Diduga overheat oven, pabrik briket ekspor terbakar hebat (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik briket ekspor di Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu malam. Peristiwa kebakaran pabrik di Cirebon ini menghanguskan bangunan produksi beserta bahan baku briket yang mudah terbakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Api diduga berasal dari oven produksi yang mengalami overheat atau panas berlebih. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan dengan cepat melalap tumpukan bahan baku briket yang berada di dalam pabrik. Material yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Video amatir yang direkam warga sekitar memperlihatkan detik-detik kebakaran pabrik briket ekspor di Cirebon tersebut. Dalam rekaman, terlihat api berkobar besar disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga menembus atap bangunan. Sebagian atap pabrik bahkan runtuh akibat tak kuat menahan panas dan kobaran api yang terus membesar.
Warga sekitar sempat panik melihat kobaran api yang begitu besar. Kekhawatiran muncul karena lokasi pabrik berada tidak jauh dari permukiman dan bangunan lainnya. Namun, beruntung api tidak sampai merembet ke bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Cirebon yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Sedikitnya empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan berusaha mencegah api meluas.
Dalam hitungan menit, api sudah menguasai sebagian besar area pabrik. Tumpukan bahan baku briket serta sejumlah produk jadi yang siap ekspor tidak dapat diselamatkan. Bangunan pabrik pun mengalami kerusakan cukup parah akibat dilalap api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendar, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada malam hari dan segera menerjunkan personel ke lokasi.
“Kami mendapat laporan adanya kebakaran pabrik briket. Petugas langsung sigap melakukan pemadaman. Untuk penyebabnya masih menunggu proses pendinginan dan penyelidikan lebih lanjut, namun dugaan sementara karena oven mengalami overheat. Saat kejadian, petugas malam yang bertugas merupakan karyawan baru. Bahan briket yang terbakar kurang lebih dua ton dan api tidak merembet ke bangunan lain,” ujar Dadang.
Menurutnya, proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam. Petugas harus berjibaku melawan kobaran api yang terus membesar akibat banyaknya bahan mudah terbakar di dalam pabrik. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali.
Beruntung dalam insiden kebakaran pabrik briket di Plumbon Cirebon ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Seluruh karyawan yang berada di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
Meski tidak menimbulkan korban, kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Selain bangunan utama yang rusak parah, sejumlah mesin produksi serta bahan baku dan produk jadi ikut hangus terbakar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada oven produksi yang mengalami panas berlebih atau overheat sehingga memicu percikan api. Aparat terkait juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sistem keamanan dan standar operasional prosedur di pabrik tersebut.
Peristiwa kebakaran pabrik di Cirebon ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku industri, khususnya yang menggunakan mesin bersuhu tinggi seperti oven produksi, untuk rutin melakukan pengecekan dan perawatan peralatan. Sistem pengamanan seperti alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, serta pelatihan tanggap darurat bagi karyawan juga menjadi hal krusial untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Selain itu, pengawasan terhadap karyawan baru maupun sistem kerja pada shift malam juga perlu diperhatikan guna memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan dengan baik.
Kebakaran pabrik briket ekspor di Desa Marikangen ini sempat menjadi perhatian warga sekitar karena besarnya kobaran api yang terlihat dari kejauhan. Banyak warga merekam kejadian tersebut dan membagikannya ke media sosial hingga menjadi perbincangan luas.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan industri di wilayah Kabupaten Cirebon. Langkah ini penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar, baik secara ekonomi maupun keselamatan jiwa.
Saat ini, lokasi kebakaran masih dalam pengawasan petugas untuk memastikan situasi benar-benar aman. Proses penyelidikan penyebab kebakaran juga terus dilakukan guna memastikan faktor pemicu utama insiden tersebut.
Dengan tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa ini, masyarakat patut bersyukur. Namun kerugian besar yang ditimbulkan menjadi catatan serius bagi semua pihak agar sistem keamanan dan keselamatan kerja di lingkungan industri semakin ditingkatkan di masa mendatang.
