Direktur Eksekutif Celios menilai pengurangan anggaran IKN tahap II sebagai langkah wajar karena prioritas pemerintahan Prabowo Subianto difokuskan pada swasembada pangan dan energi (Sumber : Merdeka.com)
Buletinmedia.com – Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk memblokir anggaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebesar Rp14 triliun. Akibatnya, proyek tersebut harus dihentikan sementara karena dana yang dialokasikan belum dicairkan.
Keputusan pemblokiran anggaran ini pertama kali disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Kamis (6/1). Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
Dody juga mengungkapkan bahwa anggaran yang dipangkas ini akan dialihkan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis. Dengan nada bercanda, ia menyebut bahwa hingga kini belum ada realisasi anggaran untuk IKN karena dana tersebut sudah dialokasikan untuk program lain.
Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengonfirmasi bahwa pemblokiran anggaran pembangunan IKN dilakukan oleh Prabowo melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani, dengan total sekitar Rp14 triliun yang tersebar di empat direktorat jenderal. Saat ini, dana tersebut masih berada di Kementerian Keuangan dan tengah dalam proses perhitungan lebih lanjut.
Menanggapi hal ini, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita, menilai bahwa pemblokiran anggaran IKN bukanlah hal mengejutkan. Menurutnya, Prabowo memang fokus pada efisiensi anggaran dan mengutamakan belanja yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti swasembada pangan dan energi.
Ronny menduga bahwa Prabowo tidak ingin anggaran negara dihabiskan secara besar-besaran untuk proyek IKN yang dinilai memiliki dampak ekonomi lebih kecil dibandingkan program lain, seperti Makan Bergizi Gratis. Ia juga menilai bahwa pembangunan IKN bukan lagi prioritas utama di pemerintahan Prabowo, sehingga pengurangan anggaran untuk proyek tersebut merupakan langkah yang logis.
Meskipun terjadi relokasi anggaran, Ronny menegaskan bahwa total belanja APBN tetap sama, hanya saja distribusinya diubah agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
