PM Malaysia Anwar Ibrahim (dok. AFP/DAVID GRAY)
Buletinmedia.com – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dengan keras mengungkapkan kemarahannya terhadap serangan udara Israel yang mengakibatkan tewasnya delapan relawan dari Dewan Konsultatif Organisasi Islam Malaysia (Mapim). Serangan tragis yang terjadi pada Sabtu, 15 Maret 2025, ini menewaskan delapan orang relawan yang semuanya merupakan warga Palestina, di daerah Beit Lahiya, Gaza Utara, yang merupakan salah satu wilayah yang tengah dilanda kekerasan akibat konflik berkepanjangan di Palestina. Anwar Ibrahim menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Israel ini sangat tidak dapat diterima dan sangat kejam, serta mengutuk keras serangan yang menyebabkan kematian para relawan tersebut yang sebenarnya tengah berusaha untuk membantu sesama.
Dalam pernyataannya, Anwar juga menyatakan bahwa pemerintah Malaysia secara tegas mengecam keras aksi brutal yang dilakukan oleh militer Israel, yang tidak hanya menyebabkan kematian, tetapi juga memperburuk penderitaan rakyat Palestina yang sudah sangat menderita akibat penjajahan yang berlangsung lama. Delapan relawan Mapim yang tewas dalam serangan tersebut adalah Mahmoud Yahya Al Sarraj, Bilal Hossam Oqeila, Mahmoud Samir Oselim, Mahmoud Khaled Oselim, Mohammed Al Ghafeer, Hazem Ghareeb, Bilal Abu Matar, dan Ahmad Hamad. Mereka adalah individu yang selama ini berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan, terutama di wilayah yang dilanda konflik seperti Gaza.
Sebagai bentuk protes terhadap tindakan kekerasan tersebut, Malaysia dengan tegas mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh militer Israel. “Kami dengan sepenuh hati mengutuk keras pembunuhan yang dilakukan terhadap para relawan Mapim yang sedang melaksanakan misi kemanusiaan. Mereka tidak hanya membantu pasien yang membutuhkan perawatan medis, tetapi juga membantu warga Gaza yang sedang berada dalam kondisi yang sangat sulit dan penuh penderitaan,” ujar Anwar Ibrahim, yang dilansir oleh The Star pada Rabu, 19 Maret 2025.
Pada saat serangan terjadi, para relawan Mapim tengah sibuk mendirikan tenda-tenda bagi keluarga pengungsi yang sedang mencari perlindungan dari kekerasan yang terus menerus berlangsung. Meskipun menghadapi insiden yang sangat memilukan ini, pihak Mapim menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan upaya kemanusiaan mereka. Hingga kini, Mapim telah berhasil mendirikan lebih dari seribu tenda di Beit Lahiya untuk menampung keluarga-keluarga pengungsi yang sangat membutuhkan perlindungan. Meskipun terjadinya tragedi yang memilukan ini, Mapim berkomitmen untuk terus melanjutkan misinya dalam memberikan bantuan kemanusiaan di Gaza, demi memberikan harapan bagi mereka yang terjebak dalam penderitaan yang tiada akhir.
