Makanan manis yang biasa dihidangkan di Imlek (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan kehangatan, terutama bagi keluarga-keluarga Tionghoa yang merayakannya. Di berbagai belahan dunia, meskipun cara perayaan bisa berbeda, ada satu kesamaan yang tidak dapat terpisahkan, yaitu sajian makanan yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Inilah lima hidangan khas Tahun Baru Imlek yang disajikan di berbagai negara, yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga penuh dengan filosofi.
1. Bak Kwa (Singapura)

Di Singapura, salah satu makanan yang tak pernah absen di meja perayaan Imlek adalah bak kwa, atau daging babi panggang. Daging ini dipanggang dengan bumbu manis dan rempah, kemudian disajikan dalam lembaran persegi berwarna merah, yang dianggap sebagai simbol keberuntungan. Bak kwa sering kali dihadirkan sebagai camilan yang menggugah selera selama musim Imlek, melengkapi suasana perayaan dengan rasa manis dan gurih yang memikat.
2. Hot Pot (Taiwan)

Hot pot menjadi hidangan yang identik dengan kebersamaan di Taiwan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Seisi keluarga berkumpul mengelilingi panci besar berisi kuah panas, di mana mereka dapat memilih berbagai bahan makanan seperti seafood segar, fillet ikan, dan sayuran. Setiap keluarga memiliki cara dan bahan favorit masing-masing, menjadikan hot pot sebagai simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam keluarga.
3. Tong Yoon (Hong Kong)

Di Hong Kong, tong yoon atau pangsit kenyal menjadi hidangan wajib saat Imlek. Pangsit yang diisi dengan pasta wijen hitam atau kacang tanah cincang ini biasanya disajikan dalam sup jahe panas yang hangat. Isian manisnya yang lezat memberikan sensasi rasa yang sempurna untuk menyambut tahun baru. Ada pula varian lain dari tong yoon, yang diisi dengan kacang merah, talas, hingga puding, masing-masing menyimpan makna keberuntungan tersendiri.
4. Jiaozi (Tiongkok)

Jiaozi atau pangsit adalah hidangan yang tidak bisa dilewatkan saat Tahun Baru Imlek, terutama di Tiongkok. Pangsit ini dibuat dengan berbagai macam isian, mulai dari daging babi giling, udang, hingga bahan vegetarian seperti lobak, daun bawang, dan jamur shiitake. Dimasak dengan cara dikukus atau digoreng, jiaozi dipercaya membawa keberuntungan, karena bentuknya yang mirip dengan koin emas, melambangkan rezeki dan kemakmuran.
5. Dayu Darou (Tiongkok Selatan)

Di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, hidangan dayu darou, yang berarti “ikan besar dan daging besar”, menjadi simbol kelimpahan. Ikan yang disajikan dalam keadaan utuh ini melambangkan kelimpahan dan kesuksesan. Dimasak dengan cara dikukus dan disiram saus manis atau minyak wijen, hidangan ikan ini tak hanya enak, tetapi juga membawa harapan akan tahun yang penuh rezeki dan keberuntungan.
Dengan berbagai hidangan khas yang penuh makna, perayaan Tahun Baru Imlek menjadi lebih dari sekadar tradisi, ia menjadi sebuah perayaan penuh rasa syukur dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Jadi, tak ada salahnya mencoba beberapa hidangan ini di rumah saat merayakan Imlek, untuk merasakan kehangatan dan keberuntungannya.
