Diduga Mengantuk, Dua Truk Adu Bagong di Jalur Pantura Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kecelakaan truk terjadi di jalur arteri Pantura, tepatnya di Jalan Raya Diponegoro, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis siang. Insiden ini melibatkan truk pengangkut batu dan truk gandengan yang bertabrakan dari arah berlawanan. Diduga, sopir truk pengangkut batu mengantuk saat mengemudi sehingga kendaraan oleng ke jalur berlawanan dan menyebabkan adu bagong yang tidak terelakkan.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas di Pantura Cirebon ini sempat mengundang perhatian para pengguna jalan yang melintas. Lokasi kejadian yang berada di jalur padat kendaraan membuat arus lalu lintas tersendat beberapa saat. Meski kedua kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan akibat benturan keras, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan bermula ketika truk bermuatan batu dengan nomor polisi E 9092 VA melaju dari arah Cirebon menuju Indramayu. Saat melintas di Jalan Raya Diponegoro, kendaraan tersebut diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Diduga sopir dalam kondisi mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi dan kendali atas kendaraannya.
Akibatnya, truk pengangkut batu tersebut oleng ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk gandengan dengan nomor polisi E 9098 AE dengan kecepatan sedang. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan adu bagong antara kedua truk tidak dapat dihindari.
Benturan keras pun terjadi tepat di bagian depan kedua kendaraan. Suara dentuman keras terdengar hingga radius beberapa meter dan membuat pengguna jalan lainnya terkejut. Bagian kabin depan kedua truk tampak ringsek parah akibat kuatnya benturan.
Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Zakaria, mengatakan bahwa truk bermuatan batu terlihat melaju cukup kencang sebelum akhirnya oleng ke kanan. Ia menyebut sopir truk gandengan sebenarnya sudah berupaya menghindar, namun jarak yang terlalu dekat membuat kecelakaan tetap terjadi.
“Untuk kronologinya, ketika truk bermuatan batu melaju dari arah Cirebon menuju Indramayu, kendaraan itu oleng ke kanan dengan kecepatan tinggi. Sopir truk gandengan sudah berusaha menghindar sekuat tenaga, tetapi benturan keras antarmuka tak terelakkan,” ujar Zakaria.
Akibat kecelakaan truk di Pantura Cirebon tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan berat di bagian depan. Kaca depan pecah, bemper hancur, dan ruang mesin mengalami kerusakan cukup serius. Meski demikian, para sopir selamat dan tidak mengalami luka berat.
Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Sopir truk pengangkut batu yang diketahui bernama Jamil langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pelabuhan untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan antisipasi untuk memastikan kondisi kesehatannya pascakecelakaan.
Kanit Gakkum Polres Cirebon Kota, Ipda Rian, membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas antara truk gandengan dan truk muatan batu di Jalan Raya Diponegoro, Kota Cirebon. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, truk muatan batu diduga oleng ke kanan sehingga menabrak truk gandengan dari arah berlawanan.
“Terjadi kecelakaan lalu lintas tepatnya di Jalan Raya Diponegoro antara mobil truk gandengan dan truk muatan batu. Untuk kronologi kejadian, truk muatan batu oleng ke kanan sehingga menabrak truk gandengan. Tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Ipda Rian.
Ia juga menambahkan bahwa faktor kelelahan atau mengantuk saat mengemudi masih dalam pendalaman petugas. Polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kedua sopir serta saksi-saksi guna memastikan penyebab utama kecelakaan truk di Pantura tersebut.
Kecelakaan di jalur Pantura Cirebon ini kembali menjadi pengingat bagi para pengemudi, khususnya sopir kendaraan berat, agar selalu menjaga kondisi fisik sebelum berkendara. Mengantuk saat mengemudi merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur padat dan rawan seperti Pantura.
Jalur arteri Pantura sendiri dikenal sebagai salah satu jalur utama penghubung antarwilayah di Pulau Jawa yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, termasuk kendaraan logistik dan angkutan barang. Kondisi tersebut membuat potensi kecelakaan cukup tinggi apabila pengemudi tidak dalam kondisi prima.
Saat ini, kasus kecelakaan truk di Pantura Cirebon tersebut masih ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota. Petugas terus melakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi akibat kecelakaan ini diperkirakan cukup besar mengingat kerusakan parah yang dialami kedua kendaraan. Polisi juga mengimbau para pengemudi agar beristirahat cukup sebelum melakukan perjalanan jauh demi keselamatan bersama.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama. Konsentrasi dan kondisi tubuh yang prima sangat menentukan keamanan selama perjalanan, terutama di jalur padat seperti Pantura Cirebon.
