Pengunjung Ramai, Pedagang Cuan Melimpah Menyambut Imlek di Glodok (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Kawasan pecinan Glodok yang terletak di Jakarta Barat semakin terlihat padat dan ramai menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2025, dengan hadirnya banyak pedagang musiman yang memanfaatkan momen ini untuk meraup omzet besar. Suasana di sepanjang trotoar Jalan Pancoran semakin semarak dengan berbagai lapak yang menjual berbagai pernak-pernik khas Imlek, mulai dari lampion-lampion merah yang menggantung di depan toko, amplop angpao yang dihias dengan motif khas Imlek, hingga pajangan-pajangan bertema shio ular yang turut menghiasi trotoar. Pedagang-pedagang musiman ini tampak sibuk melayani pembeli yang datang untuk mempersiapkan segala kebutuhan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Salah satu pedagang, yang dikenal dengan nama Alam, mengungkapkan bahwa omzet harian yang dapat ia capai pada masa-masa seperti ini bisa mencapai hingga Rp 50 juta, khususnya dua minggu sebelum perayaan Imlek, yang biasanya menjadi puncak dari pembelian barang-barang musiman. Meskipun demikian, Alam juga mencatatkan bahwa penjualannya sedikit lebih lesu dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi ekonomi yang sedang berlangsung atau mungkin karena faktor cuaca yang tidak menentu. Di sisi lain, pedagang lainnya, yang bernama Ros, juga mencatatkan omzet harian yang bervariasi. Ia menjelaskan bahwa jumlah pembeli sangat bergantung pada cuaca dan hari-hari tertentu, dengan hari libur seperti Sabtu dan Minggu yang biasanya lebih ramai dengan pembeli yang datang untuk membeli berbagai kebutuhan perayaan Imlek.
Namun demikian, meskipun ada banyak pembeli yang datang, Ros juga mencatat adanya penurunan jumlah pembeli pada beberapa jenis barang tertentu, seperti pohon imitasi yang biasa digunakan untuk menghias rumah atau kantor, serta dekorasi-dekorasi tahan lama yang biasanya menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mempercantik ruangan mereka untuk merayakan Imlek. Penurunan permintaan terhadap barang-barang tersebut menjadi sebuah fenomena yang cukup menarik perhatian, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, barang-barang tersebut selalu menjadi primadona dalam setiap perayaan Imlek. Hal ini menunjukkan adanya perubahan tren dalam cara orang merayakan Imlek dan preferensi mereka terhadap dekorasi dan pernak-pernik yang digunakan untuk merayakan tahun baru tersebut.
