sumber foto : freepik
Di era media sosial, berbagai tips diet bertebaran dan menjadi tren, salah satunya adalah meniru pola makan bayi. Konsep ini ternyata didukung oleh ahli gizi sebagai metode efektif untuk menurunkan berat badan secara alami.
Menurut Nicolette Pace, seorang ahli gizi asal Long Island, Amerika Serikat, bayi yang belum memiliki pengalaman hidup justru bisa menjadi inspirasi pola makan sehat bagi orang dewasa. Mengutip New York Post (21/3/2025), Pace menyarankan tiga prinsip utama dari cara makan bayi yang bisa membantu mengendalikan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.
1. Makan Secara Teratur Setiap 2-4 Jam
Pace menemukan pola makan bayi sebagai strategi diet setelah bekerja dengan para ibu baru. Ia menekankan bahwa makan pertama sebaiknya dilakukan dalam waktu 1-3 jam setelah bangun tidur. Menu sarapan ideal mencakup protein padat seperti telur, keju, atau yogurt, dikombinasikan dengan karbohidrat berserat seperti biji-bijian utuh dan tambahan satu porsi buah atau sayuran.
Setiap 3-4 jam setelahnya, makanan ringan berupa sup atau salad berbasis sayuran disarankan agar tubuh tetap mendapatkan asupan energi yang stabil. Menu makan siang bisa terdiri dari protein nabati seperti kacang-kacangan atau protein hewani seperti daging, dipadukan dengan sumber karbohidrat seperti roti dan tambahan satu porsi buah.
Untuk camilan sore, bisa memilih buah dan keju, salad segar, atau smoothie yang mengandung protein. Makan malam idealnya dilakukan sekitar empat jam setelah camilan sore dengan menu utama berupa sayuran dalam bentuk salad, protein dari ikan, ayam, atau daging, serta karbohidrat sehat seperti kentang atau kacang-kacangan.
Sementara itu, camilan malam bisa dikonsumsi 2-3 jam sebelum tidur. Pilihan terbaik adalah makanan ringan namun tetap mengenyangkan, seperti pisang dengan susu atau sereal dengan susu kedelai. Jika ingin minuman hangat, bisa mencoba teh atau cokelat hangat.
2. Makan Secara Perlahan
Bayi biasanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit untuk makan, dan mereka mengunyah makanan dengan perlahan. Kebiasaan ini bisa menjadi kunci keberhasilan dalam diet karena memungkinkan otak mengenali sinyal kenyang secara lebih efektif. Dengan begitu, risiko makan berlebihan dapat diminimalkan.
Sebaliknya, makan dengan terburu-buru bisa menyebabkan gangguan pencernaan, tertelannya udara berlebih yang memicu perut kembung, nyeri ulu hati, hingga masalah gas dalam perut. Oleh karena itu, Pace menyarankan agar setiap suapan dikunyah secara perlahan dan menikmati makanan tanpa terburu-buru.
3. Makan dengan Kesadaran Penuh
Salah satu aspek penting dari pola makan bayi adalah mendengarkan sinyal lapar alami tubuh. Pace menekankan pentingnya makan hanya ketika benar-benar merasa lapar, bukan karena dorongan emosional atau kebosanan. Banyak orang cenderung makan sebagai respons terhadap stres atau kebiasaan sosial, bukan karena kebutuhan tubuh.
Selain itu, menjaga fokus saat makan tanpa gangguan seperti televisi atau gawai dapat membantu mengenali rasa kenyang lebih cepat. Dengan menerapkan kebiasaan ini, seseorang bisa lebih mudah mengontrol porsi makanan dan menghindari asupan kalori berlebih.
Diet Ala Bayi: Strategi Sederhana, Hasil Maksimal
Mengadopsi pola makan bayi dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi pendekatan yang mudah dan efektif untuk mencapai berat badan ideal. Dengan makan secara teratur, perlahan, dan penuh kesadaran, seseorang dapat mengendalikan nafsu makan dengan lebih baik dan menghindari kebiasaan makan berlebihan. Siapa sangka, inspirasi diet sehat ternyata bisa datang dari bayi!
