Buah Manggis (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Manggis, dikenal dengan rasa manis dan segar serta kandungan gizi yang melimpah, termasuk dalam kategori buah yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Dalam setiap gigitannya, buah ini menyimpan serat, kalsium, dan vitamin C yang dapat membantu memperkuat sistem imun serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, meskipun kaya manfaat, manggis ternyata tidak cocok untuk dikonsumsi oleh semua orang, terutama mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Lantas, siapa saja yang sebaiknya menghindari buah yang sering dijuluki “Ratu Buah” ini? Yuk, simak ulasan berikut tentang kondisi kesehatan yang membuat manggis tidak disarankan untuk dikonsumsi!
- Penderita Alzheimer

65 Tahun Jadi Usia Rentan Orang Mengidap Alzheimer (Tangkapan Layar) Bagi penderita Alzheimer yang mengonsumsi obat Donepezil, sebaiknya tidak mengonsumsi manggis. Menurut laman Health, buah manggis dapat meningkatkan efek negatif dari obat tersebut, sehingga bisa berisiko memperburuk kondisi kesehatan penderita Alzheimer.
- Penderita Asidosis Laktat

Penyebab dan Gejala Asidosis Laktat Karena Diabetes (Tangkapan Layar) Asidosis laktat adalah kondisi medis yang terjadi ketika asam laktat menumpuk dalam darah dan tubuh kesulitan mengeliminasi asam tersebut. Menurut penelitian 2008, konsumsi manggis dapat mengganggu fungsi mitokondria dalam tubuh dan memicu asidosis laktat yang lebih parah. Penderita asidosis laktat bisa merasakan mual dan kelelahan setelah mengonsumsi manggis, dan jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi syok atau bahkan mengancam jiwa.
- Penderita Asam Lambung (GERD)

Bagi Penderita GERD Waspadai Ciri Asam Lambung Naik (Tangkapan Layar) Jika Anda memiliki masalah asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), disarankan untuk tidak mengonsumsi manggis, terutama dalam jumlah berlebihan. Buah ini bisa memicu gangguan pencernaan seperti kembung, mual, dan diare pada penderita asam lambung, memperburuk gejala yang sudah ada.
- Pasien yang Akan atau Baru Selesai Operasi

Ilustrasi pasien setelah di operasi (Tangkapan Layar) Bagi pasien yang akan menjalani operasi atau baru saja selesai melakukan prosedur bedah, mengonsumsi manggis juga tidak disarankan. Manggis mengandung senyawa xanthone yang dapat bertindak sebagai antikoagulan atau memperlambat proses pembekuan darah. Jika dikonsumsi sebelum atau setelah operasi, hal ini bisa meningkatkan risiko perdarahan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari makan manggis setidaknya dua minggu sebelum operasi.
- Pengguna Obat Pengencer Darah

Ilustrasi obat pengencer darah (Tangkapan Layar) Bagi Anda yang mengonsumsi obat pengencer darah, disarankan untuk tidak mengonsumsi manggis. Kandungan dalam manggis dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah, yang dapat meningkatkan risiko perdarahan dan memar. Jadi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda ingin mengonsumsi manggis.
- Penderita Kanker
:format(webp)/article/nV2QGEOGbtjuJHPmDR_Ul/original/057681700_1579343006-_X_-Hal-yang-perlu-Diperhatikan-Caregiver-Penderita-Kanker-Shutterstock_1222439833.jpg)
Ilustrasi penderita kanker (Tangkapan Layar) Meskipun manggis dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, penderita kanker perlu berhati-hati. Penelitian tahun 2006 menunjukkan bahwa suplemen manggis dapat mengurangi efektivitas kemoterapi dan radioterapi. Oleh karena itu, bagi penderita kanker, sebaiknya menghindari konsumsi manggis sembarangan dan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkannya ke dalam diet.
Meskipun manggis memiliki banyak manfaat untuk tubuh, penting untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan Anda dan berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki salah satu kondisi medis yang disebutkan di atas. Sebagai buah yang kaya akan nutrisi, manggis tetap bisa dinikmati oleh banyak orang, namun bagi mereka yang terpapar risiko medis tertentu, menghindarinya adalah langkah yang bijak.
