Ribuan Calon Siswa Terancam Gagal Daftar Sekolah Maung Gara-Gara Sinkronisasi Data
Program pendaftaran Sekolah Maung di wilayah Cirebon mendadak menjadi perhatian publik setelah banyak orang tua siswa mengeluhkan lambatnya distribusi nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) dari sistem milik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Gangguan sinkronisasi data tersebut membuat ribuan calon peserta didik kesulitan menyelesaikan proses pendaftaran secara daring menjelang batas akhir pendaftaran.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur Sekolah Maung atau Manusia Unggul, suasana kepanikan mulai terasa di sejumlah sekolah. Banyak wali murid mengaku kebingungan karena nilai TKA anak mereka belum muncul di akun pendaftaran, padahal tahapan administrasi terus berjalan dan waktu pendaftaran semakin sempit.
Kendala utama terjadi karena sistem pendaftaran tidak memungkinkan peserta melakukan submit atau verifikasi akhir tanpa adanya nilai TKA yang sudah tersinkronisasi. Akibatnya, banyak siswa terpaksa menunggu tanpa kepastian meski seluruh dokumen lain telah siap diunggah.
Situasi semakin rumit karena sebagian besar orang tua tidak memiliki akses mandiri untuk mengecek hasil TKA. Seluruh informasi hanya dapat diakses melalui sekolah asal masing-masing, sehingga banyak wali murid harus bolak-balik meminta kepastian kepada pihak sekolah.
Hingga Rabu, 27 Mei 2026, sejumlah SMP di Kota Cirebon dilaporkan masih belum menerima hasil nilai TKA secara penuh dari server provinsi. Kondisi ini membuat banyak siswa belum bisa melanjutkan proses administrasi pendaftaran Sekolah Maung, terutama pada jalur prestasi akademik yang sangat bergantung pada hasil nilai tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Cirebon, Deddy Setiawan SPd, menjelaskan bahwa distribusi nilai memang dilakukan langsung oleh pihak provinsi secara bertahap ke akun peserta masing-masing. Menurutnya, sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mempercepat proses sinkronisasi karena seluruh sistem dikendalikan pusat teknologi informasi tingkat provinsi.
Akibat kondisi itu, operator sekolah hanya bisa membantu proses verifikasi dokumen tanpa mampu memastikan kapan nilai TKA akan muncul di akun peserta. Banyak sekolah pun kesulitan memberikan kepastian kepada siswa dan orang tua karena pengiriman data dilakukan secara bertahap.
Keluhan datang dari berbagai wali murid. Salah satunya Novie yang mengaku frustrasi karena tidak bisa mengecek hasil TKA anaknya secara mandiri. Ia menyebut seluruh proses harus melalui sekolah dan hal itu sangat menghambat pendaftaran.
Keluhan serupa juga disampaikan Dessi, wali murid dari salah satu SMP swasta di Kota Cirebon. Ia mengatakan pihak sekolah menginformasikan hasil TKA kemungkinan baru diterima pada Jumat, 29 Mei 2026, bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran Sekolah Maung. Kondisi tersebut membuat banyak orang tua khawatir anak mereka kehilangan kesempatan hanya karena masalah teknis sistem.
Di tengah masalah sinkronisasi data, masyarakat juga dihadapkan pada pembatasan jam operasional server pendaftaran. Pada Rabu, layanan hanya dibuka mulai pukul 12.00 WIB hingga 21.00 WIB karena penyesuaian menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pembatasan ini dinilai makin menambah tekanan bagi peserta yang sedang berpacu dengan waktu.
Banyak calon siswa bahkan harus antre meminta bantuan operator sekolah karena tidak semua memahami proses unggah dokumen dan verifikasi akun secara online. Kondisi ini memperlihatkan bahwa transformasi sistem digital pendidikan masih menghadapi tantangan besar, baik dari sisi infrastruktur maupun literasi teknologi masyarakat.
Meski demikian, pihak sekolah mengingatkan bahwa peserta yang tidak lolos jalur Sekolah Maung masih tetap memiliki kesempatan mengikuti SPMB reguler Jawa Barat. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Palimanan, Rohullah Ali, menegaskan bahwa pendaftaran Sekolah Maung tidak menghapus hak siswa untuk mengikuti jalur reguler.
Program Sekolah Maung sendiri merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menciptakan sekolah dengan kualitas sumber daya manusia unggul dan pembinaan akademik lebih kompetitif. Di wilayah Cirebon, beberapa sekolah pelaksana program ini antara lain SMAN 2 Cirebon, SMAN 1 Palimanan, serta SMKN 1 Mundu.
Dengan batas akhir pendaftaran yang semakin dekat, masyarakat kini berharap sinkronisasi data TKA segera selesai agar seluruh calon peserta didik mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengikuti seleksi Sekolah Maung tahun 2026.
