Ilustrasi kebiasaan unik makan di Indonesia (Tangkapan Layar)
Kebiasaan makan yang berbeda antar daerah di Indonesia sering kali menimbulkan perasaan terkejut atau ‘culture shock’, terutama bagi mereka yang baru merantau atau berkunjung ke daerah baru. Meski tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, perbedaan dalam pola makan ini sering kali menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Dari cara menyantap soto hingga pilihan sarapan, berikut ini adalah lima kebiasaan makan yang dianggap aneh atau membingungkan oleh sebagian orang Indonesia:
- Soto Dicampur Nasi
Bagi orang Jakarta, biasanya soto disajikan terpisah dari nasi. Namun, di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, kebiasaan ini berbeda. Nasi putih sering kali disajikan langsung dalam mangkuk soto, sehingga bagi pendatang yang belum terbiasa, bisa jadi cukup mengejutkan. Salah seorang netizen mengungkapkan pengalaman ‘culture shock’-nya saat pertama kali makan soto di Yogyakarta, berharap nasi akan disajikan terpisah, namun ternyata sudah tercampur dalam semangkuk soto. - Bakso dengan Lontong
Berbeda dengan kebiasaan di Jakarta yang umumnya menyantap bakso dengan nasi, di Jawa Timur, bakso lebih sering disajikan dengan lontong. Hal ini bisa membuat perantau yang baru pertama kali mengunjungi daerah seperti Surabaya atau Malang merasa terkejut. Apalagi, bihun yang digunakan dalam bakso Jawa Timur pun memiliki warna tosca yang khas, menambah kesan unik pada hidangan ini. - Pisang Goreng dengan Sambal
Pisang goreng mungkin sudah jadi camilan populer di banyak daerah, namun cara menikmatinya bisa sangat bervariasi. Di Manado, misalnya, pisang goreng sering dipasangkan dengan sambal roa yang memiliki rasa asap khas, memberikan sensasi manis dan pedas yang seimbang. Namun, kebiasaan ini tidak umum di sebagian besar Sumatera, Kalimantan, atau pulau Jawa, yang lebih memilih menikmati pisang goreng tanpa sambal. - Pecel Sayur vs Pecel Lele
Pecel adalah hidangan yang familiar di seluruh Indonesia, namun ternyata ada perbedaan mendasar antara pecel di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah, pecel biasanya merujuk pada sayuran rebus yang disiram dengan bumbu kacang. Sementara di Jawa Timur, pecel lebih sering diidentikan dengan ikan atau ayam goreng yang disajikan dengan sambal dan lalapan, menciptakan kebingungannya bagi mereka yang baru mengenal masakan ini. - Sarapan Mie Ayam
Di Jakarta, sarapan mie ayam merupakan tradisi yang sangat populer. Mie ayam yang disajikan di pagi hari ini menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk mengisi perut sebelum memulai aktivitas. Namun, kebiasaan ini bisa membuat terkejut orang-orang dari daerah lain, yang biasanya lebih memilih bubur ayam untuk sarapan. Di Jakarta, antrean panjang di warung mie ayam pada pagi hari seringkali menjadi pemandangan yang tidak biasa bagi pendatang.
Perbedaan kebiasaan makan seperti ini bukan hanya memperkaya ragam kuliner Indonesia, tetapi juga menunjukkan betapa budaya kuliner dapat menjadi jendela untuk memahami keberagaman yang ada di dalam negeri. Jadi, apakah kamu juga pernah merasa ‘culture shock’ saat mencicipi kuliner daerah lain?
