ilustrasi durian (citraindonesia.com)
Buletinmedia.com – TasteAtlas kembali mengungkap daftar makanan dengan aroma paling menyengat di dunia. Daftar tersebut memperlihatkan sejumlah makanan khas dari berbagai negara yang dikenal memiliki bau kuat, mulai dari hasil fermentasi hingga buah dan rempah dengan kandungan senyawa alami tertentu.
Menariknya, dua makanan yang cukup familiar bagi masyarakat Indonesia, yakni durian dan petai, ikut masuk dalam daftar tersebut. Keduanya memang sudah lama dikenal memiliki aroma khas yang kuat. Meski bagi sebagian orang baunya dianggap menyengat, bagi banyak masyarakat Indonesia justru menjadi bagian dari daya tarik makanan tersebut.
TasteAtlas mengelompokkan makanan berdasarkan tingkat kekuatan aromanya. Pemeringkatan tersebut dibagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari Extreme Level, Very High Level, Medium-High Level, hingga Moderately Strong Level.
Daftar ini memperlihatkan bahwa makanan dengan aroma menyengat tidak selalu berarti tidak disukai. Sebaliknya, banyak makanan yang masuk daftar justru merupakan hidangan tradisional yang telah dikonsumsi masyarakat selama puluhan hingga ratusan tahun.
Infografik mengenai makanan dengan aroma paling kuat tersebut dirilis TasteAtlas pada 2 Agustus 2026. Sejumlah makanan berasal dari negara-negara Eropa, Asia, hingga kawasan Arktik.
Mengapa Ada Makanan yang Memiliki Bau Sangat Menyengat?
Aroma makanan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah proses fermentasi. Fermentasi menyebabkan mikroorganisme mengubah sejumlah komponen dalam bahan makanan sehingga menghasilkan berbagai senyawa yang memiliki aroma khas.
Pada beberapa makanan, aroma tersebut justru menjadi bagian penting dari cita rasa. Semakin lama proses fermentasi berlangsung, karakter aromanya bisa semakin kuat.
Selain fermentasi, kandungan senyawa alami dalam bahan makanan juga dapat memengaruhi aroma. Durian dan petai, misalnya, memiliki senyawa volatil yang membuat aromanya mudah tercium meskipun buah atau bijinya belum berada dalam jumlah banyak.
Karena itu, persepsi terhadap bau makanan sangat bergantung pada kebiasaan. Aroma yang dianggap menyengat oleh seseorang belum tentu dianggap mengganggu oleh orang lain.
Bagi masyarakat yang sudah terbiasa mengonsumsi makanan tertentu, aroma tersebut bahkan dapat menjadi penanda bahwa makanan tersebut memiliki kualitas dan cita rasa yang khas.
- Extreme Level, Makanan dengan Aroma Paling Menyengat
Kategori pertama dalam daftar TasteAtlas adalah Extreme Level. Kelompok ini berisi makanan yang memiliki aroma sangat kuat dan bisa menjadi tantangan bagi orang yang baru pertama kali mencobanya.
Ada empat makanan yang masuk kategori tersebut, yakni surströmming dari Swedia, hongeo-hoe dari Korea Selatan, kiviak dari Greenland, dan hákarl dari Islandia.
Sebagian besar makanan tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu proses fermentasi yang menghasilkan aroma sangat khas.
Surströmming dari Swedia
Surströmming merupakan makanan tradisional Swedia yang dibuat menggunakan ikan herring Baltik. Ikan tersebut difermentasi dan biasanya dikemas dalam kaleng.
Aroma surströmming terkenal sangat kuat. Bahkan, membuka kemasan makanan ini kerap dilakukan di tempat terbuka karena bau yang dihasilkan bisa menyebar dengan cepat.
Meski aromanya dianggap ekstrem, surströmming tetap menjadi bagian dari tradisi kuliner Swedia.
Hongeo-hoe dari Korea Selatan
Hongeo-hoe merupakan hidangan ikan pari fermentasi dari Korea Selatan. Makanan ini dikenal menghasilkan aroma yang menyerupai amonia.
Proses fermentasi membuat karakter ikan berubah dan menghasilkan bau yang sangat kuat. Namun, bagi masyarakat yang menyukai hidangan tersebut, aroma inilah yang justru menjadi ciri khasnya.
Kiviak dari Greenland
Kiviak memiliki proses pembuatan yang sangat unik. Hidangan tradisional dari Greenland ini dibuat dengan memfermentasi burung laut utuh di dalam kulit anjing laut.
Proses tersebut berlangsung selama berbulan-bulan. Setelah fermentasi selesai, makanan kemudian dikonsumsi sebagai bagian dari tradisi masyarakat setempat.
Hákarl dari Islandia
Hákarl merupakan makanan khas Islandia yang dibuat dari hiu Greenland. Daging hiu melalui proses fermentasi sebelum kemudian dikeringkan.
Aroma dan rasanya sangat khas sehingga makanan ini sering dianggap sebagai salah satu hidangan yang membutuhkan keberanian untuk dicoba, terutama bagi orang yang belum terbiasa dengan makanan fermentasi.
- Very High Level, Aroma Sangat Kuat
Kategori berikutnya adalah Very High Level. Makanan dalam kelompok ini masih memiliki aroma yang sangat kuat, tetapi berada satu tingkat di bawah kelompok ekstrem.
TasteAtlas memasukkan Vieux-Boulogne, Époisses, stinky tofu, dan durian dalam kategori ini.
Menariknya, sumber aroma masing-masing makanan sangat berbeda.
Vieux-Boulogne
Vieux-Boulogne merupakan keju dari Prancis yang dikenal dengan aromanya yang tajam. Keju ini menjalani proses pematangan tertentu dan bagian kulitnya dicuci secara rutin.
Proses tersebut memengaruhi karakter aroma yang dihasilkan. Meski baunya kuat, Vieux-Boulogne tetap menjadi salah satu produk keju yang memiliki penggemar.
Époisses
Masih berasal dari Prancis, Époisses juga dikenal sebagai keju dengan aroma sangat kuat.
Karakter aroma tersebut berkaitan dengan proses pematangan dan perlakuan pada permukaan keju. Bagi pecinta keju, aroma kuat justru dapat menjadi bagian dari pengalaman menikmati makanan tersebut.
Stinky Tofu
Stinky tofu merupakan makanan populer di sejumlah wilayah Asia, terutama Taiwan dan China. Sesuai namanya, tahu ini memiliki aroma yang cukup kuat.
Aroma tersebut muncul akibat proses fermentasi. Setelah difermentasi, tahu biasanya digoreng atau diolah dengan cara tertentu sebelum disajikan.
Meski aromanya dapat membuat orang yang belum terbiasa mengernyitkan hidung, stinky tofu memiliki banyak penggemar.
Durian
Durian menjadi salah satu makanan dari Asia Tenggara yang masuk kategori Very High Level.
Buah yang dikenal sebagai “raja buah” ini memiliki aroma khas yang sangat mudah dikenali. Bahkan, aroma durian dapat tercium dari jarak tertentu.
Berbeda dengan sejumlah makanan lain dalam daftar, aroma durian bukan berasal dari proses fermentasi. Bau khas tersebut berkaitan dengan berbagai senyawa volatil alami yang terdapat di dalam buah.
Menariknya, aroma durian menjadi salah satu hal yang membuat buah ini begitu kontroversial. Sebagian orang sangat menyukainya, sementara sebagian lainnya justru tidak tahan dengan baunya.
- Medium-High Level, Aroma Masih Cukup Kuat
Pada kategori Medium-High Level, TasteAtlas memasukkan makanan yang memiliki aroma cukup kuat tetapi umumnya masih lebih mudah diterima dibandingkan kelompok sebelumnya.
Empat makanan yang masuk dalam kategori ini adalah Limburger, rakfisk, cheonggukjang, dan asafoetida.
Limburger
Limburger merupakan keju yang berasal dari kawasan Belgia dan dikenal dengan aroma khasnya.
Aroma tersebut berkaitan dengan aktivitas bakteri selama proses pematangan. Karakter inilah yang kemudian membuat Limburger memiliki bau yang berbeda dibandingkan banyak jenis keju lainnya.
Rakfisk
Rakfisk merupakan makanan tradisional dari Norwegia yang menggunakan ikan trout atau char.
Ikan tersebut difermentasi selama beberapa bulan sebelum kemudian dikonsumsi. Proses fermentasi menghasilkan aroma yang cukup kuat sekaligus memberikan karakter rasa yang khas.
Cheonggukjang
Dari Korea Selatan, ada cheonggukjang. Makanan ini berupa pasta kedelai yang difermentasi dan sering digunakan sebagai bahan untuk membuat sup.
Aromanya cukup tajam, tetapi cheonggukjang tetap menjadi bagian dari kuliner Korea dan banyak dikonsumsi karena cita rasa serta kandungan gizinya.
Asafoetida
Asafoetida merupakan getah tanaman yang dikeringkan dan digunakan sebagai rempah, terutama dalam masakan India.
Dalam bentuk mentah, rempah ini dikenal memiliki aroma yang sangat kuat. Namun, setelah dimasak, aromanya dapat berubah dan memberikan karakter tertentu pada hidangan.
- Moderately Strong Level, Aroma Cukup Kuat
Kategori terakhir yang ditampilkan TasteAtlas adalah Moderately Strong Level. Makanan dalam kelompok ini masih mempunyai aroma khas yang cukup menonjol, tetapi dianggap lebih mudah diterima dibandingkan makanan dalam kategori sebelumnya.
Ada natto, petai, century egg, dan lutefisk yang masuk dalam kelompok ini.
Natto dari Jepang
Natto merupakan makanan tradisional Jepang yang dibuat dari kedelai yang difermentasi.
Selain aromanya yang khas, natto juga memiliki tekstur yang sangat lengket. Kombinasi aroma dan tekstur tersebut membuat natto menjadi makanan yang cukup unik.
Namun, bagi masyarakat Jepang, natto merupakan bagian dari makanan sehari-hari dan kerap disantap bersama nasi.
Petai dari Indonesia
Petai menjadi salah satu makanan Indonesia yang tercantum dalam daftar makanan dengan aroma kuat.
Biji petai memiliki aroma khas yang berasal dari senyawa sulfur alami. Bau tersebut bahkan dapat bertahan setelah petai dikonsumsi.
Di Indonesia, petai justru memiliki banyak penggemar. Biji berwarna hijau ini sering dimasak menjadi berbagai hidangan, mulai dari sambal, nasi goreng, tumisan, hingga menjadi pelengkap berbagai masakan tradisional.
Bagi sebagian orang, aroma petai yang kuat justru dianggap mampu meningkatkan selera makan.
Kehadiran petai dalam daftar TasteAtlas juga menunjukkan bahwa makanan dengan aroma menyengat tidak selalu dianggap negatif. Dalam budaya kuliner tertentu, aroma kuat justru menjadi bagian dari identitas makanan.
Century Egg
Century egg atau telur seribu tahun merupakan telur yang diawetkan melalui proses tertentu hingga mengalami perubahan warna, tekstur, dan aroma.
Bagian putih telur dapat berubah menjadi gelap dan transparan, sementara bagian kuning telur juga mengalami perubahan tekstur serta warna.
Makanan ini banyak dikenal dalam kuliner China dan sejumlah wilayah Asia lainnya.
Lutefisk
Lutefisk merupakan makanan tradisional negara-negara Nordik yang menggunakan ikan putih kering.
Ikan tersebut direndam menggunakan larutan alkali sebelum kemudian diolah dan dimasak. Proses tersebut membuat tekstur dan karakter makanan berubah.
Lutefisk memiliki tempat tersendiri dalam tradisi kuliner kawasan Nordik, terutama pada momen tertentu.
Petai dan Durian Punya Tempat Istimewa
Masuknya petai dan durian dalam daftar makanan dengan aroma kuat mungkin tidak terlalu mengejutkan bagi masyarakat Indonesia.
Keduanya memang memiliki karakter aroma yang mudah dikenali. Namun, menariknya, aroma tersebut tidak membuat keduanya kehilangan popularitas.
Durian bahkan memiliki basis penggemar yang sangat besar di Asia Tenggara. Saat musim durian tiba, buah ini mudah ditemukan di berbagai daerah dan diolah menjadi beragam produk makanan.
Begitu pula dengan petai. Makanan ini sering hadir dalam menu rumahan hingga restoran. Petai dapat digoreng, dibakar, ditumis, atau dipadukan dengan sambal.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa aroma makanan sangat berkaitan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat.
Bau Menyengat Tidak Selalu Berarti Makanan Tidak Enak
Daftar makanan paling bau di dunia versi TasteAtlas juga menunjukkan satu hal menarik. Aroma tidak selalu menentukan apakah sebuah makanan disukai atau tidak.
Banyak makanan yang masuk daftar justru merupakan bagian penting dari budaya masyarakat di negara asalnya.
Fermentasi, misalnya, telah digunakan manusia selama ribuan tahun untuk mengolah dan mengawetkan makanan. Proses tersebut tidak hanya mengubah aroma, tetapi juga tekstur dan rasa.
Karena itu, makanan yang dianggap memiliki bau menyengat oleh sebagian orang bisa menjadi makanan favorit bagi orang lain.
Pada akhirnya, soal aroma makanan memang sangat subjektif. Ada orang yang langsung menyukai aroma durian atau petai, tetapi ada pula yang memilih menjauh ketika mencium baunya.
Begitu juga dengan makanan fermentasi dari berbagai negara. Bagi masyarakat lokal, aroma yang kuat justru bisa menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang tidak tergantikan.
Daftar TasteAtlas ini pun menjadi gambaran menarik tentang betapa beragamnya dunia kuliner. Dari ikan fermentasi, keju, tahu, buah, rempah, hingga telur awetan, setiap makanan memiliki cerita dan proses pengolahan yang berbeda.
Jadi, jika selama ini petai atau durian dianggap sebagai makanan dengan bau paling menyengat, ternyata masih banyak makanan lain dari berbagai belahan dunia yang memiliki aroma jauh lebih ekstrem.
Sumber : www.detik.food.com
