Ilustrasi ruwahan Foto: iStock
Buletinmedia.com – Menjelang Ramadan, sejumlah tradisi khas masyarakat Indonesia mulai bermunculan, salah satunya adalah tradisi rowahan atau ruwahan yang sedang viral di TikTok. Tradisi makan-makan yang sudah ada sejak zaman Majapahit ini, kini menjadi salah satu momen yang dinantikan setiap tahun oleh masyarakat Betawi.
Asal Usul dan Sejarah Rowahan
Tradisi ruwahan bukan sekadar makan-makan, melainkan sebuah ritual yang memiliki sejarah panjang. Berdasarkan catatan sejarah, tradisi ini pertama kali muncul pada abad ke-14 di era Kerajaan Majapahit. Pada masa itu, ruwahan merupakan kegiatan ritual masyarakat Jawa yang bertujuan untuk menghormati leluhur dan memohon perlindungan dari dewa-dewa.
Namun, seiring dengan masuknya Islam di Indonesia pada abad ke-15, tradisi ini kemudian mengalami perubahan dan integrasi dengan nilai-nilai Islam, sehingga tetap lestari hingga kini, terutama di kalangan masyarakat Betawi.
Pelaksanaan Tradisi Ruwahan yang Penuh Rangkaian Ritual
Persiapan untuk tradisi ruwahan sangat unik dan penuh makna. Sebelum acara dimulai, masyarakat Betawi melakukan serangkaian persiapan, seperti membersihkan tempat ritual, menyiapkan makanan, dan perlengkapan lainnya. Ritual kemudian diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama atau tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan pembakaran dupa dan pembacaan mantra untuk memohon berkah dan perlindungan.
Makan Bersama, Simbol Kebersamaan dan Silaturahmi
Setelah proses doa dan ritual selesai, saatnya bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati hidangan yang telah disiapkan. Makanan disajikan secara prasmanan, dengan menu khas seperti nasi uduk, ayam goreng, semur tahu telur, bihun, dan sambal kacang lengkap dengan lalapan mentimun. Tak hanya sekadar makan, moment ini adalah wujud dari kebersamaan dan silaturahmi, di mana semua orang, tanpa memandang status sosial, duduk bersama dan berbagi rezeki.
Makna Mendalam dari Tradisi Ruwahan
Secara umum, tradisi rowahan mengandung makna yang dalam, yaitu penghormatan kepada leluhur serta permohonan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Di sisi sosial dan budaya, tradisi ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarwarga dan memperkenalkan kebudayaan melalui musik, tarian, dan permainan tradisional. Bagi masyarakat Betawi, ini juga menjadi bentuk ekspresi budaya yang patut dilestarikan dan diwariskan pada generasi selanjutnya.
Tradisi yang Tak Lekang oleh Waktu
Meskipun tradisi ini sudah ada sejak zaman Majapahit, keberadaannya tetap relevan hingga sekarang, apalagi dengan hadirnya platform media sosial seperti TikTok. Kini, banyak orang dari berbagai daerah yang ikut merayakan dan memperkenalkan tradisi ini kepada khalayak yang lebih luas, menjadikannya bukan hanya sebuah ritual, tetapi juga bagian dari warisan budaya Indonesia yang tetap hidup dan berkembang.
Dengan segala nilai budaya dan sosial yang terkandung, tradisi rowahan menjadi simbol kuat bagi masyarakat Betawi dan sekitarnya, mengingatkan kita akan pentingnya berbagi, menghormati leluhur, dan menjaga tradisi dalam menghadapi kehidupan modern.
