Bukit Toompea dengan kastel dan menara, serta gereja Russian Orthodox Alexander Nevsky Cathedral, dilihat dari menara gereja St. Olaf, Tallinn, Estonia(Shutterstock)
Buletinmedia.com – Bermimpi pindah dan menetap di luar negeri? Sebuah indeks relokasi global terbaru menempatkan dua negara tetangga Indonesia di posisi teratas sebagai tempat tinggal terbaik di dunia.
Estonia memang berada di posisi pertama, tetapi perhatian juga tertuju pada Singapura dan Malaysia yang masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga. Keduanya menjadi negara Asia Tenggara dengan posisi tertinggi dalam Rumavi Global Relocation Index 2026.
Dalam pemeringkatan tersebut, Estonia memperoleh skor 72,8 dan berada tipis di atas Singapura yang mencatat 72,6. Malaysia kemudian menyusul dengan skor 72,0. Portugal dan Taiwan melengkapi lima besar.
Pemeringkatan ini menarik karena tidak hanya melihat popularitas sebuah negara sebagai destinasi wisata. Rumavi mencoba menilai berbagai faktor yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seseorang yang ingin pindah dan menetap di negara lain.
Rumavi Global Relocation Index 2026 mencakup 192 negara dan wilayah dengan 24 metrik penilaian. Faktor yang digunakan mencakup kondisi finansial dan perpajakan, kualitas hidup serta kesehatan, keamanan dan stabilitas, hingga kemudahan untuk menetap dan memperoleh peluang.
Estonia Jadi Negara Terbaik untuk Relokasi
Estonia menjadi kejutan utama dalam daftar tahun ini. Negara kecil di kawasan Baltik tersebut berhasil menempati posisi pertama dalam kategori umum atau general ranking.
Estonia memperoleh skor 72,8, hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Singapura dengan 72,6. Selisih tersebut menunjukkan persaingan yang cukup ketat di papan atas.
Keunggulan Estonia tidak terlepas dari perkembangan layanan digital dan kemudahan yang ditawarkan kepada masyarakat maupun orang asing yang ingin menjalankan aktivitas bisnis.
Negara ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pemerintahan digital yang maju. Berbagai layanan administrasi dapat dilakukan secara daring, sehingga sejumlah urusan yang di negara lain membutuhkan proses panjang dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Salah satu program yang paling dikenal adalah e-Residency. Program tersebut memungkinkan orang dari berbagai negara memperoleh identitas digital untuk mengakses layanan bisnis Estonia tanpa harus menjadi warga negara Estonia.
Namun, perlu dipahami bahwa e-Residency bukan berarti seseorang otomatis memperoleh izin tinggal di Estonia. Program tersebut terutama berkaitan dengan akses terhadap layanan digital dan aktivitas bisnis.
Estonia juga memiliki Digital Nomad Visa yang dirancang bagi pekerja jarak jauh yang memenuhi persyaratan tertentu. Dalam indeks Rumavi, Estonia juga mendapatkan perhatian karena faktor seperti keamanan, layanan publik, infrastruktur, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan modern.
Singapura Berada di Posisi Kedua
Singapura menjadi negara Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi dalam Rumavi Global Relocation Index 2026.
Negara kota tersebut berada di posisi kedua dengan skor 72,6. Meski berada di bawah Estonia, Singapura memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik bagi pekerja profesional, pengusaha, maupun keluarga.
Salah satu kekuatan utama Singapura adalah lingkungan bisnis. Dalam penilaian Rumavi, Singapura menempati posisi pertama secara global dalam kategori entrepreneur dan tax-friendliness.
Stabilitas mata uang dan sistem perbankan juga menjadi salah satu faktor yang mendukung posisi Singapura. Negara ini memiliki infrastruktur digital yang kuat serta tingkat stabilitas politik yang tinggi.
Bagi pengusaha, berbagai keunggulan tersebut membuat Singapura tetap menjadi salah satu pusat bisnis penting di kawasan Asia.
Namun, bukan berarti Singapura unggul dalam semua aspek. Salah satu persoalan yang menjadi catatan adalah biaya tempat tinggal.
Rumavi mencatat aspek keterjangkauan hunian sebagai salah satu titik lemah Singapura. Bahkan, skor keterjangkauan hunian Singapura berada jauh di bawah sejumlah indikator lainnya.
Artinya, posisi tinggi Singapura dalam daftar bukan berarti negara tersebut menjadi pilihan termurah untuk ditinggali.
Bagi calon pendatang, biaya sewa rumah atau apartemen tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan sebelum mengambil keputusan untuk pindah.
Malaysia Menempati Posisi Ketiga
Negara tetangga Indonesia lainnya yang berhasil masuk tiga besar adalah Malaysia.
Malaysia memperoleh skor 72,0 dan berada di posisi ketiga secara global. Peringkat ini menjadikan Malaysia salah satu negara paling menarik bagi orang yang mempertimbangkan relokasi ke Asia.
Kedekatan geografis dengan Indonesia menjadi salah satu hal yang membuat Malaysia menarik bagi masyarakat Indonesia.
Selain jarak yang relatif dekat, terdapat pula sejumlah kesamaan budaya dan kuliner yang dapat membuat proses adaptasi terasa lebih mudah dibandingkan ketika pindah ke negara yang memiliki perbedaan budaya sangat jauh.
Malaysia juga memiliki sejumlah kota besar dengan fasilitas modern, seperti Kuala Lumpur, Penang, dan Johor Bahru.
Dalam konteks pekerja jarak jauh, Malaysia juga memiliki program DE Rantau Nomad Pass yang menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam indeks untuk kategori digital nomad.
Sementara itu, dalam kategori keluarga, Malaysia juga masih berada dalam posisi yang cukup baik. Rumavi menempatkannya di peringkat ketujuh untuk kategori families dengan skor 71,2.
Portugal Tetap Jadi Favorit Ekspatriat
Portugal menempati posisi keempat dalam daftar umum dengan skor 71,6.
Negara di Eropa bagian barat tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu tujuan favorit ekspatriat, terutama bagi mereka yang mencari kualitas hidup, iklim yang relatif nyaman, serta lingkungan yang mendukung kehidupan jangka panjang.
Portugal juga memiliki sejumlah jalur visa dan izin tinggal yang menarik bagi kelompok tertentu.
Dalam metodologi Rumavi, Portugal mendapatkan bonus untuk kategori pensiunan dan digital nomad karena memiliki program seperti D7 Passive Income Visa dan D8 Digital Nomad Visa.
Hal tersebut membuat Portugal tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga bagi orang yang ingin membangun kehidupan baru di luar negara asal.
Taiwan Masuk Lima Besar
Taiwan menempati posisi kelima dengan skor 71,4.
Negara tersebut menjadi salah satu kejutan lain dalam daftar karena berhasil mengungguli sejumlah negara Eropa yang selama ini dikenal sebagai destinasi favorit ekspatriat.
Taiwan memiliki sejumlah keunggulan dalam aspek kehidupan sehari-hari, teknologi, layanan kesehatan, serta infrastruktur.
Dalam kategori keluarga, Taiwan bahkan berada di posisi kedua dengan skor 72,4, hanya berada di bawah Estonia.
Hal ini menunjukkan bahwa peringkat sebuah negara dapat berubah cukup signifikan tergantung kebutuhan orang yang melakukan relokasi.
Seseorang yang mencari negara terbaik untuk keluarga belum tentu mendapatkan hasil yang sama dengan orang yang mencari negara terbaik untuk menjalankan bisnis.
Berikut 10 Negara Terbaik untuk Relokasi pada 2026
Berdasarkan general ranking Rumavi Global Relocation Index 2026, berikut daftar lengkap 10 besar negara terbaik untuk relokasi:
- Estonia – skor 72,8
- Singapura – skor 72,6
- Malaysia – skor 72,0
- Portugal – skor 71,6
- Taiwan – skor 71,4
- Lituania – skor 71,0
- Hong Kong – skor 71,0
- St. Kitts dan Nevis – skor 70,3
- Ceko – skor 69,9
- Malta – skor 69,8.
Daftar tersebut memperlihatkan persaingan yang cukup ketat. Selisih antara Estonia di posisi pertama dan Malta di posisi ke-10 hanya sekitar tiga poin.
Penilaian Tidak Hanya Berdasarkan Biaya Hidup
Salah satu hal menarik dari Rumavi Global Relocation Index adalah sistem penilaiannya tidak hanya berfokus pada biaya hidup.
Rumavi menggunakan 24 metrik yang dikelompokkan dalam empat pilar utama, yakni kondisi finansial dan pajak, kualitas hidup dan kesehatan, keamanan dan stabilitas, serta aspek menetap dan peluang.
Dengan demikian, negara yang memiliki biaya hidup murah belum tentu otomatis berada di posisi teratas.
Begitu pula negara dengan gaji tinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi semua orang.
Rumavi bahkan membuat enam kategori berbeda berdasarkan kebutuhan orang yang melakukan relokasi. Keenamnya adalah general, retirees, digital nomads, families, entrepreneurs, dan tax-friendly.
Pendekatan tersebut membuat seseorang dapat melihat negara berdasarkan tujuan masing-masing.
Seorang pensiunan tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan pengusaha. Begitu pula digital nomad yang membutuhkan koneksi internet, fleksibilitas visa, dan lingkungan kerja yang mendukung pekerjaan jarak jauh.
Dua Negara Tetangga Indonesia Punya Keunggulan Berbeda
Masuknya Singapura dan Malaysia ke tiga besar juga menunjukkan bahwa Asia Tenggara memiliki daya tarik yang semakin besar bagi orang yang ingin tinggal di luar negeri.
Singapura unggul dalam hal bisnis, perpajakan, stabilitas, serta infrastruktur. Namun, biaya hunian menjadi salah satu tantangan yang harus diperhitungkan.
Malaysia menawarkan kombinasi berbeda. Negara ini memiliki biaya hidup yang relatif lebih terjangkau dibandingkan Singapura serta kedekatan geografis dan budaya dengan Indonesia.
Kedua negara tersebut juga memiliki akses transportasi yang baik dan sejumlah kota dengan fasilitas modern.
Bagi masyarakat Indonesia yang mempertimbangkan pindah ke luar negeri, keduanya dapat menjadi pilihan yang menarik. Namun, keputusan untuk pindah tentu tidak cukup hanya berdasarkan peringkat sebuah indeks.
Peringkat Bukan Jaminan Semua Orang Akan Cocok
Rumavi sendiri menegaskan bahwa tidak ada satu indeks yang mampu menggambarkan seluruh pengalaman seseorang ketika pindah negara.
Kualitas hidup sangat subjektif. Apa yang dianggap penting oleh seorang pekerja profesional belum tentu menjadi prioritas bagi keluarga dengan anak.
Begitu pula dengan biaya hidup. Tinggal di ibu kota tentu memiliki struktur pengeluaran berbeda dibandingkan tinggal di kota kecil.
Karena itu, daftar negara terbaik untuk relokasi sebaiknya digunakan sebagai titik awal pencarian informasi, bukan sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.
Calon pendatang tetap perlu mengecek aturan visa, biaya hunian, pajak, kesempatan kerja, layanan kesehatan, pendidikan, keamanan, hingga aturan bagi warga asing.
Mengapa Daftar Ini Menarik bagi Orang Indonesia?
Masuknya Singapura dan Malaysia dalam dua posisi teratas setelah Estonia menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Indonesia.
Keduanya berada relatif dekat dari Indonesia sehingga akses untuk bepergian pulang juga lebih mudah dibandingkan negara-negara di Eropa atau Amerika.
Selain itu, Singapura dan Malaysia memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Indonesia. Banyak warga Indonesia yang sudah memiliki pengalaman bekerja, belajar, atau berbisnis di kedua negara tersebut.
Malaysia juga memiliki sejumlah kesamaan bahasa dan budaya yang dapat membantu proses adaptasi.
Sementara itu, Singapura menawarkan lingkungan kerja yang sangat kompetitif serta peluang bisnis yang besar. Konsekuensinya, biaya hidup, terutama hunian, perlu diperhitungkan secara matang.
Pada akhirnya, predikat sebagai salah satu tempat tinggal terbaik di dunia tidak berarti semua orang harus pindah ke negara tersebut.
Peringkat ini lebih menunjukkan bahwa Estonia, Singapura, dan Malaysia memiliki kombinasi faktor yang dinilai menarik untuk orang yang ingin membangun kehidupan di luar negara asal.
Bagi warga Indonesia yang sedang mencari pilihan negara untuk bekerja, berbisnis, pensiun, atau menjalani kehidupan sebagai pekerja jarak jauh, daftar ini bisa menjadi bahan pertimbangan awal.
Namun sebelum benar-benar mengemas barang dan pindah, tetap diperlukan riset yang lebih mendalam. Sebab, negara terbaik untuk tinggal pada akhirnya bukan hanya soal peringkat, melainkan negara yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemampuan finansial, pekerjaan, keluarga, serta rencana hidup masing-masing.
Sumber : www.cnnindonesia.com
