Perjalanan 27 kereta dibatalkan yang biasa melintas di Daop 3 Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam membawa dampak luas terhadap operasional perjalanan kereta di sejumlah wilayah, termasuk Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon langsung bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan alat berat berupa kereta crane untuk mempercepat proses evakuasi di lokasi kejadian.
Pengiriman kereta crane tersebut dilakukan pada Selasa dini hari dari Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon. Selain membawa alat berat, KAI juga mengerahkan puluhan petugas teknis yang akan membantu penanganan di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar sehingga jalur kereta dapat segera digunakan kembali secara normal.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa pengiriman kereta crane menjadi bagian penting dalam penanganan kecelakaan. Alat berat ini digunakan untuk mengangkat rangkaian kereta maupun komponen rel yang terdampak insiden. Dalam pengoperasiannya, kereta crane tersebut didukung oleh kru yang terdiri dari masinis, asisten masinis, serta petugas teknis lainnya.
“Pengiriman kereta crane ini dilakukan untuk membantu mempercepat proses evakuasi di Stasiun Bekasi Timur. Kami juga mengerahkan kru yang berpengalaman agar penanganan di lapangan bisa berjalan optimal,” ujar Muhibbuddin.
Di sisi lain, dampak dari kecelakaan ini tidak hanya dirasakan di lokasi kejadian, tetapi juga merembet ke berbagai daerah operasi kereta api, termasuk wilayah Daop 3 Cirebon. Sejumlah perjalanan kereta yang biasanya melintas di jalur tersebut terpaksa dibatalkan.
Data sementara mencatat, sejak Senin malam terdapat 10 perjalanan kereta api dari Jakarta menuju arah Jawa yang dibatalkan. Jumlah tersebut kemudian bertambah pada Selasa pagi dengan adanya 17 perjalanan tambahan yang juga tidak dapat beroperasi. Dengan demikian, total perjalanan kereta yang dibatalkan mencapai 27 perjalanan.
Pembatalan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan perjalanan kereta api, mengingat kondisi jalur yang masih dalam proses penanganan. Selain pembatalan, sejumlah perjalanan lainnya juga mengalami keterlambatan dengan durasi rata-rata lebih dari satu jam.
Keterlambatan tersebut terjadi karena operasional kereta di lokasi terdampak hanya dapat menggunakan satu jalur. Akibatnya, perjalanan kereta harus dilakukan secara bergantian, yang secara otomatis memperlambat arus lalu lintas kereta api.
Situasi ini tentu berdampak pada para penumpang yang telah merencanakan perjalanan mereka. Beberapa di antaranya harus menyesuaikan jadwal keberangkatan, bahkan ada yang terpaksa membatalkan perjalanan. PT KAI pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat kecelakaan ini. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional kereta api,” tambah Muhibbuddin.
KAI juga memastikan bahwa penanganan di lapangan terus dilakukan secara maksimal. Petugas gabungan dari berbagai daerah operasi dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan perbaikan jalur. Fokus utama saat ini adalah menyingkirkan rangkaian kereta yang terdampak serta memastikan kondisi rel kembali aman untuk dilalui.
Selain penggunaan kereta crane, tim teknis juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur rel di sekitar lokasi kejadian. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada kerusakan lanjutan yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta berikutnya.
Upaya percepatan pemulihan jalur ini menjadi prioritas agar operasional kereta api bisa kembali normal secepat mungkin. KAI menargetkan, setelah proses evakuasi selesai, jalur yang terdampak dapat segera dioperasikan kembali secara bertahap.
Di tengah situasi tersebut, koordinasi antar-daerah operasi juga terus diperkuat. Setiap perkembangan di lokasi kejadian dilaporkan secara berkala untuk memastikan pengaturan perjalanan kereta di daerah lain bisa disesuaikan dengan kondisi terkini.
Bagi masyarakat yang hendak menggunakan layanan kereta api, KAI mengimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait jadwal keberangkatan. Penumpang juga disarankan untuk datang lebih awal ke stasiun guna mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal.
Selain itu, KAI menyediakan layanan informasi dan bantuan di stasiun-stasiun besar untuk membantu penumpang yang terdampak pembatalan maupun keterlambatan. Petugas di lapangan juga disiagakan untuk memberikan arahan serta solusi terbaik bagi para pelanggan.
Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur ini menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan dalam operasional transportasi massal. Meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, insiden tetap bisa terjadi dan membutuhkan respons cepat serta koordinasi yang baik dari seluruh pihak terkait.
Hingga Selasa pagi, proses evakuasi masih terus berlangsung. Pihak KAI optimistis penanganan dapat segera diselesaikan sehingga jalur kereta kembali normal dan perjalanan masyarakat tidak lagi terganggu.
Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, diharapkan dampak dari kecelakaan ini dapat diminimalkan. KAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan sekaligus menjaga keselamatan perjalanan kereta api di seluruh wilayah operasionalnya.
