Keju Isi Belatung, Casu Marzu (Sumber : Shardan, Wikipedia)
Buletinmedia.com – Bagi para pencinta keju sejati, mungkin belum lengkap rasanya jika belum mengenal keju yang satu ini: Casu Marzu, keju khas dari Pulau Sardinia, Italia. Meskipun terlihat aneh dan mengundang rasa penasaran, keju ini memiliki sejarah panjang yang melekat erat dengan kebudayaan lokal Sardinia. Keunikan Casu Marzu tak lain karena proses fermentasinya yang melibatkan belatung hidup.
Buletinmedia Melansir dari laman CNN, Casu Marzu terbuat dari Fiore Sardo, sebuah jenis keju pecorino khas Sardinia yang keras namun rapuh, dengan rasa manis yang berubah semakin kuat saat dikonsumsi. Keistimewaan keju ini terletak pada cara fermentasinya, yang melibatkan lalat Piophila casei yang bertelur di dalam keju. Larva yang menetas akan mencerna keju dan mengubah teksturnya menjadi lebih lembut dan berkrim. Hasil akhirnya adalah keju dengan belatung yang masih bergerak di dalamnya, yang membuatnya menjadi tantangan bagi mereka yang penasaran akan rasa dan teksturnya.
Pada tahun 2009, Casu Marzu bahkan tercatat dalam Guinness World Records sebagai keju paling berbahaya di dunia. Keju ini dinilai berisiko karena dapat mengandung parasit hidup, yang menjadi salah satu alasan mengapa ia dilarang untuk dijual secara komersial di Italia sejak 1962. Meski demikian, keju ini tetap diproduksi secara tradisional dan dikonsumsi secara pribadi oleh masyarakat Sardinia.
Giovanni Fancello, seorang jurnalis dan ahli gastronomi asal Sardinia, menyatakan bahwa Casu Marzu bukan sekadar makanan, tetapi simbol warisan budaya yang mendalam bagi masyarakat setempat. Keju ini tidak hanya merepresentasikan kecintaan terhadap kuliner, tetapi juga kebijaksanaan lokal yang telah ada sejak zaman Romawi. Meskipun hukum melarang konsumsinya, Casu Marzu tetap diproduksi secara rumahan dan menjadi bagian integral dalam kehidupan sosial masyarakat Sardinia.
Masyarakat Sardinia seringkali merasa bahwa larangan terhadap keju ini tidak mempengaruhi kebiasaan mereka. Bagi mereka, Casu Marzu adalah bagian dari identitas yang sudah terjalin selama berabad-abad. Bahkan, di tengah tren global yang mulai melirik konsumsi serangga sebagai alternatif pangan ramah lingkungan, Casu Marzu kini mendapat perhatian baru. Banyak yang menganggap bahwa konsumsi larva seperti yang terdapat dalam keju ini bisa jadi solusi menghadapi tantangan krisis pangan dan perubahan iklim.
Mario Murrocu, seorang peternak dan produsen Casu Marzu, menjelaskan bahwa pembuatan keju ini dimulai pada akhir Juni, ketika susu domba lokal dipanen. Cuaca yang tepat sangat memengaruhi keberhasilan fermentasi keju yang berlangsung selama tiga bulan. Setelah proses tersebut, keju ini siap dinikmati, memberikan tekstur pasta kenyal dan rasa yang unik.
Secara hukum, status Casu Marzu memang belum sepenuhnya jelas. Meski terdaftar sebagai produk tradisional Sardinia yang dilindungi, produksi dan konsumsi komersialnya tetap terhambat karena aturan yang ketat mengenai makanan yang terinfeksi parasit. Namun, bagi masyarakat Sardinia, keju ini tetap menjadi warisan budaya yang tak tergantikan.
Keberadaan Casu Marzu menjadi lebih dari sekadar bahan makanan. Ia mewakili sejarah, tradisi, dan keberanian untuk menjaga kebiasaan lama di tengah tuntutan modernisasi dan regulasi yang ketat. Sebuah simbol dari kekayaan kuliner yang penuh rasa dan cerita di baliknya.
