Ilustrasi pasangan bahagia/copyrightshutterstock/TimeImage Production
Buletinmedia.com – Tidak semua pasangan punya kesempatan untuk bertemu setiap hari. Kesibukan pekerjaan, jadwal yang padat, perjalanan dari rumah ke kantor, hingga tuntutan karier membuat waktu bersama pasangan terkadang harus menunggu sampai akhir pekan.
Bagi sebagian orang, Sabtu dan Minggu bukan sekadar hari libur. Dua hari tersebut justru menjadi waktu yang paling ditunggu untuk bertemu, mengobrol, makan bersama, jalan-jalan, atau sekadar menghabiskan waktu berdua setelah sepanjang minggu disibukkan dengan pekerjaan.
Fenomena seperti ini belakangan kerap disebut sebagai weekend couple. Istilah tersebut menggambarkan pasangan yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama pada akhir pekan karena pada hari kerja memiliki kesibukan masing-masing.
Weekend couple cukup mudah ditemui di kota-kota besar. Ritme kehidupan yang cepat, tuntutan pekerjaan, waktu tempuh perjalanan yang panjang, hingga kebiasaan menjalani pekerjaan tambahan membuat banyak pasangan tidak memiliki cukup waktu untuk bertemu pada hari kerja.
Kondisi tersebut juga bisa terjadi pada pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh. Ada pasangan yang tinggal di kota berbeda karena pekerjaan, tetapi berusaha bertemu setiap akhir pekan. Ada pula pasangan suami istri yang memilih tinggal di tempat berbeda untuk sementara waktu demi mempertahankan pekerjaan atau mengejar pendidikan.
Meski hanya bertemu beberapa kali dalam seminggu, kondisi tersebut tidak otomatis berarti hubungan sedang renggang. Justru bagi sebagian pasangan, pertemuan di akhir pekan menjadi momen penting untuk menjaga kedekatan dan mengisi kembali energi setelah menjalani rutinitas yang melelahkan.
Apa Itu Weekend Couple?
Secara sederhana, weekend couple adalah pasangan yang memiliki waktu bersama lebih banyak pada akhir pekan dibandingkan hari kerja.
Istilah ini bukan berarti pasangan hanya boleh bertemu pada Sabtu dan Minggu. Weekend couple lebih menggambarkan pola hubungan ketika kesibukan pekerjaan atau aktivitas lainnya membuat pasangan sulit bertemu secara rutin pada hari biasa.
Misalnya, seseorang bekerja di Jakarta sementara pasangannya bekerja di Bandung. Mereka mungkin hanya memiliki kesempatan bertemu pada Jumat malam hingga Minggu. Setelah itu, keduanya kembali menjalani rutinitas masing-masing.
Contoh lainnya adalah pasangan yang tinggal di kota yang sama, tetapi memiliki jadwal kerja berbeda. Salah satu bekerja dari pagi hingga sore, sedangkan pasangannya bekerja dengan sistem shift atau sering lembur. Meskipun jaraknya tidak jauh, waktu untuk bertemu tetap terbatas.
Dalam kondisi seperti itu, akhir pekan menjadi waktu yang paling realistis untuk melakukan aktivitas bersama.
Karena itu, weekend couple tidak selalu berkaitan dengan hubungan jarak jauh. Pasangan yang tinggal serumah sekalipun bisa mengalami pola serupa jika pekerjaan membuat mereka hampir tidak memiliki waktu berkualitas pada hari kerja.
Tidak Semua Pasangan Harus Bertemu Setiap Hari
Anggapan bahwa pasangan yang harmonis harus bertemu setiap hari tidak selalu berlaku untuk semua orang.
Setiap hubungan memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada pasangan yang merasa nyaman jika bisa bertemu setiap hari. Namun, ada juga pasangan yang tetap merasa dekat meskipun hanya bertemu beberapa kali dalam seminggu.
Bahkan, bagi pasangan yang memiliki pekerjaan padat, pertemuan di akhir pekan bisa menjadi kesempatan untuk benar-benar menikmati waktu bersama tanpa terganggu oleh pekerjaan.
Sebuah penelitian pada 2017 mengenai “Dual-earner Couples’ Weekend Recovery Support” meneliti hubungan antara dukungan pasangan pada akhir pekan dan pemulihan energi setelah menjalani pekerjaan.
Penelitian yang dilakukan Young Ah Park dan Verena C. Haun tersebut melibatkan 167 pasangan suami istri yang sama-sama bekerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan pasangan selama akhir pekan dapat membantu proses pemulihan setelah menjalani tekanan pekerjaan. Artinya, waktu bersama pasangan tidak harus dilakukan setiap hari untuk memberikan dampak positif.
Kualitas interaksi juga menjadi bagian penting.
Pasangan yang hanya memiliki waktu beberapa jam pada akhir pekan tetapi benar-benar menggunakan kesempatan tersebut untuk berbicara, mendengarkan keluhan, makan bersama, atau melakukan kegiatan yang disukai bisa saja memiliki hubungan yang lebih berkualitas dibanding pasangan yang bertemu setiap hari tetapi jarang melakukan komunikasi yang bermakna.
Frekuensi Bertemu Bukan Satu-Satunya Ukuran Hubungan
Lamanya waktu bertemu pasangan sering kali dianggap sebagai ukuran kedekatan dalam hubungan. Padahal, frekuensi pertemuan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas hubungan.
Pasangan yang bertemu setiap hari belum tentu selalu memiliki komunikasi yang baik. Sebaliknya, pasangan yang hanya bertemu pada akhir pekan bisa tetap memiliki hubungan yang kuat jika keduanya mampu menjaga komunikasi dan saling memberikan dukungan.
Psikolog klinis berlisensi Seth Meyers pernah menjelaskan kepada Psychology Today bahwa frekuensi pertemuan yang tinggi tidak otomatis menjamin sebuah hubungan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Menurutnya, setiap pasangan memiliki kebutuhan berbeda dalam menjalani hubungan. Ada yang membutuhkan lebih banyak waktu bersama, sementara pasangan lainnya justru nyaman memiliki ruang pribadi.
Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana pasangan tersebut merasa aman dan nyaman dengan pola hubungan yang mereka jalani.
Jika kedua pihak memahami kondisi masing-masing, bertemu hanya pada akhir pekan tidak harus menjadi masalah.
Sebaliknya, persoalan bisa muncul ketika salah satu pihak merasa diabaikan, sementara pihak lainnya menganggap kondisi tersebut merupakan sesuatu yang biasa.
Karena itu, komunikasi menjadi kunci utama dalam hubungan yang memiliki waktu pertemuan terbatas.
Kesibukan Kerja Jadi Salah Satu Penyebab Weekend Couple
Pekerjaan menjadi salah satu alasan paling umum mengapa pasangan tidak bisa bertemu setiap hari.
Saat ini, banyak pekerjaan yang menuntut waktu panjang. Ada karyawan yang harus lembur, bekerja dengan sistem shift, melakukan perjalanan dinas, menghadiri rapat hingga malam, atau menempuh perjalanan jauh dari rumah menuju tempat kerja.
Belum lagi mereka yang memiliki pekerjaan sampingan atau side hustle.
Setelah menyelesaikan pekerjaan utama, sebagian orang masih harus menjalankan bisnis kecil, membuat konten, mengambil pekerjaan freelance, atau mengurus usaha pribadi.
Rutinitas tersebut membuat waktu untuk hubungan menjadi semakin terbatas.
Tidak sedikit pula pekerja yang menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan. Berangkat pagi dan pulang malam membuat seseorang sudah terlalu lelah ketika sampai di rumah.
Dalam situasi seperti ini, bertemu pasangan pada hari kerja mungkin terasa sulit meskipun sebenarnya jarak antara keduanya tidak terlalu jauh.
Akhir pekan kemudian menjadi waktu yang paling memungkinkan untuk kembali terhubung.
Budaya Kerja Bisa Memengaruhi Hubungan
Kehidupan pekerjaan tidak hanya memengaruhi kondisi finansial seseorang, tetapi juga bisa memengaruhi hubungan pribadi.
Budaya kerja yang menuntut seseorang selalu tersedia, bekerja dalam waktu panjang, atau mengejar target tertentu dapat mengurangi waktu yang tersedia untuk pasangan.
Bagi pekerja di kota besar, masalah tersebut bisa semakin terasa.
Perjalanan dari rumah menuju kantor dan sebaliknya dapat menghabiskan waktu berjam-jam. Setelah tiba di rumah, energi yang tersisa mungkin hanya cukup untuk beristirahat.
Akibatnya, komunikasi dengan pasangan pada hari kerja bisa menjadi sangat singkat.
Dalam kondisi seperti ini, pasangan perlu mencari pola yang paling sesuai.
Jika tidak memungkinkan bertemu setiap hari, bukan berarti hubungan harus kehilangan kedekatan. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk tetap berkomunikasi, sementara waktu akhir pekan bisa digunakan untuk membangun kembali kedekatan secara langsung.
Akhir Pekan Bisa Menjadi Waktu untuk Mengurangi Stres
Akhir pekan biasanya memberikan ruang yang lebih longgar dibandingkan hari kerja.
Tidak ada tuntutan untuk bangun terlalu pagi karena pekerjaan, tidak ada rapat kantor, dan sebagian orang bisa mengatur jadwal dengan lebih fleksibel.
Kondisi tersebut membuat akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan bersama pasangan.
Tidak harus selalu pergi ke tempat mahal.
Menonton film di rumah, memasak bersama, berjalan-jalan di taman, berolahraga, makan di tempat sederhana, atau sekadar berbincang sambil menikmati kopi juga bisa menjadi kegiatan yang berarti.
Wendy L. Patrick, J.D., Ph.D., dalam tulisannya di Psychology Today, menyoroti adanya perbedaan kondisi psikologis antara hari kerja dan akhir pekan.
Rutinitas pekerjaan yang melelahkan dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Karena itu, menyisipkan kegiatan menyenangkan bersama pasangan bisa membantu mengurangi tekanan setelah menjalani minggu yang padat.
Hal sederhana seperti makan malam bersama atau menonton film favorit bisa menjadi kesempatan untuk kembali menikmati hubungan tanpa memikirkan pekerjaan.
Weekend Couple Tidak Selalu Berarti Hubungan Jarak Jauh
Banyak orang mengira weekend couple hanya terjadi pada pasangan yang tinggal berjauhan.
Padahal, tidak selalu demikian.
Pasangan yang tinggal dalam satu kota pun dapat menjalani pola hubungan seperti ini. Misalnya, keduanya bekerja di tempat berbeda dengan jadwal yang sangat padat.
Salah satu mungkin bekerja pada hari Senin sampai Jumat, sedangkan pasangannya memiliki jadwal kerja yang tidak menentu. Keduanya baru memiliki waktu yang benar-benar kosong pada Sabtu atau Minggu.
Ada pula pasangan yang tinggal di kota yang sama tetapi memiliki jarak tempuh cukup jauh.
Jika perjalanan menuju tempat pasangan membutuhkan waktu dua atau tiga jam, bertemu sebentar setelah bekerja justru bisa terasa melelahkan.
Karena itu, mereka memilih menghabiskan waktu lebih panjang pada akhir pekan.
Weekend Couple dan Hubungan Jarak Jauh
Pola hubungan yang hanya bertemu pada akhir pekan juga dapat ditemukan dalam hubungan jarak jauh.
Pasangan yang tinggal di kota berbeda biasanya harus menyesuaikan jadwal perjalanan agar bisa bertemu.
Misalnya, seseorang bekerja di Jakarta dan pasangannya tinggal di Cirebon. Mereka mungkin memilih bertemu setiap Jumat malam kemudian menghabiskan waktu bersama hingga Minggu sebelum kembali menjalani rutinitas masing-masing.
Pola seperti ini membutuhkan perencanaan lebih matang.
Pasangan harus menentukan jadwal perjalanan, memperhitungkan biaya transportasi, mengatur waktu istirahat, serta menyesuaikan jadwal pekerjaan.
Namun, bagi sebagian pasangan, usaha tersebut justru membuat pertemuan terasa lebih berharga.
Mengenal Commuter Marriage
Fenomena yang lebih luas dari weekend couple juga dapat dikaitkan dengan istilah commuter marriage.
Dalam jurnal yang ditulis Hsin-Pei Wu dan Yu-Mei Wang pada 2022 di Frontiers in Psychology, commuter marriage menggambarkan hubungan pernikahan ketika pasangan hidup terpisah karena tuntutan pekerjaan atau pendidikan, tetapi tetap mempertahankan hubungan dan bertemu secara berkala.
Pasangan dalam commuter marriage biasanya memiliki tempat tinggal masing-masing karena tuntutan karier.
Misalnya, suami bekerja di Jakarta sedangkan istri bekerja di Bandung. Daripada salah satu pihak meninggalkan pekerjaan, keduanya memilih tetap menjalani kehidupan profesional di kota masing-masing.
Pertemuan kemudian dilakukan pada waktu tertentu, termasuk akhir pekan.
Pola tersebut berbeda dengan hubungan jarak jauh biasa karena pasangan yang sudah menikah memang sengaja mempertahankan dua tempat tinggal untuk mendukung pekerjaan atau pendidikan masing-masing.
Karier dan Hubungan Bisa Berjalan Bersamaan
Keputusan menjalani hubungan dengan waktu pertemuan terbatas sering kali berkaitan dengan pilihan karier.
Di satu sisi, seseorang ingin mempertahankan hubungan. Di sisi lain, mereka juga memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan dan masa depan.
Tidak semua pasangan ingin mengorbankan karier hanya karena harus tinggal di satu kota.
Ada pasangan yang akhirnya menemukan jalan tengah dengan menjalani hubungan dari dua tempat berbeda.
Memang tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil.
Yang dibutuhkan adalah kesepakatan mengenai pola komunikasi, jadwal bertemu, pengelolaan keuangan, serta rencana jangka panjang.
Jika kondisi tersebut hanya bersifat sementara, pasangan biasanya memiliki target kapan mereka bisa kembali tinggal bersama.
Tantangan Menjadi Weekend Couple
Meski memiliki sejumlah keuntungan, weekend couple tetap memiliki tantangan.
Salah satunya adalah rasa rindu.
Ketika pasangan terbiasa bertemu hanya pada akhir pekan, beberapa hari tanpa bertemu bisa terasa panjang. Apalagi jika komunikasi tidak berjalan dengan baik.
Tantangan lain adalah ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap akhir pekan.
Karena hanya memiliki waktu satu atau dua hari, pasangan bisa berharap seluruh waktu tersebut harus dihabiskan bersama.
Padahal, setiap orang tetap membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri.
Jika semua kegiatan akhir pekan harus dilakukan berdua, justru bisa menimbulkan kelelahan.
Karena itu, penting untuk memberikan ruang bagi masing-masing pihak.
Selain itu, masalah pekerjaan juga terkadang tetap terbawa ke akhir pekan. Ada pasangan yang sudah merencanakan kencan, tetapi tiba-tiba salah satu harus lembur atau menyelesaikan pekerjaan.
Situasi seperti ini membutuhkan pengertian dan komunikasi.
Cara Menjaga Hubungan Tetap Harmonis
Menjalani hubungan sebagai weekend couple membutuhkan strategi agar kedekatan tetap terjaga.
Pertama, tentukan jadwal bertemu secara realistis.
Tidak perlu memaksakan diri bertemu setiap akhir pekan jika kondisi pekerjaan atau keuangan tidak memungkinkan. Yang terpenting adalah kedua pihak mengetahui kapan mereka bisa memiliki waktu bersama.
Kedua, manfaatkan teknologi.
Pesan singkat, panggilan suara, atau video call dapat menjadi cara sederhana untuk tetap terhubung ketika tidak bisa bertemu langsung.
Namun, komunikasi tidak harus dilakukan sepanjang hari.
Pesan sederhana seperti menanyakan kabar, memberikan semangat sebelum bekerja, atau mengucapkan selamat beristirahat sudah cukup untuk menunjukkan perhatian.
Ketiga, jangan hanya membicarakan masalah.
Saat waktu bersama terbatas, hindari menjadikan seluruh pertemuan sebagai sesi membahas persoalan hubungan.
Berikan ruang untuk bersenang-senang dan menikmati momen bersama.
Keempat, bicarakan rencana jangka panjang.
Jika kondisi weekend couple terjadi karena pekerjaan, pasangan sebaiknya memiliki gambaran mengenai masa depan hubungan.
Apakah pola tersebut akan berlangsung beberapa bulan, beberapa tahun, atau justru menjadi pilihan jangka panjang?
Jawaban tersebut penting agar kedua pihak memiliki ekspektasi yang sama.
Kualitas Waktu Lebih Penting daripada Kuantitas
Salah satu pelajaran penting dari fenomena weekend couple adalah bahwa banyaknya waktu bersama bukan satu-satunya ukuran hubungan yang sehat.
Dua orang bisa bertemu setiap hari tetapi tetap merasa jauh jika jarang berkomunikasi secara terbuka.
Sebaliknya, pasangan yang hanya bertemu beberapa kali dalam sebulan bisa tetap merasa dekat jika mampu menjaga komunikasi, kepercayaan, dan perhatian.
Karena itu, ketika bertemu pada akhir pekan, manfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin.
Tidak perlu selalu membuat agenda besar.
Kadang, kegiatan sederhana seperti sarapan bersama, berbelanja kebutuhan rumah, memasak, atau berbincang sebelum tidur justru menjadi kenangan yang paling berkesan.
Weekend Couple di Tengah Kehidupan Modern
Perubahan pola kerja membuat cara orang menjalani hubungan juga ikut berubah.
Dulu, pasangan yang tinggal berjauhan mungkin kesulitan berkomunikasi karena keterbatasan teknologi. Sekarang, komunikasi bisa dilakukan kapan saja melalui telepon maupun video call.
Pekerjaan juga semakin beragam.
Ada pekerja yang bekerja dari kantor, bekerja secara hybrid, bekerja remote, menjadi freelancer, menjalankan bisnis, hingga memiliki lebih dari satu pekerjaan.
Kondisi tersebut membuat pola hubungan menjadi lebih fleksibel.
Weekend couple merupakan salah satu bentuk adaptasi terhadap kehidupan modern ketika waktu menjadi salah satu hal yang paling berharga.
Pada akhirnya, bukan seberapa sering pasangan bertemu yang menjadi persoalan utama, melainkan bagaimana keduanya menjalani hubungan tersebut.
Apakah Weekend Couple Bisa Membuat Hubungan Lebih Sehat?
Jawabannya bergantung pada masing-masing pasangan.
Bagi sebagian orang, memiliki ruang pribadi selama hari kerja justru membuat hubungan terasa lebih sehat. Mereka dapat fokus menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa harus selalu menyediakan waktu untuk pasangan.
Ketika akhir pekan tiba, keduanya bisa kembali bertemu dan menikmati waktu bersama.
Namun, bagi pasangan yang membutuhkan intensitas pertemuan lebih tinggi, pola ini mungkin terasa berat.
Karena itu, tidak ada aturan baku mengenai seberapa sering pasangan harus bertemu.
Hubungan yang sehat adalah hubungan ketika kedua pihak merasa kebutuhan mereka didengar dan dihargai.
Jangan Jadikan Weekend Couple sebagai Alasan untuk Mengabaikan Pasangan
Meski bertemu hanya pada akhir pekan merupakan hal yang wajar, kondisi tersebut tetap membutuhkan usaha.
Kesibukan kerja tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berkomunikasi.
Jika sepanjang hari terlalu sibuk, pasangan tetap bisa memberikan kabar singkat.
Yang terpenting bukan panjangnya pesan, melainkan konsistensi menunjukkan perhatian.
Pasangan juga perlu memahami bahwa pekerjaan memang memiliki tuntutan tertentu. Namun, hubungan tetap membutuhkan waktu untuk dipelihara.
Keseimbangan tersebut mungkin tidak selalu sempurna.
Ada minggu ketika pasangan bisa bertemu lebih lama. Ada pula minggu ketika pekerjaan membuat pertemuan harus dibatalkan.
Selama keduanya mampu membicarakan kondisi tersebut dengan terbuka, hubungan tetap bisa berjalan.
Weekend Couple Bukan Berarti Hubungan Sedang Bermasalah
Istilah weekend couple terkadang dianggap sebagai tanda bahwa pasangan sudah mulai menjauh.
Padahal, belum tentu.
Banyak pasangan memang memilih atau terpaksa menjalani pola tersebut karena pekerjaan, pendidikan, jarak tempat tinggal, atau tanggung jawab lainnya.
Yang menentukan kualitas hubungan bukan jadwal bertemu semata, melainkan rasa percaya, komunikasi, komitmen, dan kemampuan memahami kondisi masing-masing.
Bahkan, bagi pasangan yang sama-sama bekerja, akhir pekan dapat menjadi waktu untuk saling memberikan dukungan setelah menjalani aktivitas selama satu minggu.
Jadi, kalau kamu hanya bisa bertemu pasangan pada akhir pekan, tidak perlu langsung menganggap hubungan sedang bermasalah.
Bisa jadi, kalian hanya sedang mencari cara yang paling sesuai untuk menjalani hubungan di tengah kesibukan.
Pada akhirnya, setiap pasangan memiliki ritme masing-masing. Ada yang nyaman bertemu setiap hari, ada yang bertemu beberapa kali dalam seminggu, dan ada pula yang baru memiliki kesempatan untuk bertemu pada akhir pekan.
Selama komunikasi tetap terjaga, kedua pihak merasa dihargai, dan ada kesepakatan mengenai arah hubungan, weekend couple bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.
Justru, akhir pekan bisa menjadi waktu yang paling dinantikan. Setelah lima hari sibuk dengan pekerjaan, dua hari bersama pasangan dapat menjadi kesempatan untuk beristirahat, berbagi cerita, tertawa, dan kembali mengisi energi.
Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, mungkin memang bukan soal berapa banyak waktu yang dimiliki bersama. Yang lebih penting adalah bagaimana waktu yang sedikit itu bisa terasa berarti bagi kedua orang yang menjalaninya.
Sumber : www.idntimes.com
