Jakarta – Misteri hilangnya dua warga Jakarta usai kericuhan aksi massa di kawasan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, pada akhir Agustus 2025 akhirnya terungkap. Setelah sempat masuk dalam daftar orang hilang dan dicari selama lebih dari dua pekan, keduanya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka adalah Bima Permana Putra dan Eko Purnomo.
Fakta mengejutkan terungkap: keduanya ternyata tidak hilang karena ikut dalam demonstrasi, melainkan pergi atas kemauan pribadi untuk merantau mencari nafkah di luar kota.
Jejak Bima di Malang
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa laporan hilangnya Bima diterima Polsek Cikarang Selatan pada 6 September 2025, usai terakhir terlihat di 31 Agustus 2025 malam, bertepatan dengan puncak unjuk rasa di Jakarta.
Namun, penyelidikan menemukan bahwa Bima berangkat ke Malang atas inisiatif sendiri. Ia menempuh perjalanan dengan sepeda motor, sempat menjual kendaraannya di Tegal, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api. Setibanya di Malang, Bima tinggal di hotel sederhana dan bertahan hidup dengan berjualan mainan barongsai di sekitar kawasan Kelenteng Lama. Ia akhirnya diamankan oleh Polres Kota Malang pada 17 September 2025.
Eko, Penangkap Ikan di Kalimantan
Sementara itu, kasus Eko Purnomo berbeda. Ia dilaporkan hilang oleh ibunya, Sarwiti, ke Polsek Cempaka Putih pada 3 September 2025. Awalnya, Eko memang terlihat menonton jalannya demonstrasi di Mako Brimob, namun polisi memastikan ia tidak menjadi bagian dari massa aksi.
Lewat penelusuran komunikasi, Eko diketahui pergi menuju Kalimantan. Pada 16 September 2025, ia sempat menghubungi keluarganya kembali. Esok harinya, 17 September 2025, ia berhasil ditemukan sedang bekerja sebagai anak buah kapal penangkap ikan di perairan Kalimantan Tengah.
Keputusan Pribadi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indradi, menegaskan hasil pendalaman menyatakan bahwa kepergian keduanya murni keputusan pribadi, tanpa kaitan dengan aksi unjuk rasa.
“Dari wawancara yang dilakukan tim, disimpulkan bahwa keduanya pergi atas kemauan sendiri. Alhamdulillah, kini keberadaan mereka sudah jelas,” ujar Ade Ary.
Permintaan Maaf dan Rasa Lega
Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada 18 September 2025, baik Bima maupun Eko menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga dan masyarakat karena sempat menimbulkan kepanikan.
-
Bima mengakui perginya tanpa pamit:
“Saya ingin memohon maaf terutama untuk orang tua dan keluarga karena pergi tanpa kabar dan menimbulkan kegaduhan,” ucapnya. -
Eko pun meminta maaf karena ponselnya mati, sehingga tidak sempat memberi kabar:
“Mohon maaf kepada ibu saya karena membuat khawatir. Saya pergi tanpa pamit, handphone saya mati,” katanya.
Keluarga yang hadir tak kuasa menahan tangis lega saat bisa kembali memeluk mereka dalam keadaan sehat.
PR Polisi: Masih Ada Dua yang Hilang
Meski menemukan Bima dan Eko, kepolisian masih memiliki pekerjaan rumah. Dua warga lainnya, Reno Syachputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid, hingga kini masih masuk daftar orang hilang.
Keduanya terakhir terlihat di sekitar Mako Brimob saat aksi 29–30 Agustus 2025. Hingga kini, pencarian masih berlangsung dan polisi meminta doa dari masyarakat.
“Tim masih bekerja. Semoga Reno dan Farhan segera ditemukan,” ujar Ade Ary.
