Ilustrasi Sandal Jepit (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Kebijakan larangan penggunaan sandal jepit bagi wisatawan menjadi perhatian dunia setelah diterapkan di kawasan wisata terkenal Cinque Terre, Italia. Destinasi yang dikenal dengan pemandangan laut Mediterania yang memukau dan deretan desa berwarna-warni di tebing pantai ini ternyata memiliki aturan ketat terkait keselamatan pengunjung.
Bagi banyak wisatawan, sandal jepit sering menjadi pilihan utama saat berlibur karena ringan, praktis, dan nyaman digunakan. Namun, di Cinque Terre, penggunaan sandal jepit saat menjelajahi jalur pendakian justru dianggap berbahaya. Karena alasan tersebut, otoritas setempat memberlakukan larangan bagi turis yang menggunakan alas kaki terbuka saat melintasi rute trekking.
Aturan ini tidak hanya berupa imbauan biasa. Wisatawan yang melanggar dapat dikenakan denda hingga 2.500 euro atau sekitar Rp47 juta. Nilai tersebut membuat banyak pelancong terkejut karena jauh lebih mahal dibandingkan membeli perlengkapan pendakian yang sesuai sebelum memulai perjalanan.
Cinque Terre, Destinasi Wisata Populer di Italia
Cinque Terre merupakan salah satu kawasan wisata paling terkenal di Italia. Lokasinya berada di wilayah pesisir Liguria dan terdiri dari lima desa yang saling terhubung oleh jalur trekking, kereta api, serta akses laut.
Lima desa tersebut adalah Monterosso al Mare, Vernazza, Corniglia, Manarola, dan Riomaggiore. Setiap tahunnya, jutaan wisatawan datang untuk menikmati pemandangan laut yang indah, bangunan berwarna-warni, serta jalur pendakian yang membentang di sepanjang tebing.
Keindahan alam yang ditawarkan Cinque Terre menjadikannya salah satu tujuan favorit wisatawan dari berbagai negara. Namun di balik panorama yang memukau, kawasan ini juga memiliki medan yang cukup menantang.
Banyak jalur trekking di Cinque Terre berada di area perbukitan dan tebing yang curam. Sebagian jalur memiliki permukaan berbatu, sempit, dan licin, terutama setelah hujan atau saat kondisi cuaca berubah.
Karena itulah keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama pengelola kawasan wisata tersebut.
Larangan Sandal Jepit Berlaku untuk Jalur Pendakian
Otoritas Taman Nasional Cinque Terre sebenarnya telah memperkenalkan aturan ini sejak beberapa tahun lalu. Kebijakan tersebut dibuat setelah banyaknya insiden yang melibatkan wisatawan saat mendaki menggunakan alas kaki yang tidak sesuai.
Larangan tidak hanya berlaku untuk sandal jepit, tetapi juga berbagai jenis sandal terbuka yang dianggap tidak mampu memberikan perlindungan dan kestabilan saat berjalan di jalur pendakian.
Pengelola kawasan menilai bahwa penggunaan alas kaki yang tepat dapat mengurangi risiko tergelincir, terjatuh, atau mengalami cedera selama perjalanan.
Wisatawan yang ingin menjelajahi rute trekking dianjurkan menggunakan sepatu hiking atau sepatu olahraga dengan sol yang kuat dan memiliki daya cengkeram yang baik.
Alasan Keselamatan Menjadi Prioritas
Pihak Taman Nasional Cinque Terre menjelaskan bahwa sejumlah jalur pendakian di kawasan tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.
Meski sering terlihat indah dalam foto-foto promosi wisata, kenyataannya beberapa jalur memerlukan kondisi fisik yang baik serta perlengkapan yang memadai.
Direktur Taman Nasional Cinque Terre, Patrizio Scarpellini, pernah menjelaskan bahwa sejumlah trek di kawasan tersebut memiliki karakteristik yang menyerupai jalur pegunungan.
Kondisi ini membuat penggunaan sandal jepit dianggap tidak aman karena tidak memberikan perlindungan maksimal terhadap kaki dan tidak memiliki daya cengkeram yang memadai.
Dalam beberapa kasus, tim penyelamat gunung setempat harus membantu wisatawan yang mengalami kecelakaan akibat menggunakan alas kaki yang tidak sesuai.
Insiden seperti terpeleset, terjatuh, hingga cedera pergelangan kaki menjadi alasan utama diterapkannya aturan yang lebih tegas.
Denda hingga Rp47 Juta bagi Pelanggar
Untuk meningkatkan kepatuhan wisatawan, pengelola kawasan menerapkan sanksi berupa denda bagi siapa saja yang tetap nekat menggunakan sandal jepit saat mendaki.
Besaran denda yang diberlakukan mencapai 2.500 euro. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp47 juta.
Nominal yang besar tersebut sengaja diterapkan sebagai bentuk pencegahan agar wisatawan lebih memperhatikan aspek keselamatan selama berada di kawasan wisata.
Banyak wisatawan yang awalnya menganggap aturan tersebut berlebihan. Namun setelah mengetahui kondisi jalur pendakian yang sebenarnya, sebagian besar pengunjung memahami alasan di balik kebijakan tersebut.
Informasi Disampaikan Sebelum Wisatawan Masuk
Untuk menghindari kesalahpahaman, pihak pengelola taman nasional telah memasang berbagai papan informasi di sejumlah titik strategis.
Peringatan mengenai larangan sandal jepit dapat ditemukan di area pintu masuk, pusat informasi wisata, hingga jalur pendakian utama.
Selain itu, informasi mengenai aturan tersebut juga ditampilkan saat wisatawan membeli tiket masuk secara daring.
Dengan cara ini, pengunjung diharapkan sudah mengetahui ketentuan yang berlaku sebelum memulai perjalanan.
Wisatawan Dianjurkan Membawa Perlengkapan Lengkap
Selain menggunakan alas kaki yang tepat, wisatawan juga disarankan membawa berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Beberapa perlengkapan yang direkomendasikan antara lain:
- Sepatu hiking atau trekking
- Topi pelindung dari sinar matahari
- Tabir surya
- Air minum yang cukup
- Makanan ringan
- Pakaian yang nyaman untuk berjalan jauh
Perlengkapan tersebut dinilai penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan selama menjelajahi jalur pendakian yang ada di Cinque Terre.
Sistem Jalur Satu Arah untuk Kurangi Kepadatan
Selain aturan soal alas kaki, pengelola kawasan juga menerapkan sejumlah kebijakan lain demi meningkatkan keamanan wisatawan.
Sejak 2023, beberapa jalur populer mulai menerapkan sistem satu arah pada periode tertentu.
Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan pengunjung yang sering terjadi saat musim liburan.
Salah satu jalur yang menerapkan aturan tersebut adalah rute Monterosso-Vernazza.
Pada hari-hari tertentu yang diprediksi ramai, jalur hanya dapat dilalui satu arah dalam rentang waktu tertentu.
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko kemacetan pejalan kaki dan meminimalkan potensi kecelakaan di jalur yang sempit.
Harga Tiket Masuk Jalur Trekking Cinque Terre
Bagi wisatawan yang ingin menikmati jalur trekking di kawasan ini, tersedia tiket khusus bernama Cinque Terre Trekking Card.
Tiket tersebut dapat dibeli secara daring sebelum kedatangan.
Harga tiket bervariasi tergantung musim kunjungan. Pada hari biasa, tarif mulai dari sekitar 10 euro. Sementara pada musim ramai, harga dapat meningkat hingga 15 euro.
Tiket tersebut memberikan akses ke berbagai jalur pendakian yang menjadi daya tarik utama kawasan Cinque Terre.
Wisata Aman Harus Menjadi Prioritas
Keputusan Cinque Terre melarang penggunaan sandal jepit menunjukkan bahwa keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama dibandingkan faktor kenyamanan semata.
Meskipun kawasan ini terkenal sebagai destinasi santai dengan panorama laut yang indah, kondisi medan yang menantang membuat pengunjung harus mempersiapkan diri dengan baik.
Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Cinque Terre, membawa sepatu yang sesuai bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga langkah penting untuk menjaga keselamatan selama menikmati keindahan pesisir Italia.
Dengan mematuhi ketentuan yang berlaku, wisatawan dapat menikmati pengalaman trekking yang aman, nyaman, dan terhindar dari risiko denda hingga puluhan juta rupiah.
Sumber : www.cnnindonesia.com
