Tumpukan sampah rumah tangga di Jalan K.H. Abbas, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Persoalan sampah kembali menjadi perhatian di Kabupaten Cirebon. Selama hampir dua bulan terakhir, tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada di Jalan K.H. Abbas, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terus menggunung hingga meluber ke bahu jalan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat yang membuat warga sekitar dan para pengguna jalan merasa tidak nyaman.
Setiap hari, masyarakat yang melintas di kawasan tersebut harus berhadapan dengan gunungan sampah yang semakin tinggi. Berbagai jenis limbah, mulai dari sampah rumah tangga, plastik, kardus, hingga sisa makanan bercampur menjadi satu tanpa adanya penanganan yang maksimal. Saat cuaca panas, aroma tidak sedap semakin menyengat dan menyebar hingga ke permukiman warga di sekitar TPS.
Kondisi ini memicu keluhan dari masyarakat yang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar persoalan sampah tidak terus berlarut-larut.
Sampah Menggunung hingga Meluber ke Bahu Jalan
Pantauan di lokasi pada Kamis siang menunjukkan tumpukan sampah telah melebihi kapasitas Tempat Penampungan Sementara (TPS). Gunungan sampah bahkan meluber hingga ke bahu jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga yang melintas.
Sebagian sampah tampak berserakan di sekitar TPS karena tidak lagi mampu ditampung di area yang tersedia. Plastik bekas, botol minuman, kardus, limbah rumah tangga, hingga sisa makanan terlihat menumpuk tanpa proses pengangkutan.
Situasi tersebut menjadi pemandangan yang setiap hari harus dihadapi masyarakat. Selain mengurangi estetika lingkungan, kondisi ini juga dikhawatirkan dapat memicu munculnya berbagai persoalan kesehatan akibat berkembangnya lalat, tikus, maupun bakteri yang berasal dari sampah yang menumpuk.
Saat angin bertiup, bau busuk dari tumpukan sampah menyebar hingga beberapa meter dari lokasi TPS. Banyak pengendara sepeda motor maupun mobil terlihat menutup hidung ketika melintasi kawasan tersebut.
Warga Mengaku Sudah Hampir Dua Bulan
Warga sekitar mengatakan persoalan ini bukan terjadi dalam hitungan hari, melainkan sudah berlangsung hampir dua bulan. Selama itu pula volume sampah terus bertambah karena sampah dari masyarakat tetap dibuang ke TPS setiap harinya.
Akibat pengangkutan yang tidak berjalan normal, sampah semakin menggunung hingga melampaui kapasitas penampungan.
Seorang warga bernama Udin mengaku kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, bau menyengat dari tumpukan sampah sangat terasa, terutama pada siang hari ketika cuaca panas.
“Kondisi sampah menumpuk hampir dua bulan. Katanya TPA lagi banyak antre. Sebenarnya agak risih, berharap cepat bersih saja,” ujar Udin.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang berharap persoalan ini segera mendapatkan solusi. Mereka khawatir apabila dibiarkan terlalu lama, tumpukan sampah akan semakin besar dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Ganggu Pengguna Jalan dan Aktivitas Warga
Selain mengganggu lingkungan permukiman, tumpukan sampah juga berdampak terhadap pengguna jalan yang setiap hari melintas di Jalan K.H. Abbas.
Karena sebagian sampah telah meluber ke bahu jalan, ruang gerak kendaraan menjadi lebih sempit. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas saat lalu lintas sedang padat.
Tak sedikit warga memilih mempercepat laju kendaraan ketika melintasi lokasi karena tidak tahan dengan aroma sampah yang begitu menyengat.
Pada malam hari, kondisi ini juga dikhawatirkan semakin berbahaya karena tumpukan sampah yang meluber ke badan jalan dapat mengurangi ruang pandang pengendara.
Berbagai Jenis Sampah Menumpuk
Sampah yang memenuhi TPS didominasi limbah rumah tangga yang berasal dari permukiman warga sekitar.
Selain itu, terlihat pula sampah plastik, botol minuman, kardus, styrofoam, dedaunan, hingga limbah organik yang mulai membusuk.
Karena terlalu lama tidak diangkut, sebagian sampah mulai mengeluarkan cairan lindi yang menimbulkan bau tidak sedap.
Tumpukan tersebut juga mengundang banyak lalat yang beterbangan di sekitar lokasi.
Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin akan muncul berbagai persoalan lingkungan lainnya, termasuk pencemaran saluran air ketika hujan turun.
DLH Kabupaten Cirebon Akui Ada Kendala
Menanggapi keluhan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon mengakui memang terjadi penumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Menurut DLH, kondisi tersebut dipicu oleh penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang diperparah dengan kerusakan alat berat sehingga proses pengelolaan sampah mengalami hambatan.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto, mengatakan pihaknya tengah berupaya mengatasi persoalan tersebut agar pengangkutan sampah dapat kembali berjalan normal.
“Tumpukan sampah di TPS terjadi akibat penumpukan di TPA serta alat berat yang rusak. Karena itu terjadi penumpukan sampah di beberapa TPS di Kabupaten Cirebon. Kami usahakan minggu depan sudah bisa ditangani,” ujar Suyanto.
Pernyataan tersebut memberikan harapan bagi warga bahwa persoalan sampah yang terjadi di sejumlah TPS, termasuk di Kecamatan Weru, akan segera mendapatkan penanganan.
Pengangkutan Sampah Diharapkan Kembali Normal
Masyarakat berharap proses pengangkutan sampah dapat dilakukan secara rutin seperti sebelumnya.
Menurut warga, apabila sampah diangkut setiap hari sesuai jadwal, penumpukan seperti yang terjadi saat ini tidak akan terjadi.
Selain pengangkutan rutin, masyarakat juga berharap pemerintah daerah menambah kapasitas TPS agar mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.
Penambahan armada pengangkut sampah serta perbaikan fasilitas di Tempat Pemrosesan Akhir juga dinilai menjadi langkah penting agar persoalan serupa tidak kembali terulang.
Persoalan Sampah Perlu Penanganan Menyeluruh
Masalah sampah bukan hanya terjadi di Kecamatan Weru, tetapi juga menjadi tantangan di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon.
Pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat membuat volume sampah terus bertambah setiap hari.
Apabila tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan yang memadai, kapasitas TPS maupun TPA akan semakin terbebani.
Karena itu, selain memperbaiki fasilitas dan mempercepat proses pengangkutan, edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah juga dinilai penting.
Pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah dapat membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS.
Di sisi lain, pengembangan bank sampah serta program daur ulang juga dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA.
Warga Berharap Penanganan Segera Direalisasikan
Saat ini, harapan terbesar masyarakat adalah agar tumpukan sampah di Jalan K.H. Abbas, Kecamatan Weru, segera diangkut sehingga lingkungan kembali bersih dan nyaman.
Warga juga berharap janji DLH Kabupaten Cirebon untuk menangani persoalan tersebut dalam waktu dekat dapat segera terealisasi.
Dengan pengangkutan yang kembali normal serta peningkatan kapasitas pengelolaan sampah, aktivitas masyarakat di sekitar TPS diharapkan tidak lagi terganggu oleh bau menyengat maupun tumpukan sampah yang meluber ke bahu jalan.
Penanganan yang cepat tidak hanya akan mengembalikan kenyamanan lingkungan, tetapi juga mengurangi potensi gangguan kesehatan, menjaga kebersihan kawasan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Langkah tersebut menjadi penting agar persoalan sampah yang telah berlangsung hampir dua bulan ini tidak kembali terulang di masa mendatang.
