Daftar 25 Olahan Nasi Terbaik di Indonesia, Nasi Uduk Peringkat 3 (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Nasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Bagi banyak keluarga, makan belum terasa lengkap jika belum ada nasi di atas meja. Tidak mengherankan jika bahan makanan yang satu ini kemudian berkembang menjadi begitu banyak hidangan dengan rasa, bentuk, dan cara penyajian yang berbeda di berbagai daerah.
Dari nasi goreng yang mudah ditemukan di warung kaki lima hingga nasi uduk yang kerap menjadi pilihan untuk sarapan, Indonesia memiliki beragam makanan berbahan dasar nasi. Setiap daerah juga mempunyai cara tersendiri dalam mengolahnya.
Perbedaan bumbu, bahan pelengkap, teknik memasak, hingga kebiasaan masyarakat setempat membuat makanan berbahan nasi di Indonesia memiliki karakter yang sangat beragam.
Hal tersebut turut tercermin dalam daftar 25 olahan nasi terbaik di Indonesia versi TasteAtlas. Dalam daftar yang diperbarui hingga 15 September 2026, nasi goreng ayam menempati posisi pertama.
Di bawahnya terdapat berbagai makanan yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia, mulai dari bubur ayam Jawa, nasi uduk, nasi goreng, nasi kuning, hingga nasi liwet khas Surakarta.
Menariknya, daftar tersebut tidak hanya diisi nasi goreng. Sejumlah makanan tradisional dari berbagai daerah juga masuk dalam daftar, termasuk nasi gandul dari Pati, nasi timbel dari Jawa Barat, nasi bogana dari Tegal, nasi jaha dari Maluku, hingga nasi tepang dari Bali.
Nasi Goreng Ayam Berada di Peringkat Pertama
Dalam daftar TasteAtlas, nasi goreng ayam berada di posisi teratas sebagai salah satu olahan nasi terbaik di Indonesia.
Hidangan ini sebenarnya cukup sederhana. Bahan utamanya adalah nasi yang kemudian dimasak kembali bersama ayam, telur, kecap manis, minyak sayur, dan berbagai bumbu.
Namun, kesederhanaan tersebut justru menjadi salah satu daya tarik nasi goreng.
Nasi yang sudah dimasak sebelumnya biasanya ditumis bersama bumbu hingga aroma rempahnya keluar. Potongan ayam kemudian ditambahkan sebagai sumber protein, sementara telur membuat tekstur dan rasa nasi goreng menjadi lebih kaya.
Kecap manis juga menjadi salah satu bahan yang memberikan karakter khas pada nasi goreng Indonesia. Warna nasi berubah menjadi lebih gelap dengan rasa manis dan gurih yang berpadu dengan bumbu lainnya.
Dalam penyajiannya, nasi goreng ayam bisa ditemani berbagai pelengkap.
Selada, acar mentimun, dan kerupuk udang menjadi beberapa pendamping yang umum ditemukan. Ada pula penjual atau rumah makan yang menambahkan telur mata sapi, telur dadar, bawang merah goreng, serta irisan cabai.
Karena mudah dimodifikasi, nasi goreng ayam bisa ditemukan dalam banyak versi.
Setiap daerah bahkan dapat mempunyai racikan bumbu yang berbeda. Ada yang lebih manis, lebih pedas, lebih gurih, atau memiliki aroma rempah yang lebih kuat.
Nasi Goreng Ayam Juga Populer di Negara Tetangga
Nasi goreng bukan hanya dikenal di Indonesia.
Hidangan ini juga menjadi bagian dari kuliner tradisional di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Meski sama-sama menggunakan nasi sebagai bahan utama, racikan bumbu dan bahan tambahan bisa berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.
Di Indonesia sendiri, nasi goreng berkembang menjadi makanan yang sangat fleksibel.
Makanan ini bisa disantap sebagai sarapan, makan siang, maupun makan malam. Penjual nasi goreng juga mudah ditemukan mulai dari warung sederhana, pedagang kaki lima, rumah makan, hingga restoran.
Salah satu alasan nasi goreng begitu dekat dengan masyarakat adalah cara pembuatannya yang relatif praktis.
Nasi yang tersisa dari waktu makan sebelumnya juga bisa dimanfaatkan kembali. Dengan tambahan bumbu, telur, ayam, sayuran, atau bahan lain, nasi tersebut dapat berubah menjadi hidangan baru.
Kebiasaan tersebut kemudian melahirkan banyak variasi nasi goreng di Indonesia.
Tidak hanya nasi goreng ayam, ada nasi goreng kampung, nasi goreng kambing, nasi goreng kunyit, nasi goreng nanas, hingga nasi goreng mawut.
Bubur Ayam Jawa Menempati Posisi Kedua
Setelah nasi goreng ayam, TasteAtlas menempatkan bubur ayam Jawa di posisi kedua dalam daftar olahan nasi terbaik di Indonesia.
Bubur ayam memiliki tekstur yang sangat berbeda dibandingkan nasi goreng.
Jika nasi goreng menggunakan nasi yang ditumis, bubur dibuat dengan memasak beras dalam jumlah air yang lebih banyak hingga teksturnya berubah menjadi lembut dan kental.
Bubur kemudian disajikan bersama suwiran ayam dan berbagai pelengkap.
Topping yang digunakan bisa berupa bawang goreng, daun bawang, seledri, kerupuk, kecap, hingga sambal. Di sejumlah daerah, bubur juga disajikan dengan tambahan cakwe atau bahan pelengkap lainnya.
Bubur ayam sering menjadi menu sarapan.
Teksturnya yang lembut membuat makanan ini mudah disantap pada pagi hari. Namun, tidak sedikit pula masyarakat yang menikmati bubur ayam pada waktu lain.
Versi Jawa memiliki karakter tersendiri dan menjadi salah satu makanan yang cukup populer di berbagai daerah.
Nasi Uduk Berada di Posisi Ketiga
Nasi uduk Jakarta menempati posisi ketiga.
Bagi masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di Jakarta dan wilayah sekitarnya, nasi uduk tentu bukan makanan asing.
Nasi uduk dibuat dengan memasak beras bersama santan dan sejumlah rempah. Proses tersebut membuat nasi memiliki aroma yang harum dan rasa gurih.
Daun pandan, serai, daun salam, serta santan biasanya menjadi bagian penting dalam proses memasaknya.
Nasi uduk kemudian disajikan dengan berbagai lauk.
Pilihan lauknya sangat beragam, mulai dari telur, ayam goreng, tempe, tahu, bihun, sambal kacang, hingga aneka gorengan.
Ada pula nasi uduk yang disajikan bersama semur jengkol, paru, atau lauk khas lainnya.
Salah satu daya tarik nasi uduk adalah kemampuannya menyesuaikan diri dengan berbagai jenis lauk.
Karena itu, nasi uduk bisa menjadi menu sarapan sederhana sekaligus hidangan yang cukup lengkap untuk makan siang atau malam.
Nasi Goreng Masuk Empat Besar
Posisi berikutnya ditempati nasi goreng.
Berbeda dari nasi goreng ayam yang berada di peringkat pertama, kategori nasi goreng dalam daftar tersebut menunjukkan popularitas hidangan yang telah menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia.
Nasi goreng dapat dibuat dengan berbagai bahan.
Ada yang menggunakan ayam, telur, udang, kambing, seafood, hingga hanya menggunakan bumbu sederhana dan sayuran.
Cara memasaknya pun dapat disesuaikan dengan selera.
Bumbu dasar nasi goreng biasanya terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabai, garam, dan sejumlah bahan lain. Kecap manis sering digunakan untuk memberikan warna dan rasa khas.
Namun, tidak semua nasi goreng Indonesia memiliki rasa yang sama.
Ada nasi goreng yang cenderung manis, ada pula yang lebih asin dan pedas.
Variasi tersebut menjadi bukti bahwa satu hidangan dapat berkembang mengikuti kebiasaan masyarakat di berbagai wilayah.
Nasi Kuning Jawa Ada di Peringkat Berikutnya
Nasi kuning Jawa juga masuk dalam daftar olahan nasi terbaik Indonesia.
Sesuai namanya, makanan ini memiliki warna kuning yang berasal dari kunyit.
Nasi biasanya dimasak bersama santan dan rempah sehingga menghasilkan aroma yang khas.
Nasi kuning sering dikaitkan dengan berbagai perayaan dan acara penting masyarakat Indonesia.
Dalam banyak tradisi, nasi kuning dibentuk menjadi tumpeng dan dikelilingi berbagai lauk.
Ada telur, ayam, tempe, tahu, perkedel, urap, sambal, hingga lauk lainnya.
Selain digunakan dalam acara tertentu, nasi kuning juga mudah ditemukan sebagai menu sarapan.
Penyajiannya dapat dibuat sederhana dengan telur, sambal, dan beberapa lauk pendamping.
Nasi Goreng Mawut Punya Campuran yang Khas
Nasi goreng mawut dari Jawa juga masuk dalam daftar.
Nama “mawut” sering digunakan untuk menggambarkan campuran berbagai bahan dalam satu piring.
Nasi goreng jenis ini biasanya tidak hanya berisi nasi. Mi juga menjadi salah satu bahan yang dicampurkan dalam proses memasak.
Kombinasi nasi dan mi menghasilkan tekstur yang berbeda dibandingkan nasi goreng biasa.
Sayuran, telur, ayam, serta bahan lainnya dapat ditambahkan sesuai racikan penjual.
Nasi goreng mawut banyak ditemukan di warung makan dan penjual nasi goreng.
Porsinya yang cukup mengenyangkan membuat menu ini menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati nasi sekaligus mi dalam satu hidangan.
Nasi Rendang Masuk Daftar
Nasi rendang menjadi salah satu hidangan yang menarik perhatian dalam daftar TasteAtlas.
Rendang sendiri merupakan makanan yang sangat identik dengan kuliner Minangkabau.
Ketika dipadukan dengan nasi, hidangan tersebut menjadi makanan yang kaya rasa.
Daging yang dimasak dengan bumbu rendang memiliki rasa gurih, pedas, dan kaya rempah.
Kuah santan yang dimasak dalam waktu lama menghasilkan bumbu yang pekat dan meresap ke dalam daging.
Disajikan bersama nasi hangat, rendang menjadi salah satu kombinasi makanan yang sangat dikenal di Indonesia.
Nasi Goreng Kampung
Nasi goreng kampung juga masuk dalam daftar.
Dibandingkan sejumlah variasi nasi goreng yang menggunakan banyak topping, nasi goreng kampung cenderung mengandalkan bumbu sederhana dengan cita rasa yang kuat.
Cabai, bawang, terasi, dan bahan lainnya dapat digunakan untuk menghasilkan aroma serta rasa khas.
Telur, ayam, atau ikan teri juga sering ditambahkan.
Karakter pedas dan gurih menjadi salah satu ciri yang membuat nasi goreng kampung digemari.
Nasi Gandul Khas Pati
Dari Pati, Jawa Tengah, ada nasi gandul.
Makanan ini mempunyai kuah yang menjadi ciri khas utama.
Nasi gandul biasanya disajikan dengan kuah berbumbu dan potongan daging.
Penyajiannya secara tradisional memiliki karakter yang berbeda dari nasi dengan lauk pada umumnya.
Kuahnya yang kaya rempah memberikan rasa gurih dan aroma yang kuat.
Nasi gandul menjadi salah satu contoh bagaimana setiap daerah di Indonesia memiliki hidangan nasi dengan identitas masing-masing.
Nasi Goreng Kunyit
Nasi goreng kunyit juga termasuk dalam daftar.
Seperti namanya, kunyit menjadi salah satu bahan penting dalam hidangan ini.
Selain memberikan warna kuning, kunyit juga menghasilkan aroma dan cita rasa khas.
Penggunaan kunyit membuat nasi goreng ini berbeda dari nasi goreng pada umumnya yang identik dengan warna cokelat dari kecap.
Nasi Liwet Surakarta
Nasi liwet Surakarta menempati salah satu posisi dalam daftar 25 olahan nasi terbaik Indonesia.
Hidangan ini dikenal sebagai salah satu kuliner khas Solo.
Nasi liwet memiliki rasa gurih dan biasanya dimasak dengan santan atau bahan yang memberikan cita rasa gurih.
Penyajiannya sering dilengkapi dengan berbagai lauk, termasuk suwiran ayam dan sayur labu siam.
Nasi liwet juga memiliki hubungan erat dengan tradisi kuliner masyarakat Surakarta.
Sampai sekarang, makanan ini tetap mudah ditemukan di berbagai warung dan tempat makan di Solo.
Nasi Goreng Kambing
Nasi goreng kambing menjadi variasi lain yang masuk dalam daftar.
Penggunaan daging kambing memberikan aroma dan rasa yang khas.
Bumbu rempah yang digunakan juga biasanya lebih kuat dibandingkan nasi goreng biasa.
Potongan daging kambing dimasak bersama nasi dan bumbu hingga aromanya keluar.
Beberapa versi nasi goreng kambing juga menggunakan minyak samin atau bahan lain yang membuat rasa semakin gurih.
Nasi Pecel Jawa Timur
Nasi pecel merupakan salah satu makanan yang sangat dikenal di Jawa Timur.
Hidangan ini menggabungkan nasi dengan berbagai sayuran rebus yang kemudian disiram sambal pecel berbahan kacang.
Sayuran yang digunakan bisa berupa kacang panjang, tauge, daun singkong, bayam, atau sayuran lainnya.
Sambal kacang menjadi elemen utama yang menentukan rasa.
Rasa gurih, manis, pedas, dan aroma kacang berpadu dengan sayuran segar.
Nasi pecel biasanya juga dilengkapi rempeyek, tahu, tempe, atau lauk lainnya.
Ketupat, Olahan Beras yang Identik dengan Tradisi
Ketupat juga masuk dalam daftar.
Berbeda dengan sebagian besar makanan lainnya, ketupat memiliki bentuk yang khas karena dimasak dalam anyaman janur atau daun kelapa.
Beras dimasukkan ke dalam anyaman tersebut kemudian direbus hingga matang dan padat.
Ketupat sangat lekat dengan berbagai tradisi masyarakat Indonesia, terutama saat perayaan Idulfitri.
Namun, penggunaannya tidak terbatas pada momen tersebut.
Ketupat juga menjadi bahan utama berbagai hidangan seperti ketupat sayur, ketoprak, hingga sejumlah makanan berkuah lainnya.
Nasi Timbel dari Jawa Barat
Jawa Barat menyumbangkan nasi timbel dalam daftar tersebut.
Nasi timbel memiliki ciri khas berupa nasi yang dibungkus menggunakan daun pisang.
Aroma daun pisang memberikan sentuhan tersendiri ketika nasi disajikan.
Nasi timbel biasanya dinikmati bersama lauk seperti ayam goreng, ikan, tahu, tempe, lalapan, dan sambal.
Kombinasi tersebut membuat nasi timbel menjadi makanan yang cukup lengkap.
Sederhana, tetapi kaya rasa.
Lemang
Lemang juga menjadi salah satu makanan berbahan beras yang masuk dalam daftar.
Lemang memiliki teknik memasak yang cukup unik.
Beras ketan dimasukkan ke dalam bambu yang telah dilapisi daun pisang, kemudian dimasak menggunakan panas api.
Proses tersebut membuat lemang memiliki aroma khas.
Tekstur ketan yang pulen menjadi salah satu daya tarik utama makanan ini.
Di Indonesia, lemang dikenal di sejumlah wilayah dan sering dikaitkan dengan tradisi serta perayaan tertentu.
Nasi Bogana dari Tegal
Nasi bogana menjadi salah satu makanan daerah yang masuk daftar TasteAtlas.
Hidangan ini berasal dari Tegal dan memiliki penyajian yang cukup beragam.
Nasi disajikan bersama lauk dan berbagai pelengkap.
Keberadaan nasi bogana dalam daftar menunjukkan bahwa kuliner Indonesia tidak hanya didominasi makanan yang sudah sangat populer secara nasional.
Makanan daerah dengan karakter lokal juga mendapatkan tempat.
Nasi Goreng Nanas
Nasi goreng nanas menjadi salah satu variasi nasi goreng yang cukup unik.
Potongan nanas memberikan rasa manis dan sedikit asam yang berbeda dari nasi goreng pada umumnya.
Kombinasi rasa tersebut membuat hidangan menjadi lebih segar.
Nasi goreng nanas menunjukkan bagaimana nasi goreng dapat dikembangkan dengan berbagai bahan tambahan tanpa kehilangan karakter utamanya sebagai hidangan nasi yang ditumis dengan bumbu.
Nasi Tim Ayam
Nasi tim ayam juga termasuk dalam daftar.
Makanan ini memiliki tekstur yang lembut karena proses memasaknya.
Nasi biasanya disajikan bersama ayam dan bahan pelengkap lain.
Karena teksturnya lembut, nasi tim ayam sering menjadi pilihan bagi orang yang menginginkan makanan yang lebih ringan untuk disantap.
Arem-arem
Arem-arem merupakan salah satu makanan tradisional Jawa yang menggunakan nasi sebagai bahan utama.
Nasi diisi dengan berbagai macam isian, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus.
Isian yang digunakan bisa berupa sayuran, ayam, atau bahan lainnya.
Bentuknya yang praktis membuat arem-arem sering dijadikan bekal atau makanan ringan yang mengenyangkan.
Nasi Kucing dari Jawa Tengah dan Yogyakarta
Nasi kucing merupakan salah satu makanan khas yang identik dengan warung angkringan.
Porsinya kecil dan biasanya dibungkus dengan daun pisang atau kertas.
Meskipun porsinya kecil, nasi kucing biasanya dilengkapi dengan lauk sederhana seperti sambal, ikan teri, atau oseng.
Harganya yang relatif terjangkau membuat makanan ini sangat populer, terutama di kalangan masyarakat yang sering menikmati kuliner malam.
Nasi Jagung
Nasi jagung juga masuk dalam daftar olahan nasi terbaik.
Makanan ini menggunakan jagung sebagai bahan utama yang kemudian diolah menjadi makanan pengganti atau pendamping nasi beras.
Nasi jagung memiliki tekstur dan rasa yang berbeda.
Di sejumlah daerah, makanan ini biasanya disantap bersama sayuran, sambal, ikan asin, atau lauk tradisional lainnya.
Lontong
Lontong menjadi bagian dari daftar makanan berbahan dasar beras yang cukup dikenal luas di Indonesia.
Beras dimasak hingga matang di dalam pembungkus tertentu, kemudian menghasilkan bentuk padat yang dapat dipotong-potong.
Lontong digunakan dalam berbagai hidangan, seperti lontong sayur, lontong opor, lontong balap, hingga makanan tradisional lainnya.
Karena sifatnya yang fleksibel, lontong dapat dipadukan dengan berbagai jenis kuah dan lauk.
Nasi Jaha dari Maluku
Nasi jaha merupakan makanan tradisional yang berasal dari Maluku.
Makanan ini menggunakan beras dan santan yang kemudian dimasak dengan teknik tertentu.
Aroma rempah menjadi salah satu ciri yang membuat nasi jaha berbeda dari olahan nasi lainnya.
Keberadaannya dalam daftar TasteAtlas memperlihatkan keragaman makanan berbahan nasi dari kawasan Indonesia bagian timur.
Nasi Tepang dari Bali
Posisi terakhir dalam daftar ditempati nasi tepang dari Bali.
Hidangan ini merupakan salah satu kuliner tradisional Bali yang menggunakan nasi dengan berbagai bahan pendamping.
Nasi tepang memiliki karakter rasa yang berkaitan dengan penggunaan bumbu dan bahan lokal.
Masuknya nasi tepang dalam daftar menjadi contoh bahwa kuliner Bali memiliki banyak pilihan makanan tradisional selain hidangan yang sudah lebih populer di kalangan wisatawan.
Daftar Lengkap 25 Olahan Nasi Terbaik di Indonesia
Berdasarkan daftar TasteAtlas per 15 September 2026, berikut 25 makanan olahan nasi yang masuk dalam daftar:
- Nasi goreng ayam
- Bubur ayam Jawa
- Nasi uduk Jakarta
- Nasi goreng
- Nasi kuning Jawa
- Nasi goreng mawut Jawa
- Nasi rendang
- Nasi goreng kampung
- Nasi gandul Pati
- Nasi goreng kunyit
- Nasi liwet Surakarta
- Nasi goreng kambing
- Nasi pecel Jawa Timur
- Ketupat Jawa
- Nasi timbel Jawa Barat
- Lemang
- Nasi bogana Tegal
- Nasi goreng nanas
- Nasi tim ayam
- Arem-arem Jawa
- Nasi kucing Jawa Tengah-DIY
- Nasi jagung
- Lontong Jawa
- Nasi jaha Maluku
- Nasi tepang Bali
Daftar tersebut memperlihatkan satu hal yang cukup menarik. Olahan nasi Indonesia ternyata memiliki variasi yang sangat luas.
Ada makanan yang dimasak dengan cara digoreng, direbus, dikukus, dibungkus daun, hingga dimasak dalam bambu.
Bahan pelengkapnya pun berbeda-beda.
Ada ayam, kambing, sayuran, telur, ikan, santan, rempah, hingga buah seperti nanas.
Nasi Goreng Mendominasi Daftar
Jika diperhatikan, nasi goreng menjadi jenis makanan yang paling banyak muncul dalam daftar TasteAtlas.
Selain nasi goreng ayam yang berada di peringkat pertama, terdapat nasi goreng biasa, nasi goreng mawut, nasi goreng kampung, nasi goreng kunyit, nasi goreng kambing, dan nasi goreng nanas.
Banyaknya variasi nasi goreng menunjukkan betapa fleksibelnya makanan tersebut.
Satu jenis nasi goreng dapat mempunyai rasa berbeda ketika dibuat oleh orang dari daerah yang berbeda.
Penggunaan bumbu juga sangat menentukan.
Ada nasi goreng yang menggunakan kecap manis sebagai bahan utama, ada yang mengandalkan sambal dan terasi, sementara lainnya menggunakan rempah seperti kunyit.
Bagaimana TasteAtlas Menentukan Peringkat?
Daftar 25 makanan tersebut merupakan pemeringkatan TasteAtlas berdasarkan penilaian pengguna.
TasteAtlas menjelaskan bahwa sistem penilaian mereka menggunakan mekanisme tertentu untuk menyaring suara pengguna.
Penilaian dari bot maupun aktivitas yang dianggap tidak valid tidak dimasukkan.
Sistem juga memberikan bobot tambahan terhadap penilaian pengguna yang dianggap memiliki pengetahuan mengenai makanan.
Hingga 15 September 2026, daftar “25 Masakan Nasi Terbaik Indonesia” mencatat sebanyak 1.153 penilaian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 845 penilaian diakui sistem sebagai penilaian yang sah.
Artinya, posisi makanan dalam daftar tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh satu orang atau satu kelompok kecil.
Namun, peringkat tetap dapat berubah seiring bertambahnya penilaian.
Karena itu, daftar TasteAtlas sebaiknya dilihat sebagai gambaran preferensi pengguna pada periode tertentu, bukan sebagai ukuran mutlak mengenai makanan Indonesia mana yang paling enak.
Mengapa Daftar Olahan Nasi Indonesia Begitu Beragam?
Keragaman kuliner berbahan nasi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kondisi geografis dan budaya masyarakat.
Indonesia terdiri dari ribuan pulau dengan tradisi kuliner yang berkembang secara berbeda.
Masyarakat di Jawa mempunyai makanan khas yang berbeda dari masyarakat Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, maupun Papua.
Kondisi tersebut membuat beras dan nasi diolah menggunakan bahan yang tersedia di masing-masing wilayah.
Santan, kelapa, rempah, ikan, daging, sayuran, hingga bahan lokal lainnya kemudian dipadukan dengan nasi.
Hasilnya adalah makanan yang memiliki identitas berbeda.
Nasi uduk, misalnya, dikenal dengan rasa gurih dari santan.
Nasi liwet memiliki karakter khas dari Surakarta.
Nasi timbel dikenal dengan pembungkus daun pisangnya.
Nasi gandul mempunyai kuah dan cita rasa khas Pati.
Sementara itu, nasi jaha dan nasi tepang menunjukkan kekayaan kuliner dari wilayah Indonesia bagian timur.
TasteAtlas dan Kuliner Tradisional Indonesia
Daftar seperti ini juga menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki daya tarik yang luas.
Banyak makanan daerah yang mungkin hanya dikenal secara kuat di wilayah asalnya, tetapi kemudian mendapatkan perhatian melalui platform kuliner internasional.
Masuknya 25 makanan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan keragaman kuliner Indonesia kepada pembaca dari berbagai negara.
Namun, daftar peringkat bukan satu-satunya ukuran untuk melihat kekayaan kuliner Indonesia.
Ada banyak makanan tradisional lain yang juga memiliki sejarah panjang dan nilai budaya, meskipun tidak masuk dalam daftar tersebut.
Setiap daerah mempunyai makanan yang lahir dari kebiasaan masyarakat setempat.
Karena itu, peringkat TasteAtlas dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih banyak makanan Indonesia, bukan menjadi penentu tunggal makanan mana yang harus dianggap paling unggul.
Nasi Uduk Posisi Ketiga, Nasi Goreng Ayam Nomor Satu
Dari 25 makanan yang masuk dalam daftar TasteAtlas per 15 September 2026, nasi goreng ayam menjadi makanan dengan posisi tertinggi.
Bubur ayam Jawa berada di urutan kedua, disusul nasi uduk Jakarta di posisi ketiga.
Nasi goreng kemudian menempati posisi keempat, sementara nasi kuning Jawa berada di urutan kelima.
Menariknya, sebagian besar makanan dalam daftar tersebut masih sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat tidak perlu pergi ke restoran mewah untuk mencicipinya.
Nasi goreng dapat ditemukan di warung pinggir jalan. Bubur ayam banyak dijual pada pagi hari. Nasi uduk juga menjadi menu sarapan yang umum.
Begitu pula nasi pecel, nasi kucing, lontong, ketupat, dan nasi timbel yang memiliki tempat tersendiri dalam keseharian masyarakat.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa makanan yang sederhana sekalipun dapat memiliki daya tarik besar.
Kuliner Nasi Indonesia Punya Cerita di Baliknya
Pada akhirnya, daftar 25 olahan nasi terbaik versi TasteAtlas bukan sekadar daftar makanan.
Di balik setiap hidangan terdapat cerita mengenai kebiasaan masyarakat, bahan pangan lokal, tradisi, dan cara memasak yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Nasi goreng ayam mungkin berada di posisi pertama berdasarkan penilaian yang tercatat TasteAtlas. Namun, makanan seperti nasi gandul, nasi bogana, nasi jaha, hingga nasi tepang juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang jauh lebih luas.
Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan.
Tidak ada satu cara untuk menikmati nasi di Indonesia.
Ada yang menyukai nasi goreng dengan rasa gurih dan pedas. Ada yang memilih nasi uduk dengan lauk lengkap. Ada pula yang lebih menyukai nasi pecel dengan sambal kacang atau nasi timbel dengan lalapan dan sambal.
Semua memiliki penggemarnya masing-masing.
Dengan demikian, daftar TasteAtlas per 15 September 2026 dapat menjadi gambaran menarik mengenai makanan olahan nasi Indonesia yang mendapat penilaian tinggi dari penggunanya.
Nasi goreng ayam berada di posisi pertama, diikuti bubur ayam Jawa dan nasi uduk Jakarta.
Sementara itu, 22 makanan lainnya menunjukkan betapa panjangnya daftar kuliner Indonesia yang menggunakan nasi sebagai bahan utama.
Dari warung kaki lima hingga meja makan keluarga, nasi tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Cara mengolahnya yang beragam membuat bahan makanan ini tidak pernah terasa membosankan.
Itulah yang membuat kuliner nasi Indonesia terus bertahan dan berkembang dari waktu ke waktu.
Sumber : www.kompas.com
