Kung Fu Soccer raih pendapatan Rp1,21 triliun dalam dua hari penayangannya (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Kembalinya sutradara legendaris asal Hong Kong, Stephen Chow, ke kursi penyutradaraan langsung disambut antusias oleh pecinta film di berbagai negara. Setelah terakhir kali menyutradarai The New King of Comedy pada 2019, Stephen Chow kini kembali lewat film terbarunya berjudul Kung Fu Soccer, yang langsung mencatatkan kesuksesan luar biasa di pasar bioskop China.
Hanya dalam dua hari sejak penayangan perdananya, Kung Fu Soccer berhasil mengumpulkan pendapatan lebih dari 455 juta yuan, atau sekitar Rp1,21 triliun. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu film dengan pembukaan terbesar di China sepanjang musim panas 2026.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi industri perfilman China yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami perlambatan jumlah penonton. Banyak pihak menilai kehadiran film terbaru Stephen Chow berhasil menghidupkan kembali antusiasme masyarakat untuk datang ke bioskop.
Comeback Stephen Chow Disambut Antusias
Stephen Chow dikenal sebagai salah satu sineas paling berpengaruh di Asia. Namanya melejit melalui berbagai film komedi yang dipadukan dengan aksi bela diri dan sentuhan fantasi, seperti Shaolin Soccer, Kung Fu Hustle, hingga CJ7.
Gaya penyutradaraannya yang khas membuat setiap karya Stephen Chow memiliki identitas kuat. Humor absurd, adegan laga yang kreatif, serta pesan moral yang ringan menjadi ciri yang selalu melekat dalam film-filmnya.
Setelah cukup lama tidak merilis karya baru sebagai sutradara, kehadiran Kung Fu Soccer menjadi salah satu film yang paling dinantikan pada 2026.
Tidak mengherankan jika sejak trailer pertamanya dirilis, film ini sudah menjadi perbincangan di media sosial maupun berbagai forum pecinta film.
Dibintangi Aktor dan Aktris Populer
Kesuksesan awal Kung Fu Soccer juga tidak lepas dari jajaran pemain yang membintanginya.
Film ini menghadirkan sejumlah nama besar seperti:
- Zhang Xiaofei
- Dilraba Dilmurat
- Lay Zhang
- Carina Lau
- Takeru Satoh
Perpaduan aktor lintas generasi tersebut membuat film ini memiliki daya tarik yang lebih luas, baik bagi penonton di China maupun pasar internasional.
Dilraba, misalnya, sudah memiliki basis penggemar yang sangat besar di berbagai negara Asia. Sementara Lay Zhang dikenal luas sebagai penyanyi sekaligus aktor yang memiliki popularitas tinggi sejak menjadi anggota EXO.
Kehadiran Takeru Satoh dari Jepang juga menambah daya tarik tersendiri karena aktor tersebut dikenal melalui berbagai film laga dan adaptasi manga populer.
Disebut Sebagai Penerus Spiritual Shaolin Soccer
Banyak penggemar menyebut Kung Fu Soccer sebagai penerus spiritual dari Shaolin Soccer, film ikonik Stephen Chow yang dirilis pada 2001.
Meski tidak menjadi sekuel langsung, keduanya memiliki benang merah berupa perpaduan olahraga sepak bola dengan seni bela diri khas Shaolin.
Jika Shaolin Soccer berfokus pada tim sepak bola pria, maka Kung Fu Soccer menghadirkan sudut pandang yang berbeda dengan mengangkat kisah sebuah tim sepak bola perempuan.
Konsep tersebut dinilai memberikan nuansa baru tanpa menghilangkan ciri khas humor Stephen Chow yang selama ini melekat dalam karya-karyanya.
Cerita Menggabungkan Bela Diri dan Sepak Bola
Film Kung Fu Soccer mengisahkan perjuangan sebuah tim sepak bola perempuan yang berusaha meraih prestasi melalui latihan keras dan disiplin tinggi.
Yang membuat cerita ini berbeda adalah penggunaan teknik bela diri Shaolin sebagai bagian dari strategi bermain di lapangan.
Adegan pertandingan dipenuhi aksi spektakuler, tendangan dengan efek visual unik, hingga gerakan akrobatik yang menjadi ciri khas film-film Stephen Chow.
Di balik unsur komedi, film ini juga mengangkat tema tentang kerja sama tim, semangat pantang menyerah, persahabatan, dan keberanian menghadapi tantangan.
Perpaduan berbagai unsur tersebut membuat Kung Fu Soccer dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga penonton dewasa.
Strategi Rilis Global
Tidak hanya menyasar pasar domestik, Kung Fu Soccer juga dipersiapkan untuk menjangkau penonton internasional.
Film ini dirilis dalam berbagai pilihan bahasa, di antaranya:
- Mandarin
- Kanton
- Inggris
- Jepang
- Korea
- Thailand
Strategi tersebut menunjukkan keseriusan rumah produksi dalam memperluas pasar sekaligus meningkatkan peluang pendapatan global.
Momentum perilisan juga dinilai sangat tepat karena berlangsung saat perhatian dunia sedang tertuju pada Piala Dunia FIFA 2026.
Tema sepak bola yang diangkat dalam film membuat promosi terasa lebih relevan dengan suasana global saat ini.
Mendominasi Box Office China
Data dari platform penjualan tiket Maoyan menunjukkan dominasi Kung Fu Soccer sejak hari pertama penayangan.
Film ini menguasai sekitar 48,2 persen dari total jadwal bioskop nasional.
Tidak hanya itu, lebih dari 80 persen pendapatan box office harian di China berasal dari penjualan tiket film ini.
Keberhasilan tersebut membuat pendapatan bioskop nasional kembali menembus angka 300 juta yuan dalam satu hari, sebuah pencapaian yang terakhir kali terjadi sekitar 136 hari sebelumnya.
Banyak pelaku industri menilai pencapaian ini menjadi indikator bahwa pasar bioskop China mulai kembali bergairah.
Respons Penonton Beragam
Meski sukses secara komersial, respons penonton terhadap Kung Fu Soccer cukup beragam.
Di platform Douban, film ini memperoleh nilai sekitar 6,6 dari 10.
Sebagian penonton memberikan apresiasi terhadap keberanian Stephen Chow menghadirkan kisah tim sepak bola perempuan dengan pendekatan humor yang ringan.
Banyak pula yang memuji koreografi aksi serta chemistry antarpemain yang dinilai berhasil menghidupkan cerita.
Namun, ada pula kritik yang menyebut alur cerita masih menggunakan pola khas Stephen Chow yang dianggap mirip dengan beberapa film sebelumnya.
Sebagian penonton juga menilai efek visualnya belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sebuah film blockbuster modern.
Meski demikian, kritik tersebut tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk menyaksikan film ini di bioskop.
Nostalgia Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu faktor terbesar di balik kesuksesan Kung Fu Soccer adalah unsur nostalgia.
Generasi yang tumbuh bersama Shaolin Soccer kini kembali disuguhkan gaya penyutradaraan Stephen Chow yang penuh humor absurd dan adegan laga kreatif.
Banyak penonton mengaku merasa kembali menikmati nuansa film-film Stephen Chow pada awal 2000-an.
Perpaduan nostalgia dengan sentuhan modern membuat film ini mampu menarik dua generasi sekaligus, yakni penonton lama dan generasi muda yang baru mengenal karya-karyanya.
Stephen Chow Tetap Menjadi Ikon Perfilman Asia
Meski industri perfilman terus berkembang dengan berbagai teknologi baru, Stephen Chow tetap mampu mempertahankan identitasnya sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di Asia.
Ia dikenal tidak hanya karena kemampuan menyutradarai film, tetapi juga piawai menggabungkan komedi, aksi, drama, dan fantasi menjadi sebuah tontonan yang menghibur.
Keberhasilan Kung Fu Soccer membuktikan bahwa nama besar Stephen Chow masih memiliki daya tarik luar biasa di pasar global.
Potensi Pendapatan Masih Terus Bertambah
Dengan pembukaan yang sangat kuat, banyak pengamat industri memperkirakan pendapatan Kung Fu Soccer masih akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Apalagi film ini belum sepenuhnya dirilis di seluruh pasar internasional.
Jika tren positif tersebut terus berlanjut, bukan tidak mungkin Kung Fu Soccer akan menjadi salah satu film dengan pendapatan terbesar sepanjang 2026.
Keberhasilan ini juga mempertegas bahwa perpaduan cerita yang menghibur, nama besar Stephen Chow, jajaran pemain populer, serta strategi distribusi internasional mampu menciptakan daya tarik besar di pasar global.
Bagi para penggemar film komedi aksi, Kung Fu Soccer menjadi salah satu tontonan yang layak dinantikan. Selain menghadirkan humor khas Stephen Chow, film ini juga menawarkan aksi laga yang kreatif, kisah inspiratif tentang kerja sama tim, serta nuansa nostalgia yang mengingatkan pada kejayaan Shaolin Soccer dua dekade silam.
Sumber : www.mediaindonesia.com
