Wisata petik buah naga kuning sambil menikmati udara sejuk (Foto : Darfan)
KUNINGAN, Buletinmedia.com – Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali menghadirkan destinasi wisata yang memadukan keindahan alam dengan edukasi pertanian. Salah satu tempat yang kini menjadi perhatian wisatawan adalah Sangkanika Edugarden, sebuah kawasan agrowisata yang menawarkan pengalaman memetik buah naga kuning langsung dari pohonnya. Berlokasi di Desa Sangkanurip, destinasi ini menyuguhkan suasana sejuk di bawah kaki Gunung Ciremai sekaligus menghadirkan pengalaman liburan yang berbeda dari wisata pada umumnya.
Agrowisata buah naga kuning ini menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan. Tidak hanya menikmati pemandangan alam yang masih asri, pengunjung juga diajak mengenal lebih dekat salah satu jenis buah naga yang masih tergolong langka di Indonesia.
Sangkanika Edugarden Jadi Destinasi Favorit Wisata Keluarga
Sangkanika Edugarden mengusung konsep wisata edukasi berbasis pertanian. Sejak memasuki kawasan kebun, pengunjung langsung disambut deretan tanaman buah naga kuning yang tumbuh subur di tengah hamparan persawahan dengan latar belakang Gunung Ciremai.
Suasana yang tenang, udara yang sejuk, serta panorama alam yang hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari kesibukan perkotaan. Berjalan di antara ribuan tanaman buah naga kuning memberikan pengalaman berbeda yang sulit ditemukan di tempat lain.
Lokasi wisata ini tidak hanya cocok untuk orang dewasa, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi anak-anak mengenai dunia pertanian, mulai dari proses budidaya hingga masa panen.
Ribuan Buah Naga Kuning Siap Dipanen
Salah satu daya tarik utama Sangkanika Edugarden adalah ribuan buah naga kuning yang sedang memasuki masa panen. Buah dengan kulit berwarna kuning cerah tersebut terlihat menggantung di setiap batang tanaman, menciptakan pemandangan yang menarik perhatian para pengunjung.
Berbeda dengan buah naga merah yang lebih mudah ditemukan di pasaran, buah naga kuning memiliki karakteristik yang cukup unik. Selain warna kulitnya yang mencolok, buah ini dikenal memiliki rasa yang lebih manis, tekstur yang lebih lembut, dan kandungan air yang melimpah.
Keunikan tersebut membuat banyak wisatawan penasaran untuk mencicipinya langsung dari pohon.
Pengunjung diperbolehkan memetik sendiri buah yang sudah matang dengan didampingi petugas. Aktivitas ini menjadi pengalaman yang paling diminati karena memberikan sensasi memanen buah segar secara langsung.
Menikmati Udara Sejuk di Kaki Gunung Ciremai
Selain menawarkan pengalaman memetik buah, kawasan wisata ini juga dikenal memiliki udara yang segar karena berada di kawasan dataran tinggi Kabupaten Kuningan.
Pepohonan yang rindang serta area persawahan di sekitar lokasi menciptakan suasana yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga.
Banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk berjalan santai sambil menikmati pemandangan alam. Tak sedikit pula yang mengabadikan momen dengan berfoto di antara hamparan tanaman buah naga kuning yang sedang berbuah lebat.
Keindahan alam inilah yang membuat Sangkanika Edugarden semakin populer sebagai destinasi wisata alam sekaligus wisata edukasi di Kabupaten Kuningan.
Cocok untuk Berburu Foto Instagramable
Keindahan kebun buah naga kuning menjadi latar yang menarik bagi para pecinta fotografi maupun pengguna media sosial.
Warna kuning cerah dari buah naga berpadu dengan hijaunya tanaman serta panorama pegunungan menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.
Banyak pengunjung mengabadikan momen bersama keluarga maupun teman dengan latar ribuan buah naga yang menggantung di setiap sudut kebun.
Selain itu, jalur-jalur yang tertata rapi memudahkan wisatawan berkeliling tanpa mengganggu tanaman yang sedang dibudidayakan.
Pengunjung Mengaku Betah Berkunjung
Salah seorang pengunjung bernama Silvia mengaku sudah dua kali datang ke Sangkanika Edugarden karena tertarik dengan konsep wisata yang ditawarkan.
Menurutnya, selain dapat menikmati buah naga kuning yang memiliki rasa manis, pengunjung juga memperoleh pengetahuan mengenai proses budidaya tanaman tersebut.
“Sudah dua kali berkunjung ke sini karena keluarga juga suka buah naga. Selain itu banyak edukasi yang didapat, udaranya juga segar, dan kita bisa praktik langsung memanen buah naga kuning,” ujar Silvia.
Ia menilai konsep wisata yang menggabungkan rekreasi dan edukasi membuat pengalaman berlibur menjadi lebih berkesan, terutama bagi anak-anak yang ingin mengenal dunia pertanian secara langsung.
Pengunjung Mendapat Edukasi Budidaya Buah Naga
Tidak hanya sekadar berwisata, setiap pengunjung juga diberikan penjelasan mengenai cara menanam, merawat, hingga memanen buah naga kuning.
Pihak pengelola menjelaskan berbagai tahapan budidaya, mulai dari pemilihan bibit, teknik penanaman, sistem penyiraman, hingga proses pemupukan agar tanaman mampu menghasilkan buah berkualitas.
Setelah mendapatkan penjelasan, pengunjung dipersilakan memetik sendiri buah yang sudah matang.
Konsep ini membuat wisatawan tidak hanya pulang membawa buah segar, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru mengenai pertanian modern.
Diklaim Jadi Wisata Buah Naga Kuning Pertama di Indonesia
Pengelola Sangkanika Edugarden, Ahmad Nurhidayat, mengatakan tempat wisata yang dikelolanya menghadirkan konsep berbeda dibandingkan destinasi agrowisata lainnya.
Menurutnya, kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi wisata pertama di Indonesia yang secara khusus mengangkat budidaya buah naga kuning sebagai daya tarik utama.
“Ini merupakan tempat wisata pertama di Indonesia yang memiliki buah naga berwarna kuning. Selain bisa merasakan sensasi panen langsung, pengunjung juga mendapatkan edukasi mengenai cara budidayanya,” ujar Ahmad Nurhidayat.
Ia berharap keberadaan wisata edukasi ini dapat memperkenalkan buah naga kuning kepada masyarakat sekaligus meningkatkan potensi wisata di Kabupaten Kuningan.
Harga Buah Naga Kuning Lebih Tinggi
Buah naga kuning memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan buah naga merah.
Di Sangkanika Edugarden, buah naga kuning dijual dengan harga sekitar Rp20 ribu per ons.
Dengan berat rata-rata berkisar antara 500 gram hingga satu kilogram, satu buah dapat dibanderol sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung ukuran dan kualitasnya.
Meski tergolong premium, banyak pengunjung tetap tertarik membeli karena rasa buah naga kuning dikenal lebih manis dibandingkan varietas lainnya.
Selain itu, buah naga kuning juga dipercaya memiliki berbagai kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan, seperti vitamin C, serat, antioksidan, serta mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
Menawarkan Liburan yang Berbeda
Konsep wisata berbasis pertanian kini semakin diminati masyarakat karena menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif.
Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat belajar, berinteraksi langsung dengan alam, hingga merasakan proses panen.
Sangkanika Edugarden menjadi contoh bagaimana sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang bernilai edukatif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Keberadaan wisata seperti ini juga menjadi alternatif bagi keluarga yang ingin mengajak anak-anak mengenal proses budidaya tanaman secara langsung di alam terbuka.
Destinasi Wisata yang Layak Dikunjungi di Kuningan
Bagi pencinta wisata alam maupun agrowisata, Sangkanika Edugarden menjadi salah satu destinasi yang patut masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Kabupaten Kuningan.
Perpaduan udara pegunungan yang sejuk, hamparan kebun buah naga kuning, edukasi pertanian, hingga kesempatan memetik buah langsung dari pohonnya menjadikan tempat ini memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan objek wisata lainnya.
Dengan konsep wisata edukatif yang terus dikembangkan, Sangkanika Edugarden diharapkan mampu menjadi salah satu ikon wisata baru Kabupaten Kuningan sekaligus memperkenalkan potensi buah naga kuning kepada masyarakat yang lebih luas. Bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan bernuansa alam sambil memperoleh pengalaman baru, destinasi ini menjadi pilihan yang layak untuk dikunjungi bersama keluarga maupun sahabat.
