Sutradara senior Bobby Sandy meninggal dunia. Ia dimakamkan di TPU Pedurenan (Foto: Koleksi Pribadi Yan Widjaya)
Buletinmedia.com – Dunia perfilman Indonesia kembali berduka setelah kepergian sosok legendaris, Bobby Sandy, yang meninggal dunia pada Selasa (7/1/2025) dalam tidurnya di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat. Di usia 82 tahun, Bobby Sandy berpulang dengan tenang dan meninggalkan sebuah warisan tak ternilai bagi dunia sinema Tanah Air. Jenazahnya dimakamkan dengan penuh khidmat di TPU Pedurenan, Bekasi, pada hari yang sama.
Bobby Sandy dikenal sebagai salah satu sutradara terbesar dalam sejarah perfilman Indonesia. Karya-karyanya tidak hanya mengangkat kualitas film, tetapi juga meninggalkan jejak yang mendalam dalam budaya dan sejarah sinema nasional. Salah satu film paling terkenalnya, Cinta di Balik Noda (1984), membuat Meriam Bellina meraih Piala Citra pertamanya, sebuah pencapaian monumental dalam kariernya. Film ini tidak hanya dikenal karena alur ceritanya yang kuat, tetapi juga karena penggarapan sinematik yang khas dari Bobby Sandy.
Selain itu, Bobby Sandy juga sukses menyutradarai Selamat Tinggal Jeanette (1988), sebuah film yang mengisahkan drama keluarga priyayi yang mengantar Ria Irawan meraih Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Bobby terus menciptakan film-film yang relevan dan mengena di hati penonton, termasuk Gaun Pengantin (1974), yang menjadi debutnya sebagai sutradara, serta berbagai judul sukses seperti Kulihat Cinta di Matanya dan Valentine: Kasih Sayang Bagimu.
Kabar meninggalnya Bobby Sandy disampaikan oleh sahabat sekaligus pemerhati film, Yan Widjaya, yang memastikan bahwa Bobby Sandy meninggal dengan damai di rumahnya, bukan karena penyakit tertentu. “Beliau meninggal dalam tidur di rumahnya. Tidak ada sakit khusus. Semua berjalan dengan tenang,” ujar Yan Widjaya saat dihubungi media.
Pemakaman Bobby Sandy berlangsung sederhana namun penuh makna, dihadiri oleh keluarga, sahabat, serta kolega-kolega terdekatnya dari dunia perfilman. Yan Widjaya juga menyampaikan doa untuk Bobby melalui media sosial, “Rehat dalam damai, Bobby Sandy. Sineas top lewat debut film Gaun Pengantin (1974) telah dimakamkan dengan khidmat di TPU Pedurenan, Bekasi.”
Dengan kepergian Bobby Sandy, industri film Indonesia kehilangan seorang pelopor yang telah menciptakan sejumlah karya monumental. Film-film garapannya tetap dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perfilman Tanah Air. Melalui karyanya, Bobby Sandy tak hanya menghibur, tetapi juga mendorong batas-batas kreativitas dalam dunia sinema, menjadikan dirinya sebagai salah satu sosok yang tak terlupakan dalam industri ini.
Bobby Sandy mungkin telah berpulang, tetapi karya-karyanya akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi sineas berikutnya. Warisan film-film legendarisnya akan tetap abadi, mengiringi perjalanan perfilman Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.
