional yang sering merilis ranking makanan, minuman, hingga bahan pangan dari berbagai negara berdasarkan ulasan publik dan pengamat kuliner. Situs ini cukup populer karena kerap menghadirkan daftar makanan terbaik maupun terburuk dari seluruh dunia.
Masuknya Musang King dalam daftar tersebut langsung menjadi perdebatan hangat di media sosial. Sebagian netizen menganggap hasil ranking itu tidak masuk akal karena Musang King justru dianggap sebagai “raja durian” dengan kualitas premium.
Namun ada pula yang menilai posisi tersebut bisa dipahami karena durian memang termasuk buah dengan aroma dan rasa yang sangat kuat sehingga tidak semua orang menyukainya.
Durian sendiri dikenal sebagai buah yang memiliki karakter unik. Bagi pecintanya, durian dianggap sangat lezat dan memiliki rasa khas yang sulit ditandingi buah lain. Namun bagi sebagian orang, aroma menyengat durian justru dianggap terlalu tajam bahkan mengganggu.
Hal inilah yang kemungkinan besar membuat Musang King mendapatkan penilaian beragam dari pengguna Taste Atlas di seluruh dunia.
Meski masuk daftar buah tropis terburuk, popularitas Musang King hingga kini tetap sangat tinggi, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Tiongkok. Bahkan varietas durian ini sering dijual dengan harga jauh lebih mahal dibanding durian biasa.
Musang King dikenal berasal dari Malaysia dan banyak dibudidayakan di wilayah Pahang. Durian ini terkenal karena kualitas daging buahnya yang premium, tekstur lembut, serta perpaduan rasa manis dan pahit yang khas.
Dalam deskripsi Taste Atlas, Musang King disebut memiliki ukuran besar dengan kulit berduri tebal seperti durian pada umumnya. Varietas ini juga sudah dikenal sebagai Raja Durian selama lebih dari 200 tahun.
Meski begitu, popularitas global Musang King mulai meningkat pesat pada era 1980-an. Saat itu, varietas ini mulai mendapat pengakuan luas dan kemudian resmi terdaftar di lembaga penelitian pertanian Malaysia.
Kini Musang King tidak hanya populer di Malaysia, tetapi juga menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi ke berbagai negara Asia, terutama China dan Singapore.
Permintaan tinggi terhadap Musang King membuat buah ini sering dianggap sebagai simbol durian premium. Tidak sedikit restoran mewah hingga hotel berbintang yang menjadikan Musang King sebagai bahan utama menu dessert eksklusif.
Salah satu daya tarik utama Musang King adalah teksturnya yang sangat lembut seperti krim. Daging buahnya tebal dengan warna kuning keemasan yang menggoda.
Rasa Musang King juga terkenal kompleks. Perpaduan rasa manis legit dengan sedikit sentuhan pahit menciptakan sensasi unik yang sulit ditemukan pada varietas durian lain.
Banyak pecinta durian menyebut kombinasi rasa tersebut sebagai alasan utama mengapa Musang King dianggap spesial.
Selain itu, aroma Musang King juga sangat kuat dan khas. Bagi penggemar durian, aroma tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Namun bagi orang yang belum terbiasa, aroma itu bisa terasa terlalu tajam.
Perbedaan persepsi inilah yang membuat durian sering menjadi buah paling kontroversial di dunia.
Di Malaysia, Musang King bahkan memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Banyak kebun durian khusus Musang King dikembangkan karena permintaan pasar terus meningkat setiap tahun.
Musim panen Musang King biasanya dimulai sekitar bulan Mei, sementara puncak panen berlangsung antara Juni hingga Agustus.
Petani biasanya memanen buah dari pohon yang telah berusia 20 hingga 25 tahun karena dianggap menghasilkan kualitas terbaik.
Selain dimakan langsung, Musang King juga sering diolah menjadi berbagai produk makanan premium seperti es krim, pancake, cake, cookies, hingga minuman dessert modern.
Popularitas olahan Musang King membuat buah ini semakin dikenal luas di pasar internasional.
Meski Taste Atlas menempatkannya dalam daftar buah tropis terburuk, kenyataannya Musang King tetap menjadi salah satu durian paling mahal dan paling dicari.
Banyak penggemar durian bahkan menganggap ranking tersebut justru semakin membuat Musang King viral.
Di media sosial, sejumlah netizen menyebut daftar Taste Atlas tidak bisa dijadikan patokan mutlak karena penilaian makanan sangat bergantung pada selera masing-masing.
Sebagian pengguna internet juga membandingkan fenomena ini dengan makanan khas lain yang memiliki aroma kuat seperti keju biru atau fermentasi tertentu yang juga sering mendapat penilaian ekstrem.
Selain Musang King, daftar buah tropis terburuk versi Taste Atlas 2026 juga diisi sejumlah buah unik dari berbagai negara.
Posisi pertama ditempati Bael atau wood apple asal India. Kemudian diikuti Anona da Madeira dari Portugal.
Beberapa buah lain dalam daftar tersebut antara lain Matoke dari Uganda, Breadfruit, serta Mountain Papaya.
Ada pula Kapiak, Tamarillo, Pupunha, hingga Longan.
Menariknya, dalam daftar tersebut juga terdapat buah asal Indonesia yakni Pisang Raja yang berada di posisi ke-29 dari total 37 buah tropis.
Keberadaan pisang raja dalam daftar itu juga memicu perdebatan karena buah tersebut justru sangat populer di Indonesia dan sering digunakan dalam berbagai makanan tradisional.
Taste Atlas menjelaskan bahwa seluruh ranking dibuat berdasarkan rating pengguna dengan skala 1 hingga 5. Sistem mereka juga diklaim melakukan penyaringan untuk memastikan penilaian berasal dari audiens yang memahami makanan.
Meski demikian, hasil ranking seperti ini memang sering menimbulkan kontroversi karena selera makanan sangat dipengaruhi budaya dan kebiasaan masing-masing negara.
Di Asia Tenggara, durian terutama Musang King dianggap sebagai buah istimewa dengan nilai prestise tinggi. Namun bagi masyarakat di luar Asia, aroma tajam durian sering menjadi tantangan tersendiri.
Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan dan buah khas suatu daerah tidak selalu diterima sama di seluruh dunia.
Bagi para penggemar durian, masuknya Musang King dalam daftar buah tropis terburuk justru tidak mengurangi popularitasnya sedikit pun. Banyak yang tetap menganggap Musang King sebagai salah satu varietas durian terbaik yang pernah ada.
Sebaliknya, kontroversi tersebut malah membuat nama Musang King semakin ramai dibicarakan secara global.
Tidak sedikit pula yang penasaran dan ingin mencoba langsung durian premium tersebut setelah melihat viralnya daftar Taste Atlas.
Terlepas dari ranking yang dirilis, Musang King tetap menjadi ikon durian premium Asia yang memiliki penggemar fanatik di berbagai negara.
Dengan cita rasa khas, tekstur lembut, dan aroma kuat yang unik, Musang King tampaknya akan tetap mempertahankan statusnya sebagai salah satu durian paling terkenal di dunia.
Sumber : www.kompas.com
