Foto: katlieu substack
Kreasi kuliner yang unik dan tak biasa sering kali menarik perhatian, tetapi tidak selalu mendapatkan respons positif. Hal ini dialami oleh seorang influencer kuliner bernama Ketlieu, yang membagikan resep nasi campur cokelat melalui akun TikTok-nya, @subtleasian.baking. Alih-alih mendapat pujian, kreasinya justru menuai kecaman pedas dari warganet.
Nasi Campur Cokelat, Kreasi Tak Biasa yang Berujung Kontroversi
Nasi umumnya dikreasikan dengan bahan-bahan bercita rasa gurih, seperti ayam goreng, sosis, tomat, atau bumbu khas Nusantara seperti kunyit dan santan. Namun, Ketlieu mencoba keluar dari pakem dengan mencampurkan nasi dan cokelat batang dalam satu hidangan.
Melansir dari Next Shark (13/3), Ketlieu pertama kali membagikan resep nasi cokelat ini pada 8 Februari 2025. Ia mengklaim bahwa hasil akhirnya adalah sajian dessert yang lembut dengan lapisan cokelat yang meleleh.
“Nasi ini memiliki tekstur empuk, lembut, dan halus dengan rasa cokelat yang mendalam. Saya tidak bisa berhenti menikmatinya,” ujar Ketlieu dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia menyarankan bahwa nasi cokelat ini bisa lebih lezat jika dipadukan dengan kacang-kacangan, buah kering, sejumput garam, dan taburan bubuk kakao. Tak hanya itu, nasi cokelat tersebut juga bisa dibentuk menyerupai mochi atau diolah menjadi puding nikmat dengan tambahan santan dan sirup maple.
Hujan Kritik dan Komentar Pedas dari Netizen
Sayangnya, inovasi kuliner yang dibuat Ketlieu justru mendapat respons negatif dari warganet. Banyak yang menganggap bahwa ide mencampurkan nasi dengan cokelat adalah sesuatu yang “melanggar hukum” dalam dunia kuliner.
Beberapa komentar tajam yang muncul di antaranya:
🗨️ “Ini ilegal!”
🗨️ “Kalau ada yang menyajikan ini kepada saya, lebih baik saya masuk penjara saja.”
🗨️ “Mati saja deh!”
Komentar-komentar tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial. Bahkan, video resep Ketlieu diunggah ulang tanpa memberikan kredit kepadanya.
Ketlieu Angkat Bicara: “Ini Bisa Sangat Berbahaya Jika Terjadi pada Anak-Anak”
Menanggapi serangan warganet, Ketlieu mengungkapkan kekecewaannya dalam wawancara dengan Today. Ia mengaku bahwa komentar pedas bukanlah hal baru baginya, terutama ketika videonya menjadi viral dan menampilkan wajahnya. Namun, kali ini ia merasa bahwa kritik yang ia terima sudah melewati batas.
“Komentar seperti ini mungkin tidak terlalu berpengaruh bagi orang dewasa, tetapi bayangkan jika ini terjadi pada anak-anak. Ini bisa sangat menyakitkan dan berdampak buruk bagi kesehatan mental mereka,” ungkap Ketlieu.
Meski sudah terbiasa dengan respons negatif, ia mengakui bahwa serangan warganet tetap membuatnya sedih. Ia berharap agar netizen bisa lebih bijak dalam memberikan kritik dan tidak menyebarkan kebencian hanya karena sebuah kreasi kuliner yang berbeda dari kebiasaan.
Pelajaran dari Kontroversi Nasi Cokelat
Kasus Ketlieu menjadi pengingat bahwa selera dan preferensi makanan sangat subjektif. Tidak semua inovasi kuliner akan diterima dengan baik, tetapi perbedaan selera seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyebarkan ujaran kebencian. Kreativitas dalam dunia kuliner perlu dihargai, dan kritik sebaiknya disampaikan dengan cara yang membangun.
Bagaimana menurutmu? Apakah nasi cokelat ini terdengar menarik atau justru tidak masuk akal?
