Ilustrasi burnout (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Burnout kerja bisa timbul bukan hanya karena beban tugas yang berat, tetapi juga karena lingkungan kerja yang kurang kondusif. Psikolog klinis Shafira Fawzia, M.Psi., menyebutkan bahwa emosi negatif merupakan hal yang wajar muncul di tempat kerja. Baik karena pekerjaan yang menantang maupun rekan kerja yang tidak kooperatif, tekanan tersebut bisa memicu stres berlebih jika tidak dikelola dengan baik.
Untuk menjaga keseimbangan psikologis, Shafira menyarankan agar seseorang tidak hanya berusaha meredam emosi negatif, tetapi juga aktif menumbuhkan emosi positif. Menurutnya, cara tersebut bisa dilakukan dengan memulai rutinitas-rutinitas kecil yang menyenangkan dan bermakna bagi diri sendiri. Hal ini penting agar individu tetap bisa merasakan energi positif di tengah tekanan kerja sehari-hari.
Ia mencontohkan beberapa aktivitas ringan yang bisa menjadi bentuk self-care setelah bekerja, seperti membaca buku, mandi air hangat, memasak, atau melakukan hobi yang disukai. Meski sederhana, kegiatan ini terbukti dapat menyegarkan pikiran dan memperbaiki suasana hati. “Tidak harus aktivitas besar, cukup yang kecil tapi bisa dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Shafira juga menekankan pentingnya memilih aktivitas yang sesuai dengan minat pribadi agar tidak terasa sebagai beban tambahan. Kegiatan ini harus menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu setiap hari, bukan kewajiban. Dengan begitu, tubuh dan pikiran bisa beristirahat secara emosional, membantu mengurangi tekanan akibat pekerjaan yang monoton atau penuh tantangan.
“Mulai sekarang, kalau merasa burnout, coba imbangi dengan rutinitas yang menyenangkan dan bisa memberikan ketenangan, walaupun kecil,” saran Shafira. Ia menegaskan bahwa burnout bukan hanya soal pekerjaan berat, tetapi soal bagaimana seseorang menyeimbangkan hidupnya secara emosional dan mental.
