Foto: Instagram/@yusfanuristyana
Masa pensiun sering kali dianggap sebagai waktu untuk beristirahat total, namun tidak bagi Iswantyo (64). Mantan personel TNI Angkatan Udara (AU) yang bertugas di Landasan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta ini, justru menemukan “panggung” baru yang menghangatkan hati banyak orang. Lewat sepotong bolu pisang (banana cake), pria yang dulu terbiasa dengan kedisiplinan militer ini kini dikenal sebagai sosok ayah yang piawai meracik kelembutan kue di dapur rumahnya.
Kisah sukses usaha rumahan bertajuk “Banana Cake Bapak” ini mendadak viral di media sosial, membuktikan bahwa kasih sayang orang tua yang dituangkan dalam masakan memiliki daya tarik yang luar biasa bagi publik.
Viralitas Bermula dari Unggahan Sang Putri
Semua bermula pada 9 Juli 2027, ketika sang putri, Yusfa Nuristyana, mengunggah sebuah video singkat di akun Instagram pribadinya. Video tersebut merekam aktivitas sang ayah yang tengah sibuk di dapur. Dalam keterangan unggahannya, Yusfa menceritakan bagaimana sang ayah mulai menekuni hobi baking selama setahun terakhir sejak memasuki masa purnatugas.
Momen yang paling menyentuh netizen adalah ketika Iswantyo membuatkan seloyang bolu pisang khusus untuk Yusfa sebagai bentuk kenang-kenangan dan ungkapan kasih sayang.
“Kali ini bapak bilang mau bikinin aku banana cake. Katanya udah latihan bikin ini berkali-kali dan sekarang udah punya resep terbaik menurut beliau,” tulis Yusfa dalam video tersebut. Hasilnya pun tak main-main; sebuah kue berwarna golden brown, mengembang sempurna, dengan aroma semerbak yang memenuhi ruangan.
“Rasa Sayang di Setiap Potongan”: Rahasia Kelezatan Banana Cake Bapak
Bagi Yusfa, bolu pisang buatan ayahnya bukan sekadar camilan biasa. Teksturnya yang lembut, rasa manis yang pas, dan aroma pisang yang kuat menjadikannya istimewa. Namun, Yusfa menekankan bahwa bumbu rahasia yang paling berkesan adalah “rasa sayang bapak di setiap potongan” kue tersebut.
Unggahan sederhana namun emosional ini rupanya memicu gelombang respons positif dari netizen. Kolom komentar dibanjiri pujian dan rasa haru, bahkan banyak dari mereka yang memohon agar Yusfa membuka sistem pesanan (pre-order) agar mereka bisa turut merasakan “sentuhan kasih sayang” dari tangan seorang ayah.
Bertransformasi Menjadi Usaha Rumahan yang Menjanjikan
Menanggapi antusiasme publik yang begitu besar, Iswantyo akhirnya memutuskan untuk menseriusi hobi tersebut menjadi unit usaha kecil bernama “Banana Cake Bapak”. Melalui konfirmasi dengan detikFood pada 27 Juli 2025, Iswantyo mengaku sangat bahagia karena bisa tetap produktif di masa tuanya.
Kini, setiap minggunya, dapur rumah Iswantyo selalu ramai dengan aroma pisang panggang. “Open PO seminggu sekali atau kita umumkan kalau ada slot,” jelas Yusfa. Produksi harian saat ini mampu mencapai 40 hingga 50 buah per sesi PO. Iswantyo menawarkan dua varian ukuran loyang untuk memanjakan pelanggan:
-
Ukuran Sedang: Rp 55.000
-
Ukuran Besar: Rp 105.000
Inovasi Pengiriman Hingga ke Luar Kota
Popularitas “Banana Cake Bapak” ternyata tidak hanya tertahan di wilayah Yogyakarta saja. Banyaknya permintaan dari “anak online” (sebutan bagi netizen pengikut setianya) membuat Yusfa dan ayahnya melakukan riset kecil untuk pengiriman jarak jauh.
Demi menjamin kualitas kue tetap prima saat tiba di tangan pelanggan luar kota, mereka kini menerapkan teknologi vacuum seal dan penggunaan silica gel. “Setelah diuji coba, ternyata kuenya kuat bertahan sampai 10 hari. Jadi sekarang banana cake-nya sudah bisa dikirim ke luar kota,” tutur Yusfa dengan semangat.
Semangat Hidup di Masa Purnatugas
Perjalanan Iswantyo di dunia baking sebenarnya dimulai dari peralatan yang sangat sederhana. Pada awalnya, ia hanya membuat bolu kukus karena belum memiliki oven. Seiring dengan ketertarikannya yang semakin dalam, ia memutuskan untuk berinvestasi membeli oven dan mixer berkualitas guna meningkatkan standar hasil kuenya.
Transformasi dari seorang anggota TNI menjadi pengusaha kue membawa dampak psikologis yang luar biasa positif bagi Iswantyo. Di usianya yang ke-64, ia merasa memiliki energi baru untuk menjalani hari.
“Alhamdulillah kata bapak jadi punya semangat hidup dan makin ramai hidupnya. Karena banyak yang suka datang dan mendoakan,” tutup Yusfa.
Kisah “Banana Cake Bapak” menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar hal baru dan menemukan kebahagiaan di usia senja. Bagi Anda yang ingin mencicipi kelembutan bolu pisang penuh cinta ini, informasi pemesanan dapat dipantau melalui akun Instagram resmi mereka di @banancakebapak.
