Tinutuan (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Bubur tinutuan asal Manado, Sulawesi Utara, kembali masuk dalam daftar 25 makanan terburuk di dunia versi Taste Atlas tahun 2025. Dalam pemeringkatan terbaru yang dirilis pada 18 Mei 2025, tinutuan berada di posisi ke-23 dari 100 makanan dengan nilai terendah secara global. Ini bukan kali pertama tinutuan masuk daftar tersebut; pada Januari 2025 lalu, bubur ini juga menduduki peringkat ke-16.
Taste Atlas, yang dikenal sebagai ensiklopedia kuliner global, menyusun daftar ini berdasarkan penilaian para penggunanya terhadap berbagai makanan dari seluruh dunia. Mereka menekankan bahwa peringkat ini bukan kesimpulan final tentang kualitas kuliner suatu makanan, melainkan bertujuan untuk mendorong eksplorasi kuliner, memperkenalkan hidangan lokal, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi makanan di berbagai daerah.
Tinutuan sendiri merupakan bubur beras bercita rasa gurih yang dimasak dengan beragam sayuran seperti bayam, labu, singkong, dan jagung. Di Manado, makanan ini biasanya disantap untuk sarapan dan disajikan bersama pelengkap seperti ikan asin, sambal, tahu atau tempe goreng, serta perkedel jagung. Teksturnya cenderung cair dan disajikan hangat, menjadikannya menu sarapan yang populer di kalangan warga lokal.
Menurut penjelasan Taste Atlas, tinutuan awalnya adalah bubur vegetarian. Namun, dalam beberapa acara khusus, masyarakat terkadang menambahkan daging sebagai variasi. Di berbagai warung di Manado, masyarakat kerap antre sejak pagi untuk menikmati semangkuk tinutuan hangat yang disajikan dengan aneka lauk pendamping.
Secara keseluruhan, peringkat makanan di Taste Atlas dihimpun dari lebih dari 640 ribu ulasan, dengan lebih dari 400 ribu di antaranya diakui sebagai penilaian sah. Meskipun hasil ini memicu perdebatan, banyak yang menganggapnya sebagai refleksi selera global yang bersifat subjektif. Walau demikian, masuknya tinutuan ke dalam daftar ini kembali mengundang perhatian publik dan mendorong diskusi seputar selera, persepsi makanan lokal, dan representasi kuliner Indonesia di panggung dunia.
