Rapper, penyanyi, penari, dan DJ asal AS, Benjamin Haggerty, yang dikenal sebagai Macklemore, tampil di Festival Rap Goldencoast di Corcelles-les-Monts, dekat Dijon, Prancis tengah-timur, pada 30 Agustus 2026. (AFP)
Buletinmedia.com – Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, mengambil langkah mengejutkan setelah dirinya dicoret dari jajaran penampil pendukung dalam tur Ed Sheeran. Musisi bernama asli Ben Haggerty itu memutuskan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih yang diperolehnya dari rangkaian Loop Tour untuk organisasi yang memberikan bantuan kepada rakyat Palestina.
Nilai pendapatan yang akan disumbangkan Macklemore mencapai USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar. Uang tersebut merupakan pendapatan bersih yang ia peroleh selama terlibat sebagai salah satu penampil pendukung dalam tur Ed Sheeran.
Macklemore mengumumkan rencana donasi tersebut pada 16 September 2026, beberapa hari setelah dirinya resmi tidak lagi menjadi bagian dari rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat. Ia mengatakan dana tersebut akan diberikan kepada enam organisasi yang selama ini bekerja untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina.
Enam organisasi yang disebut Macklemore adalah Palestine Children’s Relief Fund, Heal Palestine, Gaza Soup Kitchen, Medical Aid for Palestinians, UNRWA USA National Committee, dan Anera.
Keputusan Macklemore tersebut muncul di tengah kontroversi mengenai pencoretannya dari Loop Tour. Sebelumnya, ia menyuarakan dukungan untuk Palestina saat tampil di MetLife Stadium, New Jersey, pada awal September.
Dalam penampilannya, Macklemore menyerukan “Free Palestine” dan menyampaikan dukungan kepada masyarakat Palestina. Pernyataan itu kemudian memicu polemik hingga akhirnya ia tidak lagi tampil dalam sisa rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat.
Macklemore Donasikan Seluruh Pendapatan dari Tur Ed Sheeran
Macklemore mengatakan keputusan menyumbangkan USD 1 juta tersebut diambil agar perhatian publik tidak berhenti pada polemik mengenai dirinya.
Dalam pernyataannya, ia ingin pembicaraan kembali diarahkan kepada kondisi rakyat Palestina yang menurutnya masih menghadapi penderitaan.
Macklemore menyampaikan bahwa pendapatan bersihnya dari Loop Tour akan diberikan kepada enam organisasi yang bekerja langsung untuk membantu masyarakat Palestina.
“Di tengah segala peristiwa yang terjadi dalam 48 jam terakhir, saya ingin mengembalikan fokus pembicaraan ke hal yang paling utama,” kata Macklemore dalam pernyataannya.
Ia kemudian menyebut kondisi masyarakat Palestina yang menurutnya terus menghadapi kekerasan dan hidup dalam pendudukan militer.
Macklemore mengatakan seluruh pendapatan bersih sebesar USD 1 juta dari keterlibatannya dalam Loop Tour akan disalurkan kepada enam organisasi.
Langkah tersebut membuat kontroversi mengenai pencoretannya dari tur kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tidak hanya tertuju pada keputusan promotor dan venue, tetapi juga pada penggunaan pendapatan tur untuk kegiatan kemanusiaan.
Laporan mengenai donasi tersebut juga menyebut bahwa Macklemore mengajak Robert Kraft untuk memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama. Kraft merupakan pemilik New England Patriots sekaligus pemilik Gillette Stadium, salah satu venue yang masuk dalam rangkaian tur Ed Sheeran.
Macklemore menyampaikan tantangan tersebut meski keduanya memiliki pandangan berbeda mengenai kontroversi yang terjadi.
Ia mengatakan, perbedaan pendapat seharusnya tidak menghalangi kedua pihak untuk menyepakati pentingnya melindungi kehidupan warga sipil.
Enam Organisasi Jadi Tujuan Donasi Macklemore
Dana USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar itu tidak diberikan kepada satu organisasi saja.
Macklemore menyebut ada enam organisasi yang menjadi tujuan penyaluran pendapatan bersihnya dari Loop Tour.
Organisasi tersebut terdiri dari Palestine Children’s Relief Fund, Heal Palestine, Gaza Soup Kitchen, Medical Aid for Palestinians, UNRWA USA National Committee, dan Anera.
Keenam organisasi tersebut bergerak di bidang bantuan kemanusiaan dan dukungan terhadap masyarakat Palestina dengan berbagai program.
Keputusan Macklemore untuk membagi pendapatan tersebut kepada sejumlah organisasi membuat donasi ini menjadi salah satu bagian penting dari kontroversi yang muncul setelah pencoretannya dari tur.
Bagi Macklemore, isu Palestina bukan sesuatu yang ingin ia tinggalkan meskipun pernyataan yang ia sampaikan di atas panggung kemudian berdampak terhadap pekerjaannya dalam Loop Tour.
Ia bahkan menegaskan bahwa pencoretan dari tur tidak membuat dirinya mengubah sikap.
Macklemore mengatakan dirinya akan tetap menyuarakan dukungan kepada rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk memperoleh kebebasan.
“Saya akan terus mendukung rakyat Palestina dan perjuangan mereka demi pembebasan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar perhatian terhadap persoalan Palestina tidak hanya muncul ketika isu tersebut sedang ramai diberitakan.
Awal Mula Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran
Kontroversi ini bermula dari penampilan Macklemore dalam konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026.
Saat tampil sebagai penampil pendukung, Macklemore menyampaikan pernyataan mengenai Palestina. Ia berbicara mengenai masyarakat Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, kemudian menyerukan “Free Palestine”.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas dan memicu reaksi dari berbagai pihak.
Setelah itu, muncul tekanan agar Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian Loop Tour. Salah satu pihak yang kemudian secara terbuka menyatakan keberatan adalah Robert Kraft.
Kraft merupakan pemilik New England Patriots dan pihak yang memiliki keterkaitan dengan Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts.
Kraft mengatakan keputusan untuk tidak mengizinkan Macklemore tampil di Gillette Stadium berkaitan dengan pernyataan Macklemore serta apa yang ia sebut sebagai sejarah pernyataan dan penggunaan simbol yang dianggap menyinggung komunitas Yahudi.
Macklemore sendiri membantah tuduhan antisemitisme yang diarahkan kepadanya.
Di sisi lain, promotor tur, Messina Touring Group, menyampaikan bahwa sejumlah venue tidak bersedia menjadi tempat pertunjukan jika Macklemore tetap menjadi penampil pendukung.
Situasi tersebut akhirnya berujung pada pencoretan Macklemore dari sisa rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat. Reuters melaporkan bahwa Macklemore seharusnya masih tampil dalam sejumlah konser setelah pertunjukan di New Jersey sebelum akhirnya dikeluarkan dari daftar penampil.
Ed Sheeran Tegaskan Bukan Dirinya yang Mencoret Macklemore
Setelah kabar mengenai pencoretan Macklemore semakin ramai, Ed Sheeran memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut.
Sheeran mengatakan dirinya tidak mengambil keputusan untuk mencoret Macklemore dari tur.
Menurut Sheeran, keputusan tersebut dibuat oleh promotor setelah sejumlah pemilik venue menyatakan keberatan terhadap kehadiran Macklemore.
Sheeran mengaku telah berusaha melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak yang terlibat. Namun, pada akhirnya keputusan berada di tangan venue dan promotor.
Penyanyi asal Inggris tersebut juga mengatakan dirinya tidak ingin menjadikan tur musik sebagai tempat untuk memperdebatkan pandangan politik.
Sheeran menyatakan bahwa dirinya merasa prihatin terhadap konflik Israel dan Palestina serta penderitaan yang dialami masyarakat di kawasan tersebut. Namun, ia memilih untuk tidak menyampaikan pandangan politik secara terbuka dalam konteks tur musiknya.
Penjelasan itu kemudian menjadi bagian lain dari kontroversi.
Macklemore memiliki pandangan berbeda dan memilih tetap menyampaikan dukungan secara terbuka kepada Palestina. Sementara Sheeran mengatakan dirinya tidak terlibat langsung dalam keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur.
Robert Kraft Disebut Macklemore sebagai Pihak yang Berpengaruh
Dalam pernyataannya setelah pencoretan, Macklemore menyebut Robert Kraft sebagai salah satu tokoh yang menurutnya berperan dalam situasi tersebut.
Macklemore mengatakan Kraft telah menggalang dukungan dari sejumlah pemilik stadion lain agar dirinya tidak diizinkan tampil.
Laporan Reuters sebelumnya menyebut beberapa venue memang menyatakan keberatan terhadap Macklemore. Promotor kemudian menghadapi situasi ketika pertunjukan di sejumlah lokasi terancam tidak dapat berlangsung jika Macklemore tetap menjadi bagian dari lineup.
Kraft sendiri memberikan versi berbeda.
Ia mengatakan keputusan untuk tidak mengizinkan Macklemore tampil di Gillette Stadium berkaitan dengan apa yang disebutnya sebagai pernyataan dan tindakan Macklemore yang dianggap melewati batas.
Kraft juga mengatakan dirinya memiliki komitmen untuk melawan antisemitisme dan berbagai bentuk kebencian.
Perbedaan pandangan antara Macklemore dan Kraft kemudian membuat isu tersebut semakin luas. Polemik yang awalnya berkaitan dengan lineup sebuah tur musik berkembang menjadi perdebatan mengenai kebebasan berekspresi, posisi artis terhadap isu kemanusiaan, serta batas antara pertunjukan musik dan pandangan politik.
Macklemore Tantang Robert Kraft Donasikan Rp17 Miliar
Setelah mengumumkan donasi USD 1 juta, Macklemore juga menyampaikan tantangan kepada Robert Kraft.
Ia meminta Kraft memberikan donasi dengan nilai yang sama untuk bantuan kepada masyarakat Palestina.
Macklemore mengatakan perbedaan pendapat di antara keduanya tidak seharusnya menghalangi upaya untuk membantu korban.
Menurut Macklemore, kehidupan warga Palestina memiliki nilai yang sama dengan kehidupan manusia lainnya.
“Satu nyawa warga Palestina sama berharganya dengan nyawa siapa pun di muka bumi ini,” kata Macklemore dalam pernyataannya.
Tantangan tersebut kemudian mendapat respons dari pihak Kraft.
Dalam perkembangan terbaru, Kraft mengatakan bahwa sebelumnya Ed Sheeran telah memintanya untuk ikut menyumbang USD 2 juta untuk bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut. Kraft kemudian menyatakan komitmen terhadap bantuan kemanusiaan dengan nilai USD 2 juta.
Dengan demikian, perkembangan terbaru dalam kontroversi ini tidak hanya berkaitan dengan pencoretan Macklemore dari tur, tetapi juga memunculkan komitmen donasi dari sejumlah pihak.
Empat Penampil Tur Ed Sheeran Ikut Mundur
Kontroversi tidak berhenti setelah Macklemore dikeluarkan dari Loop Tour.
Sejumlah penampil pendukung lain kemudian memilih meninggalkan tur sebagai bentuk solidaritas.
Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga mengumumkan pengunduran diri mereka dari sisa rangkaian tur.
Finneas menjadi salah satu nama yang paling mendapat perhatian. Musisi yang juga dikenal sebagai saudara dan kolaborator Billie Eilish itu menyatakan bahwa ia tidak ingin tetap tampil dalam tur tersebut setelah Macklemore dikeluarkan.
Finneas mengatakan seniman tidak seharusnya dibungkam ketika menyuarakan dukungan kepada kelompok yang tertindas. Ia kemudian menyatakan dukungan kepada Palestina.
Aaron Rowe dan Beoga juga memutuskan tidak melanjutkan keterlibatan mereka dalam tur.
Sementara itu, Lukas Graham turut mengumumkan pengunduran diri.
Dengan mundurnya keempat penampil tersebut, kontroversi yang awalnya berpusat pada Macklemore akhirnya berdampak lebih luas terhadap susunan penampil Loop Tour.
The Guardian melaporkan bahwa seluruh penampil pendukung yang tersisa pada rangkaian tur tersebut kemudian mundur.
Finneas hingga Lukas Graham Pilih Mundur
Pengunduran diri para penampil tersebut mendapat perhatian karena mereka sebenarnya sudah memiliki jadwal pertunjukan dalam rangkaian tur Ed Sheeran.
Finneas dijadwalkan tampil dalam sejumlah konser di Amerika Selatan. Aaron Rowe sebelumnya juga menjadi salah satu penampil pendukung pada rangkaian tur Sheeran.
Lukas Graham dan Beoga juga memiliki peran dalam rangkaian pertunjukan.
Keputusan mereka menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak lagi hanya menyangkut hubungan antara Macklemore dan penyelenggara tur.
Isu kebebasan berekspresi dan sikap musisi terhadap persoalan Palestina mulai menjadi pembahasan di antara para penampil.
Namun, masing-masing artis menyampaikan alasan dan pernyataannya sendiri terkait keputusan untuk meninggalkan tur.
Tidak semua pernyataan memiliki konteks yang sama, tetapi pengumuman tersebut terjadi setelah kontroversi Macklemore mencuat.
Macklemore Tetap Berdiri untuk Palestina
Meskipun kehilangan kesempatan untuk melanjutkan penampilannya dalam Loop Tour, Macklemore mengatakan dirinya tidak akan berhenti menyuarakan dukungan kepada Palestina.
Ia justru menggunakan situasi tersebut untuk kembali mengangkat isu yang selama ini menjadi perhatiannya.
Macklemore sebelumnya memang pernah menyampaikan dukungan terhadap Palestina melalui karya dan pernyataan publik.
Pada 2024, ia merilis lagu “Hind’s Hall” yang berisi kritik terhadap situasi di Gaza dan dukungan kepada Palestina. Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu karya yang membuat posisi Macklemore dalam isu tersebut semakin dikenal publik.
Dalam perkembangan terbaru, ia kembali menegaskan bahwa dukungannya tidak bergantung pada seberapa besar perhatian media terhadap isu tersebut.
Macklemore meminta publik tidak melupakan kondisi masyarakat Palestina ketika pemberitaan mulai beralih ke topik lain.
Ia juga mengakhiri pernyataannya dengan seruan “Free Palestine”.
Polemik Macklemore dan Ed Sheeran Semakin Meluas
Kasus Macklemore dan Ed Sheeran kini berkembang menjadi salah satu kontroversi musik yang mendapat perhatian besar.
Awalnya, persoalan tersebut hanya berkaitan dengan ucapan Macklemore saat tampil di atas panggung.
Namun, setelah pencoretan dari tur, muncul pernyataan dari promotor, venue, Ed Sheeran, Robert Kraft, serta sejumlah artis lain.
Pengunduran diri Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga semakin memperbesar perhatian terhadap persoalan tersebut.
Di sisi lain, Macklemore memilih merespons situasi dengan mengumumkan donasi USD 1 juta.
Keputusan tersebut membuat isu kemanusiaan kembali menjadi pusat pembicaraan.
Donasi Rp17 Miliar Jadi Sorotan Baru
Nilai donasi yang mencapai USD 1 juta menjadi salah satu alasan mengapa langkah Macklemore mendapat perhatian luas.
Jika dikonversikan dengan nilai sekitar Rp17 miliar, jumlah tersebut merupakan seluruh pendapatan bersih Macklemore dari keterlibatannya dalam Loop Tour.
Namun, nilai dalam rupiah dapat berubah mengikuti kurs dolar AS terhadap rupiah.
Yang menjadi perhatian bukan hanya nominalnya, tetapi juga sumber dana tersebut.
Macklemore secara khusus mengatakan bahwa uang yang didonasikan berasal dari pendapatan bersih yang ia peroleh dari tur Ed Sheeran.
Dengan kata lain, pendapatan yang semula menjadi bagian dari kompensasinya sebagai penampil justru akan dialihkan kepada enam organisasi yang mendukung masyarakat Palestina.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa Macklemore tidak menarik diri dari isu tersebut meskipun sikap politiknya telah membawa konsekuensi terhadap keterlibatannya dalam tur.
Respons terhadap Kontroversi Masih Berlanjut
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kontroversi tersebut belum sepenuhnya berakhir.
Macklemore telah menyatakan keputusan donasinya. Ed Sheeran telah memberikan penjelasan bahwa pencoretan Macklemore bukan keputusan pribadinya. Robert Kraft juga memberikan penjelasan mengenai sikapnya terhadap Macklemore dan kemudian menyatakan komitmen terhadap bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, sejumlah penampil yang sebelumnya menjadi bagian dari Loop Tour telah memilih mundur.
Situasi tersebut membuat publik masih membicarakan posisi masing-masing pihak.
Di tengah perdebatan itu, Macklemore mengatakan dirinya akan terus menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina.
Baginya, pencoretan dari tur bukan alasan untuk menghentikan sikap tersebut.
Loop Tour Ed Sheeran Setelah Kontroversi
Loop Tour merupakan rangkaian konser besar Ed Sheeran yang mencakup sejumlah kota di Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Macklemore sebelumnya menjadi salah satu penampil pendukung dalam rangkaian tersebut.
Setelah kontroversi muncul, susunan penampil mengalami perubahan.
Macklemore dicoret dari sisa pertunjukan, kemudian Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga ikut mengumumkan pengunduran diri.
Perubahan lineup tersebut menjadi salah satu dampak paling terlihat dari polemik yang muncul setelah pernyataan Macklemore mengenai Palestina.
Ed Sheeran sendiri tetap dijadwalkan melanjutkan tur.
Namun, polemik tersebut membuat sejumlah pertunjukannya mendapat perhatian lebih besar dibandingkan biasanya.
Macklemore Alihkan Pendapatan Tur untuk Bantuan Palestina
Pada akhirnya, inti dari pengumuman Macklemore adalah keputusan untuk mengalihkan seluruh pendapatan bersihnya dari Loop Tour kepada enam organisasi.
Nilai USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar tersebut akan disalurkan kepada Palestine Children’s Relief Fund, Heal Palestine, Gaza Soup Kitchen, Medical Aid for Palestinians, UNRWA USA National Committee, dan Anera.
Macklemore juga meminta Robert Kraft mengikuti langkah tersebut dengan memberikan sumbangan dalam jumlah yang sama.
Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa Kraft dan Ed Sheeran juga menyatakan komitmen memberikan bantuan kemanusiaan dengan nilai masing-masing USD 2 juta. Namun, donasi tersebut memiliki konteks dan penyaluran yang berbeda dari keputusan Macklemore.
Dengan demikian, kontroversi yang bermula dari satu penampilan Macklemore di panggung akhirnya berkembang menjadi pembicaraan yang lebih luas tentang kebebasan berekspresi, posisi artis, penyelenggaraan konser, dan bantuan kemanusiaan.
Macklemore sendiri telah menentukan sikapnya. Setelah dikeluarkan dari tur Ed Sheeran, ia tidak hanya kembali menyuarakan dukungan kepada Palestina, tetapi juga memilih menyerahkan seluruh pendapatan bersihnya dari tur tersebut untuk bantuan melalui enam organisasi.
Bagi Macklemore, keputusan tersebut menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari polemik pribadinya kepada isu yang menurutnya lebih penting.
Ia juga menegaskan bahwa dukungannya terhadap Palestina tidak akan berhenti hanya karena pemberitaan mengenai dirinya nantinya beralih ke topik lain.
Kontroversi antara Macklemore, Ed Sheeran, promotor, dan sejumlah pemilik venue masih menjadi sorotan. Namun, satu hal yang sudah jelas adalah pendapatan bersih Macklemore sebesar USD 1 juta dari Loop Tour tidak akan ia simpan untuk dirinya sendiri.
Rapper tersebut memilih menyumbangkan sekitar Rp17 miliar itu kepada enam organisasi yang memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina.
Sumber : www.kumparan.com
