Saat Timnas Indonesia vs Bahrain, PT Lestarindo Soccer Field pastikan rumput belum dalam kondisi baik (Sumber: X/ Football5star)
Buletinmedia.com – PT Harapan Jaya Lestarindo baru saja memberikan pembaruan terkait kondisi rumput di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Stadion ini akan menjadi lokasi pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia dan Bahrain. Untuk memastikan kualitas lapangan, pengelolaan rumput telah dipercayakan kepada PT Harapan Jaya Lestarindo. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga telah melakukan inspeksi langsung terhadap kondisi rumput stadion.
SUGBK dijadwalkan menjadi arena pertandingan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia dan Bahrain pada Selasa, 25 Maret 2025. Sebelum menghadapi laga kandang ini, Timnas Indonesia yang kini diasuh oleh Patrick Kluivert terlebih dahulu akan bertandang ke markas Australia pada 20 Maret 2025.
Sebagai bagian dari upaya perbaikan, PT Harapan Jaya Lestarindo baru-baru ini membagikan unggahan tentang proses perataan permukaan lapangan SUGBK yang dilakukan pada 24 Februari 2025. Meski begitu, pihak pengelola mengakui bahwa dengan keterbatasan waktu perawatan, mereka tidak dapat menjamin kondisi rumput akan berada dalam performa terbaik saat laga melawan Bahrain. Namun, mereka berkomitmen untuk memastikan lapangan berada dalam kondisi optimal saat Timnas Indonesia menghadapi China pada Juni 2025.
Proses perataan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas aliran bola selama pertandingan. “Releveling kerataan permukaan dilakukan agar bola dapat mengalir dengan baik,” tulis PT Harapan Jaya Lestarindo di media sosial mereka. Sebelumnya, perusahaan ini juga bertanggung jawab atas perawatan lapangan saat Indonesia menjamu Argentina pada Juni 2023.
Erick Thohir pernah menyebut bahwa kondisi rumput saat laga melawan Argentina sangat baik. “Saya sudah meminta pihak pengelola GBK untuk melakukan perbaikan. Ketika melawan Argentina, kondisi lapangan sangat optimal, itu sebabnya mereka bersedia bertanding di sini,” ungkapnya kepada wartawan pada 18 November 2024.
Namun, setelahnya, berbagai keluhan mulai bermunculan terkait kondisi rumput di beberapa laga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Salah satu insiden terjadi saat Thom Haye merayakan golnya ke gawang Filipina pada putaran kedua kualifikasi. Ia mengalami luka pada lutut akibat selebrasi meluncur, yang disebabkan oleh kondisi lapangan yang kurang optimal.
Kritik semakin banyak disampaikan setelah laga melawan Australia pada September 2024. Dalam pertandingan tersebut, permukaan rumput SUGBK terlihat ikut tercabut saat Sandy Walsh melepaskan tembakan ke gawang lawan. Kemudian, pada November 2024, bintang Jepang, Takumi Minamino, juga mengeluhkan ketidakrataan permukaan rumput yang membuat bola lebih mudah memantul, sehingga memengaruhi jalannya permainan.
