Di Ipoh Ada Mi Tikus, Makanan Populer yang Enak dan Unik Foto: Site News/Harian Metro
Buletinmedia.com – Malaysia dikenal sebagai surga kuliner dengan berbagai hidangan unik yang mencerminkan keberagaman budaya masyarakatnya. Salah satu kuliner yang menarik perhatian adalah mi tikus, makanan khas yang populer di kota Ipoh, Perak. Meski namanya terdengar ekstrem, mi tikus sama sekali tidak menggunakan daging atau bagian tubuh tikus. Nama ini berasal dari bentuk mi-nya yang pendek dan licin, menyerupai ekor tikus, sehingga disebut demikian secara harfiah.
Menurut laporan Harian Metro (6/5), mi tikus dikenal juga dengan nama asli Lo Shi Fun, yang berarti “mi tikus” dalam bahasa Tionghoa. Redzuan Ooi Abdullah, seorang penjual mi tikus terkenal di Ipoh, menjelaskan bahwa hidangan ini merupakan warisan kuliner Tionghoa yang sudah dikenalnya sejak kecil. Ia mulai menjual makanan ini sejak tahun 1980-an, awalnya sebagai bagian dari menu peranakan seperti laksa dan mi kari, sebelum akhirnya fokus menyajikan mi tikus yang kini menjadi primadona.
Meski namanya terkesan menakutkan, mi tikus sejatinya adalah mi pendek bertekstur kenyal yang mirip dengan locupan di Indonesia. Mi ini biasanya ditumis dengan campuran bawang putih, telur, udang, dan kecap, menghasilkan cita rasa gurih yang khas. Selain itu, Ooi memastikan bahwa mi tikus buatannya halal karena tidak menggunakan minyak babi, lemak babi, atau bahan-bahan non-halal lainnya, sehingga aman dikonsumsi oleh pelanggan Muslim.
Salah satu daya tarik utama dari warung Ooi bukan hanya rasa mi tikusnya yang lezat, tetapi juga atraksi memasaknya. Ia menggunakan teknik memasak dengan wok panas dan api besar yang menghasilkan aroma ‘smokey’ khas masakan Tionghoa. Banyak pelanggan datang untuk menyaksikan langsung proses memasaknya yang atraktif. “Banyak orang datang karena tertarik lihat kobaran api saat saya memasak. Tapi saya tidak menyangka mi tikus ini bisa viral,” ujar Ooi. Ia bahkan mengaku kini kesulitan istirahat karena terus-menerus melayani pembeli.
Hingga kini, mi tikus tetap menjadi salah satu menu favorit masyarakat Ipoh. Di Indonesia sendiri, versi serupa dari mi ini lebih dikenal dengan sebutan locupan, yang umumnya disajikan dengan pangsit rebus atau ditumis dengan bumbu sederhana. Popularitas mi tikus membuktikan bahwa kuliner lokal yang unik, meski memiliki nama yang nyeleneh, tetap bisa diterima dan dicintai masyarakat luas jika diolah dengan rasa dan pengalaman yang berkesan.
