Nasi Gulung Wonocolo, makanan khas di objek wisata Geo Heritage (Geopark) Teksas Wonocolo, Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaen Bojonegoro. (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Bojonegoro, Jawa Timur, kini tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan hutan jati, tetapi juga sebagai tempat lahirnya kuliner unik yang tengah naik daun: Nasi Gulung Wonocolo. Kuliner tradisional ini berasal dari Desa Kedewan, Kecamatan Kedewan, dan jadi perbincangan warganet karena dibungkus menggunakan daun jati segar, bukan daun pisang seperti umumnya. Aroma khas daun jati memberi sentuhan alami yang membuat rasa nasi semakin lezat dan berbeda dari nasi bungkus biasa.
Warung yang menyajikan nasi gulung ini adalah Warung Mbok Marmi, berlokasi di kawasan Wisata Geopark Petroleum Wonocolo. Letaknya tersembunyi di jalur hutan menuju ladang sumur minyak tradisional. Meski terpencil, warung ini justru ramai dikunjungi, terutama di akhir pekan. Banyak pengunjung sengaja datang dari luar daerah sambil berwisata alam, lalu menyempatkan diri menikmati sensasi makan nasi gulung di bawah rindangnya pepohonan jati.
Isi nasi gulungnya sangat menggoda: nasi putih hangat, ayam kampung suwir, tempe goreng, telur iris, lalapan segar, dan yang paling dicari: sambal kemangi buatan Mbok Marmi yang pedas dan wangi. Harga per porsi juga sangat terjangkau, mulai dari Rp8.000, tergantung lauk yang dipilih. Pengunjung bahkan bisa menambah lauk seperti ayam bakar, lele goreng, atau bandeng presto hanya dengan menambah Rp3.000–Rp5.000.
Popularitas nasi gulung daun jati ini meroket setelah seorang food vlogger lokal mengunggah video di TikTok berjudul “Makan di Tengah Hutan Jati, Rasa Nasi Gulungnya Gila Enak!”. Video tersebut sudah ditonton lebih dari 2 juta kali dan menuai banyak komentar positif. Warganet dari berbagai kota seperti Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta mulai menandai lokasi warung tersebut sebagai destinasi wisata kuliner saat liburan ke Bojonegoro.
Melihat potensi besarnya, nasi gulung Kedewan dinilai bisa menjadi ikon kuliner lokal Bojonegoro yang memperkuat identitas daerah. Perpaduan antara makanan tradisional, bahan lokal, serta suasana alam terbuka menjadikannya daya tarik wisata tersendiri. Pemerintah daerah pun mulai melirik kuliner ini sebagai bagian dari pengembangan ekowisata dan promosi budaya lokal. Jika terus dikembangkan, bukan tidak mungkin nasi gulung daun jati akan sejajar dengan kuliner ikonik lain seperti gudeg Jogja atau nasi liwet Solo.
