Ilustrasi Demensia (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Menjaga kesehatan otak kini menjadi perhatian utama, terutama dengan meningkatnya prevalensi penyakit demensia seperti Alzheimer. Ahli syaraf terkemuka yang mengkhususkan diri pada pencegahan Alzheimer, Robert Love, mengungkapkan bahwa beberapa jenis minuman populer berpotensi meningkatkan risiko demensia dan merusak kesehatan otak dalam jangka panjang.
Dalam sebuah unggahan video yang dibagikan di Instagram, Love menyampaikan tiga minuman yang harus diwaspadai. Dikutip dari siaran Medical Daily pada Kamis (30/1), berikut adalah daftar minuman yang sebaiknya dihindari jika ingin menjaga kesehatan otak.
- Alkohol: Bahaya Tersembunyi untuk Otak dan Usus
:format(webp)/article/gHEIB2nYYci1BklN8-Ocn/original/014067600_1615200086-kadar-alkohol-di-dalam-berbagai-jenis-minuman-keras.jpg)
Ilustrasi Minuman Keras dan Kadar Alkoholnya (Tangkapan Layar) Minuman beralkohol menempati posisi teratas dalam daftar ini. Love menjelaskan bahwa alkohol bersifat neurotoksik, yang berarti bisa merusak dan bahkan membunuh neuron di otak. Selain itu, alkohol juga berdampak buruk pada kesehatan usus. “Apa yang baik untuk usus Anda juga baik untuk otak. Jika bakteri usus Anda terganggu, itu bisa memperburuk kondisi otak,” katanya. Selain merusak otak dan memori, alkohol juga dapat menyebabkan kerusakan hati, gangguan tidur, dan peradangan semua ini berhubungan dengan peningkatan risiko demensia.
- Bir: Minuman dengan Gluten dan Sifat Inflamasi

Bir (Tangkapan Layar) Bir, menurut Love, merupakan pilihan terburuk bagi kesehatan otak. Mengandung gluten yang memiliki sifat inflamasi, bir dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut. Proses peradangan yang terjadi di tubuh pun bisa merusak otak seiring waktu.
- Minuman Bersoda: Kandungan Gula yang Membahayakan Otak
:format(webp)/article/dX5CqkEEpcJR8FTJFp6xL/original/068756000_1603085635-Kenali-Mitos-dan-Fakta-Seputar-Minuman-Bersoda-shutterstock_361921463.jpg)
Minuman Bersoda (Tangkapan Layar) Minuman bersoda sering kali digemari karena rasa manisnya, namun Love memperingatkan bahwa kandungan gula tinggi dalam soda bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin yang berisiko memicu peradangan salah satu faktor utama penyebab Alzheimer. Kandungan serat yang sangat rendah juga membuat soda menjadi pilihan yang buruk untuk kesehatan otak.
Selain itu, Love juga menyarankan untuk menghindari frappuccino berukuran besar yang populer di kedai kopi. Minuman ini mengandung gula dan kafein yang sangat tinggi, yang dapat menstimulasi tubuh secara berlebihan dan merusak jantung, pembuluh darah, dan otak. Sebagai alternatif, ia menyarankan untuk memilih kopi hitam atau matcha sebagai pilihan yang lebih sehat bagi otak. “Pastikan Anda memilih kopi organik, karena kopi konvensional dapat mengandung pestisida yang berpotensi merusak otak,” tambah Love.
Dengan informasi ini, Love berharap orang-orang bisa lebih berhati-hati dalam memilih minuman yang mereka konsumsi sehari-hari. Menjaga kesehatan otak tidak hanya tentang apa yang kita makan, tetapi juga tentang kebiasaan minum yang kita pilih. Jadi, jika ingin memelihara daya ingat dan mencegah penyakit demensia, sebaiknya mulai mengganti minuman berisiko tinggi dengan pilihan yang lebih baik untuk otak.
