Petugas gabungan dari BPBD, polisi, TNI, relawan, serta masyarakat melakukan pencarian warga yang hilang di area ladang Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan (Foto : Darfan)
KUNINGAN, Buletinmedia.com – Seorang warga Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dilaporkan hilang saat mencari rumput di kebun pada Minggu sore. Kejadian ini sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar karena korban tidak kunjung pulang hingga malam hari, sesuatu yang tidak biasa mengingat aktivitas tersebut sudah menjadi rutinitas hariannya. Warga yang mengenal korban menyebut bahwa ia dikenal disiplin dengan waktu dan selalu kembali ke rumah sebelum petang.
Korban diketahui bernama Parmo, berusia 48 tahun. Dalam kesehariannya, ia bekerja mencari rumput untuk pakan ternak miliknya maupun milik warga lain. Aktivitas tersebut telah lama dijalani dan menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya. Pada hari kejadian, Parmo berangkat ke ladang seperti biasa dengan membawa peralatan sederhana, termasuk karung untuk menampung rumput hasil potongannya.
Namun, hingga sore menjelang malam, Parmo tidak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga yang mulai merasa khawatir kemudian mencoba menghubungi dan mencarinya di sekitar area kebun. Ketika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, keluarga meminta bantuan warga sekitar untuk ikut melakukan pencarian. Suasana pun berubah menjadi tegang, karena keberadaan Parmo tidak diketahui sama sekali.
Pencarian awal dilakukan secara swadaya oleh keluarga dan warga dengan menyisir jalur-jalur yang biasa dilalui korban. Mereka menyusuri area kebun, ladang, hingga jalur setapak yang sering digunakan Parmo. Meski telah dilakukan hingga malam hari dengan bantuan penerangan seadanya, pencarian tidak membuahkan hasil. Kondisi gelap dan keterbatasan alat membuat upaya tersebut harus dihentikan sementara.
Memasuki hari berikutnya, Senin siang, pencarian dilanjutkan dengan melibatkan petugas gabungan. Tim yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kepolisian, TNI, relawan, serta masyarakat setempat turun langsung ke lokasi. Dengan peralatan yang lebih memadai, pencarian dilakukan secara lebih sistematis dan terkoordinasi.
Area pencarian difokuskan pada lokasi terakhir korban diketahui berada, yaitu sekitar ladang dan area yang berdekatan dengan aliran sungai. Sungai tersebut diketahui memiliki arus yang cukup deras, terutama setelah hujan, sehingga menjadi salah satu titik yang perlu diperiksa secara menyeluruh. Petugas membagi tim menjadi beberapa kelompok untuk menyisir berbagai titik secara bersamaan.
Dalam proses pencarian tersebut, petugas menemukan sejumlah barang milik korban di tepi sungai. Barang-barang tersebut berupa pakaian, sajadah, telepon genggam, serta rumput yang telah dikumpulkan dalam karung. Penemuan ini menjadi titik terang dalam pencarian karena memberikan petunjuk kuat mengenai lokasi terakhir korban.
Berdasarkan temuan tersebut, muncul dugaan bahwa korban terjatuh ke sungai dan terbawa arus. Dugaan ini diperkuat oleh posisi barang-barang yang ditemukan berada sangat dekat dengan aliran air. Tim gabungan pun segera mengalihkan fokus pencarian ke sepanjang aliran sungai, baik ke arah hulu maupun hilir.
Proses penyisiran sungai dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Petugas harus menghadapi medan yang cukup berat, mulai dari tebing licin, bebatuan, hingga arus air yang tidak menentu. Selain itu, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri karena dapat memengaruhi kondisi sungai secara tiba-tiba.
Salah seorang warga, Samsudin, menceritakan bahwa informasi hilangnya korban pertama kali diketahui saat ada anggota keluarga yang meminjam senter untuk mencari Parmo. Setelah dilakukan pencarian di lokasi, ditemukan barang-barang milik korban di pinggir sungai. Hal tersebut langsung memicu kekhawatiran bahwa korban mengalami kecelakaan di sekitar area tersebut.
Menurut keterangan warga lainnya, Parmo sempat terlihat beraktivitas seperti biasa sebelum diduga beristirahat sejenak. Namun setelah itu, tidak ada lagi yang melihat keberadaannya. Tidak adanya saksi mata yang mengetahui kejadian secara langsung membuat proses pencarian menjadi lebih sulit dan penuh ketidakpastian.
Pihak keluarga terus berharap agar Parmo dapat segera ditemukan. Mereka masih menyimpan harapan bahwa korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat, meskipun kemungkinan terburuk juga mulai dipertimbangkan. Dukungan moral dari warga sekitar menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga dalam menghadapi situasi ini.
Di sisi lain, petugas gabungan terus bekerja tanpa henti untuk memperluas area pencarian. Mereka tidak hanya menyisir sungai, tetapi juga memeriksa area sekitar seperti semak-semak, kebun, dan jalur-jalur yang mungkin dilewati korban. Setiap kemungkinan terus dipertimbangkan demi menemukan titik terang.
Koordinasi antar tim juga menjadi faktor penting dalam pencarian ini. Setiap perkembangan di lapangan segera dilaporkan dan dianalisis untuk menentukan langkah selanjutnya. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di area yang berdekatan dengan sungai atau medan berbahaya. Kondisi alam yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika dilakukan seorang diri tanpa pengawasan.
Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Peran masyarakat dalam membantu pencarian menjadi bukti bahwa solidaritas sosial masih sangat kuat. Warga bahu-membahu membantu, baik dalam bentuk tenaga, informasi, maupun dukungan moral.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban untuk segera melapor. Informasi sekecil apa pun dinilai dapat membantu mempercepat proses pencarian. Keterlibatan masyarakat luas menjadi kunci dalam situasi seperti ini.
Hingga saat ini, pencarian masih terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan. Tim gabungan tetap menyisir berbagai titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban. Meski waktu terus berjalan, semangat untuk menemukan Parmo tidak surut.
Keluarga dan warga sekitar terus menantikan kabar baik dari tim pencari. Harapan agar korban segera ditemukan menjadi doa bersama yang terus dipanjatkan. Dengan segala upaya yang telah dilakukan, pencarian akan terus dilanjutkan hingga ada kepastian mengenai nasib Parmo yang diduga hanyut di sungai.
