Polres Kuningan gagalkan aksi balap liar (Foto : Darfan)
KUNINGAN, Buletinmedia.com – Aksi balap liar di Jalan Raya Lingkar Timur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan setelah sebuah video penindakan polisi viral di media sosial. Dalam video tersebut, puluhan remaja yang diduga hendak melakukan balap liar pada Sabtu malam berhasil digagalkan oleh petugas gabungan dari Polres Kuningan. Penertiban ini menjadi bagian dari patroli rutin yang ditingkatkan selama bulan Ramadan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 16 sepeda motor dan satu kendaraan roda empat yang diduga akan digunakan untuk balap liar. Selain menyita kendaraan, petugas juga mengamankan sejumlah remaja yang diduga sebagai joki maupun pihak yang terlibat dalam aksi balapan ilegal tersebut. Seluruhnya kemudian dibawa ke Mapolres Kuningan untuk didata dan diberikan pembinaan lebih lanjut.
Video amatir yang beredar luas memperlihatkan para remaja tersebut menggiring sepeda motor mereka menuju Mapolres Kuningan dengan pengawalan petugas kepolisian. Penindakan dilakukan setelah polisi mendapati mereka berkumpul dan bersiap melakukan aksi balap liar di ruas jalan yang relatif sepi pada malam hari. Jalan Lingkar Timur Kuningan memang kerap dijadikan lokasi balap liar karena memiliki lintasan yang panjang dan minim hambatan.
Kapolres Kuningan, AKBP Muhamad Ali Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari patroli rutin selama Ramadan. Ia menyampaikan bahwa dalam razia tersebut pihaknya berhasil mengamankan 17 kendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat. Kendaraan yang tidak sesuai standar akan dikenakan sanksi sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.
Menurutnya, sebagian besar sepeda motor yang diamankan tidak memenuhi standar keselamatan. Banyak kendaraan menggunakan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan serta tidak dilengkapi pelat nomor. Kondisi ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara lain dan masyarakat sekitar.
Polres Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli malam, terutama di titik-titik rawan balap liar di wilayah Kuningan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan selama bulan puasa, seperti balap liar, tawuran remaja, hingga perang sarung yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
Balap liar di Kuningan bukanlah fenomena baru. Aktivitas ini sering kali dilakukan oleh kelompok remaja yang mencari sensasi adrenalin tanpa mempertimbangkan risiko keselamatan. Selain membahayakan pelaku, balap liar juga mengancam pengguna jalan lain yang melintas. Tidak sedikit kasus kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh aksi balapan ilegal di jalan umum.
Aparat kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hari selama Ramadan. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam mencegah keterlibatan remaja dalam kegiatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selain penindakan, Polres Kuningan juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui pembinaan kepada para remaja yang terjaring razia. Polisi berharap, dengan adanya tindakan tegas sekaligus edukatif, para pelaku tidak mengulangi perbuatannya dan dapat lebih memahami risiko hukum maupun keselamatan dari aksi balap liar.
Penertiban balap liar di Jalan Lingkar Timur ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Warga sekitar mengaku merasa lebih tenang dengan adanya patroli rutin yang digelar aparat kepolisian. Mereka berharap razia balap liar di Kuningan dapat terus dilakukan secara konsisten agar tidak muncul kembali aktivitas serupa.
Pihak kepolisian juga memastikan bahwa kendaraan yang disita hanya dapat diambil setelah pemilik melengkapi persyaratan administratif dan mengembalikan kondisi kendaraan sesuai standar pabrikan. Hal ini dilakukan untuk menekan penggunaan knalpot brong serta modifikasi ekstrem yang tidak sesuai aturan.
Upaya pencegahan balap liar selama Ramadan menjadi prioritas karena pada periode tersebut aktivitas remaja pada malam hari cenderung meningkat. Setelah waktu sahur maupun usai salat tarawih, sejumlah titik jalan sering dimanfaatkan untuk berkumpul dan berpotensi dijadikan ajang balapan ilegal.
Dengan adanya patroli intensif dan penindakan tegas terhadap pelaku balap liar, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kuningan tetap kondusif. Polisi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan jika mengetahui adanya rencana atau aktivitas balap liar di lingkungan sekitar.
Kasus viral balap liar di Kuningan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat keamanan, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi untuk mencegah aksi-aksi yang membahayakan keselamatan publik.
Melalui langkah preventif dan represif yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan angka balap liar di Kuningan dapat ditekan secara signifikan. Penegakan hukum yang konsisten sekaligus edukasi kepada generasi muda menjadi kunci utama dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
