Aksi kawanan maling burung dan ayam saat beraksi di sejumlah rumah di Blok Balong Setu, Kelurahan Kaliwadas, Kabupaten Cirebon, terekam kamera CCTV (Tangkapan Layar)
CIREBON, Buletinmedia.com – Aksi pencurian burung kontes dan ayam Bangkok kembali meresahkan warga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, kawanan maling beraksi sebanyak dua kali dan berhasil membawa kabur puluhan hewan peliharaan bernilai tinggi. Total kerugian yang dialami para pemilik ditaksir mencapai Rp27 juta, dengan salah satu burung yang dicuri merupakan juara kontes dan memiliki nilai jual hingga Rp13 juta.
Peristiwa tersebut terjadi di Blok Balong Setu, Kelurahan Kaliwadas, Kabupaten Cirebon. Sedikitnya empat rumah warga menjadi sasaran pencurian. Para pelaku diduga telah mempelajari kondisi lingkungan sebelum menjalankan aksinya sehingga mampu bergerak dengan leluasa tanpa menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
Aksi kedua pelaku bahkan terekam jelas oleh kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di salah satu rumah korban. Dalam rekaman itu terlihat dua orang pria memasuki area permukiman saat situasi masih sepi. Keduanya tampak tenang dan mengetahui lokasi kandang burung maupun ayam yang menjadi target pencurian.
Berdasarkan rekaman CCTV, kedua pelaku beberapa kali keluar masuk area rumah sambil membawa sangkar burung dan ayam Bangkok. Mereka terlihat hilir mudik mengangkut hasil curian hingga seluruh hewan yang menjadi sasaran berhasil dibawa kabur.
Dari aksi tersebut, sedikitnya 14 ekor burung dan ayam Bangkok raib dalam satu malam. Hewan-hewan tersebut berasal dari empat rumah yang berada di lokasi berdekatan. Karena dilakukan saat dini hari, para pemilik sama sekali tidak mengetahui aksi pencurian tersebut.
Korban baru menyadari burung dan ayam peliharaannya hilang ketika hendak memberi pakan pada pagi hari. Saat memeriksa kandang, mereka mendapati sejumlah sangkar sudah kosong, sementara beberapa kandang ayam dalam keadaan terbuka.
Kondisi itu membuat para pemilik terkejut. Pasalnya, hewan yang dicuri bukan sekadar peliharaan biasa, melainkan burung kontes yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena pernah menjuarai perlombaan. Salah satunya bahkan dibeli dengan harga Rp13 juta, sehingga kerugian yang dialami korban menjadi cukup besar.
Selain memiliki nilai jual tinggi, beberapa burung tersebut juga membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk perawatan hingga mampu menjadi burung kontes berprestasi. Kehilangan itu bukan hanya berdampak secara materi, tetapi juga menghilangkan hasil jerih payah pemilik yang selama ini merawat hewan peliharaannya.
Menurut keterangan pemilik, aksi pencurian seperti ini bukan pertama kali terjadi. Dalam satu bulan terakhir, kawasan tersebut sudah dua kali disatroni kawanan maling dengan sasaran utama burung kontes dan ayam Bangkok.
Akibat dua kejadian tersebut, total hewan peliharaan yang hilang mencapai 27 ekor, terdiri dari berbagai jenis burung kicau serta ayam Bangkok. Seluruh hewan ditempatkan di kandang khusus yang berada di luar rumah, sehingga memudahkan pelaku membawa kabur tanpa harus masuk ke dalam bangunan utama.
Pemilik burung dan ayam, Nanda, mengatakan para pelaku diduga berjumlah dua orang. Dugaan tersebut diperkuat dari rekaman CCTV yang memperlihatkan kedua pelaku beraksi secara bersama-sama saat waktu Subuh.
“Jadi memang hilangnya pas Subuh. Setelah dicek lewat CCTV, pelakunya berjumlah dua orang. Ini sudah dua kali pencurian dan total kehilangan sampai 27 ekor. Total kerugian pencurian ini ditaksir mencapai Rp27 juta,” ujar Nanda.
Keterangan tersebut memperlihatkan bahwa para pelaku diduga telah mengetahui kondisi lingkungan dan waktu yang dianggap aman untuk menjalankan aksinya. Mereka memilih beroperasi ketika sebagian besar warga masih beristirahat sehingga aktivitas di sekitar lokasi relatif sepi.
Rekaman CCTV kini menjadi satu-satunya bukti yang dapat memperlihatkan bagaimana kedua pelaku menjalankan aksinya. Warga berharap rekaman tersebut dapat membantu mengidentifikasi identitas pelaku apabila nantinya kasus ini dilaporkan kepada aparat penegak hukum.
Peristiwa pencurian burung kontes memang kerap terjadi karena burung-burung berkualitas memiliki harga jual yang tinggi. Selain mudah dipindahkan, burung hasil curian juga relatif mudah dipasarkan kembali apabila tidak memiliki tanda identitas khusus.
Hal serupa juga terjadi pada ayam Bangkok yang dikenal memiliki nilai ekonomi cukup tinggi, terutama bagi ayam yang memiliki kualitas unggul atau pernah mengikuti berbagai perlombaan. Kondisi tersebut membuat kedua jenis hewan ini kerap menjadi incaran pelaku pencurian.
Meski telah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah dan menjadi korban pencurian sebanyak dua kali, pemilik mengaku belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian. Sebagai langkah antisipasi, ia memilih memperkuat sistem keamanan di lingkungan tempat tinggalnya.
Beberapa kamera CCTV tambahan mulai dipasang di sejumlah titik yang dianggap rawan. Selain itu, warga juga meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan lingkungan, terutama pada malam hingga dini hari saat aktivitas masyarakat mulai berkurang.
Korban berharap tidak ada lagi aksi pencurian serupa yang meresahkan warga. Ia juga mengimbau para pemilik burung kontes maupun ayam Bangkok agar meningkatkan keamanan kandang dan memasang kamera pengawas sebagai upaya pencegahan.
Dengan adanya rekaman CCTV serta meningkatnya kewaspadaan masyarakat, diharapkan pelaku pencurian dapat segera teridentifikasi sehingga aksi serupa tidak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon. Warga juga berharap keamanan lingkungan terus ditingkatkan agar para penghobi burung kontes dan peternak ayam Bangkok dapat memelihara hewan mereka dengan lebih aman tanpa dihantui ancaman pencurian.
