Alami Keracunan, Wanita Ini Tuntut Rp 20 Juta ke Penjual Gorengan Foto: Site News
Di Malaysia, truk makanan seperti Truk Lok Lok sering menjadi pilihan bagi banyak orang untuk menikmati hidangan praktis dan lezat. Namun, siapa sangka acara makan bersama keluarga bisa berubah menjadi insiden tak menyenangkan akibat dugaan keracunan makanan.
Seorang wanita asal Genting Sempah, Pahang, bernama Connie Tew mengalami kejadian tak terduga saat menyewa layanan Truk Lok Lok untuk acara makan malam saat perayaan Imlek. Apa yang awalnya dimaksudkan sebagai pesta kuliner justru berakhir dengan belasan orang jatuh sakit.
Dari Makan Malam Hingga Keracunan Massal
Kejadian ini bermula pada 1 Februari, saat Connie dan 35 orang lainnya menginap di sebuah vila untuk merayakan liburan Imlek. Saat melihat sebuah Truk Lok Lok melintas, mereka pun tertarik untuk menyewanya sebagai menu utama makan malam.
Sebanyak 40 orang ikut menikmati hidangan dari truk tersebut. Namun, hanya dalam waktu empat jam setelah makan, lebih dari sepuluh orang mulai mengalami muntah-muntah dan diare, yang merupakan gejala umum keracunan makanan.
Kondisi beberapa orang semakin memburuk pada keesokan harinya, bahkan dua di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara yang lainnya bergegas mencari pengobatan ke klinik terdekat.
Tuntutan dan Bantahan dari Pihak Truk Lok Lok
Akibat insiden ini, Connie menuntut pihak Truk Lok Lok untuk memberikan kompensasi sebesar RM 3,375 (Rp 12,5 juta) sebagai ganti rugi biaya pengobatan. Selain itu, ia juga menuntut RM 2,000 (Rp 7,4 juta) untuk biaya sewa layanan makanan yang telah mereka gunakan.
Namun, pihak Truk Lok Lok menolak bertanggung jawab dan malah menyalahkan pengemudi yang melayani Connie. Mereka mengklaim bahwa pengemudi tersebut mengambil pesanan tanpa izin resmi dari perusahaan. Lebih lanjut, mereka juga menduga bahwa sumber keracunan makanan mungkin berasal dari makanan lain yang dikonsumsi para tamu sebelumnya.
Connie pun membantah pernyataan tersebut, dengan alasan bahwa semua orang yang menyantap hidangan dari Truk Lok Lok mengalami gejala yang sama. Ia pun membagikan kisah ini bukan hanya untuk menuntut ganti rugi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dalam industri makanan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para penjual makanan untuk lebih memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan, demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
