Ilustrasi ragam dessert atau camilan khas Indonesia.(Sumber Foto : SHUTTERSTOCK/Ariyani Tedjo)
Buletinmedia.com – Indonesia kembali mendapat pengakuan di dunia kuliner internasional. Kekayaan cita rasa Nusantara yang selama ini dikenal beragam kembali menjadi sorotan setelah TasteAtlas merilis daftar Best Rated Desserts in Indonesia atau makanan penutup terbaik di Indonesia. Daftar tersebut menampilkan berbagai hidangan penutup tradisional yang telah lama menjadi favorit masyarakat dan masih bertahan hingga saat ini.
Mulai dari pisang goreng, klepon, hingga kue ape, seluruh makanan penutup dalam daftar tersebut merupakan kuliner khas Indonesia yang memiliki cita rasa autentik dan telah diwariskan secara turun-temurun. Keunikan bahan baku, cara pengolahan, serta kekayaan budaya di balik setiap hidangan menjadi alasan mengapa dessert Nusantara mampu menarik perhatian pencinta kuliner dari berbagai negara.
Berdasarkan pembaruan TasteAtlas pada Sabtu (18/7/2026), pemeringkatan ini disusun berdasarkan 622 penilaian valid dari total 916 ulasan yang diberikan oleh pengguna serta pakar kuliner. Penilaian tersebut mempertimbangkan kualitas rasa, keaslian resep, popularitas, hingga pengalaman menikmati makanan tersebut.
Berikut daftar 10 makanan penutup terenak di Indonesia versi TasteAtlas.
- Pisang Goreng – Rating 4,4
Posisi pertama ditempati pisang goreng dengan nilai 4,4, menjadikannya sebagai makanan penutup terbaik di Indonesia versi TasteAtlas.
Pisang goreng merupakan camilan sederhana yang hampir dapat ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Meskipun terlihat sederhana, makanan ini memiliki cita rasa yang sulit ditolak.
Pisang yang telah matang dibalut adonan tepung, kemudian digoreng hingga menghasilkan tekstur renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam.
Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam penyajiannya.
Ada yang menggunakan balutan tepung tipis agar menghasilkan tekstur ringan, sementara daerah lain menambahkan tepung yang lebih tebal sehingga menghasilkan kerenyahan lebih lama.
Dalam beberapa tahun terakhir, pisang goreng juga hadir dengan berbagai inovasi seperti tambahan keju, cokelat, susu kental manis, madu, hingga taburan gula halus.
Popularitasnya bahkan telah meluas ke berbagai negara dan menjadi salah satu jajanan Indonesia yang paling dikenal oleh wisatawan mancanegara.
- Klepon – Rating 4,3
Di posisi kedua terdapat klepon dengan nilai 4,3.
Kue tradisional berbentuk bulat kecil ini dibuat dari tepung ketan yang diberi pewarna alami daun pandan sehingga menghasilkan warna hijau yang khas.
Bagian dalam klepon diisi gula merah cair.
Saat digigit, gula merah akan meleleh sehingga menghadirkan sensasi manis yang menjadi ciri khas makanan ini.
Setelah direbus, klepon digulingkan dalam kelapa parut segar sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur kenyal yang disukai banyak orang.
Klepon menjadi salah satu ikon jajanan pasar Indonesia yang hingga kini masih mudah ditemukan.
- Odading – Rating 4,2
Posisi ketiga ditempati odading dengan rating 4,2.
Roti goreng khas Jawa Barat ini memiliki bentuk mengembang dengan bagian luar yang sedikit renyah dan bagian dalam yang empuk.
Odading umumnya dinikmati sebagai teman minum teh maupun kopi.
Meskipun berasal dari Jawa Barat, jajanan ini kini telah dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia.
Popularitas odading juga sempat meningkat pesat beberapa tahun terakhir setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
- Serabi – Rating 4,2
Di urutan keempat terdapat serabi yang juga memperoleh nilai 4,2.
Serabi dibuat dari campuran tepung beras dan santan, kemudian dimasak menggunakan tungku tanah liat sehingga menghasilkan aroma khas yang sulit ditemukan pada alat masak modern.
Setiap daerah memiliki variasi serabi yang berbeda.
Di Jawa Barat misalnya, serabi lebih banyak disajikan dengan kuah gula merah atau kinca.
Sementara di beberapa daerah lain terdapat serabi gurih yang dipadukan dengan berbagai topping modern seperti keju, cokelat, pisang, hingga daging.
Perpaduan resep tradisional dan inovasi modern membuat serabi tetap diminati berbagai kalangan.
- Kue Putu – Rating 4,1
Kue putu berada di posisi kelima dengan rating 4,1.
Makanan ini dibuat dari tepung beras yang diberi aroma pandan, kemudian diisi gula merah dan dikukus menggunakan cetakan bambu.
Salah satu hal yang paling melekat dari kue putu adalah suara khas uap dari gerobak penjual yang sering terdengar pada sore hingga malam hari.
Bagi banyak masyarakat Indonesia, suara tersebut menjadi bagian dari nostalgia masa kecil.
Ketika matang, kue putu disajikan dengan taburan kelapa parut sehingga menghadirkan perpaduan rasa manis, gurih, dan aroma pandan yang harum.
- Dadar Gulung – Rating 4,0
Posisi keenam ditempati dadar gulung dengan nilai 4,0.
Kue tradisional ini memiliki kulit tipis berwarna hijau yang dibuat menggunakan daun pandan atau daun suji sebagai pewarna alami.
Bagian dalamnya diisi campuran kelapa parut yang dimasak bersama gula merah hingga menghasilkan isian yang manis dan harum.
Tekstur kulit yang lembut berpadu dengan isian yang legit membuat dadar gulung menjadi salah satu jajanan pasar favorit masyarakat Indonesia.
Selain disajikan dalam bentuk tradisional, kini banyak variasi modern yang menggunakan isian cokelat, keju, hingga durian.
- Lapis Legit – Rating 3,9
Lapis legit menempati posisi ketujuh dengan nilai 3,9.
Kue premium ini dikenal karena proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Setiap lapisan dipanggang satu per satu sehingga menghasilkan puluhan lapisan tipis yang menjadi ciri khasnya.
Bahan utama lapis legit terdiri atas mentega, telur, gula, serta berbagai rempah seperti kayu manis, cengkih, dan kapulaga.
Kombinasi tersebut menghasilkan aroma yang kaya serta tekstur lembut yang membuat lapis legit sering dijadikan hidangan spesial pada berbagai perayaan.
- Es Teler – Rating 3,9
Di posisi kedelapan terdapat es teler dengan rating 3,9.
Berbeda dari makanan penutup lainnya, es teler merupakan hidangan dingin yang sangat populer di Indonesia.
Minuman ini berisi alpukat, kelapa muda, nangka, cincau, serta berbagai jenis buah lainnya.
Seluruh bahan tersebut dipadukan dengan susu, santan, sirup, dan es serut sehingga menghasilkan rasa manis sekaligus menyegarkan.
Es teler menjadi pilihan favorit masyarakat saat cuaca panas maupun sebagai hidangan penutup setelah menikmati makanan berat.
- Kue Lapis – Rating 3,8
Posisi kesembilan ditempati kue lapis dengan nilai 3,8.
Kue ini dibuat dari campuran tepung beras, tepung tapioka, santan, dan gula.
Teksturnya kenyal dengan tampilan berlapis-lapis yang penuh warna sehingga menarik perhatian.
Banyak orang menikmati kue lapis dengan cara mengupas setiap lapisannya satu per satu, menjadikannya pengalaman yang unik saat menyantap jajanan tradisional tersebut.
Selain menjadi camilan sehari-hari, kue lapis juga kerap hadir dalam berbagai acara keluarga maupun perayaan tradisional.
- Kue Ape – Rating 3,7
Melengkapi daftar sepuluh besar adalah kue ape dengan rating 3,7.
Jajanan khas Betawi ini memiliki bentuk yang sangat khas.
Bagian tengahnya lembut dan tebal, sedangkan pinggirannya tipis serta renyah.
Adonan dibuat dari tepung terigu, santan, gula, dan daun pandan yang menghasilkan aroma harum ketika dipanggang.
Kue ape biasanya dijual oleh pedagang kaki lima menggunakan cetakan khusus sehingga menghasilkan bentuk yang unik.
Hingga kini, makanan tersebut masih menjadi salah satu jajanan tradisional yang mudah dijumpai di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.
Kuliner Penutup Nusantara Semakin Mendunia
Masuknya berbagai makanan tradisional Indonesia dalam daftar Best Rated Desserts in Indonesia versi TasteAtlas menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Nusantara terus mendapat pengakuan internasional.
Setiap makanan tidak hanya menawarkan cita rasa yang lezat, tetapi juga menyimpan nilai budaya, sejarah, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Mulai dari penggunaan bahan-bahan lokal seperti kelapa, gula merah, tepung beras, santan, hingga pandan, seluruhnya mencerminkan kekayaan alam Indonesia yang diolah menjadi hidangan penutup dengan karakter khas.
Di tengah maraknya dessert modern dari berbagai negara, makanan penutup tradisional Indonesia tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Banyak pelaku usaha kuliner juga mulai menghadirkan inovasi baru tanpa menghilangkan cita rasa aslinya sehingga makanan tradisional tetap relevan dengan selera generasi muda.
Keberhasilan pisang goreng menduduki posisi pertama dalam daftar TasteAtlas sekaligus menjadi bukti bahwa makanan sederhana pun mampu memperoleh pengakuan dunia apabila memiliki kualitas rasa yang konsisten dan menjadi bagian dari identitas budaya sebuah bangsa.
Daftar ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki warisan kuliner yang sangat kaya dan layak terus dilestarikan. Dengan semakin banyaknya makanan tradisional yang dikenal secara internasional, peluang untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui sektor kuliner pun semakin terbuka lebar.
Sumber : www.kompas.com
