Kondisi gunungan sampah yang menutup jalan terlihat di Desa Karangmulya, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon. Di tengah upaya pemerintah mendorong lingkungan yang bersih dan sehat, tumpukan sampah justru ditemukan menggunung di kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas warga.
Gunungan sampah tersebut terlihat di Desa Karangmulya, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tumpukan sampah bahkan menutup sebagian akses jalan yang biasa digunakan warga maupun pengunjung pasar.
Kondisi tersebut terlihat pada Senin pagi. Sampah rumah tangga hingga material yang berasal dari aktivitas pasar menumpuk dengan ketinggian lebih dari tiga meter.
Tumpukan sampah yang dibiarkan selama sekitar empat bulan membuat volume sampah semakin bertambah. Sampah yang sebelumnya hanya berada di satu titik kini mulai melebar hingga mendekati akses jalan.
Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi merasa resah. Selain mengganggu akses jalan, tumpukan sampah juga menimbulkan bau tidak sedap yang cukup menyengat.
Banyaknya sampah yang mengendap juga menjadi tempat munculnya lalat dan belatung. Warga khawatir kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan lingkungan, terlebih lokasi penumpukan berada tidak jauh dari permukiman.
Jalan Warga Tertutup Gunungan Sampah
Gunungan sampah yang berada di Desa Karangmulya bukan hanya persoalan kebersihan lingkungan. Tumpukan tersebut juga mulai mengganggu mobilitas masyarakat.
Jalan yang biasanya digunakan warga untuk beraktivitas kini tidak lagi nyaman untuk dilalui. Sebagian warga bahkan memilih mencari jalan alternatif agar tidak harus melewati tumpukan sampah.
Bagi warga yang tetap menggunakan jalan tersebut, bau menyengat menjadi persoalan utama. Mereka terpaksa menutup hidung ketika melintas di sekitar lokasi.
Kondisi semakin tidak nyaman karena sampah yang menumpuk terdiri atas berbagai jenis. Selain sampah rumah tangga, terdapat pula material dari kawasan pasar yang ikut bercampur dan menambah volume tumpukan.
Warga mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan sebelumnya. Pengangkutan sampah disebut biasanya dilakukan secara lebih rutin sehingga tumpukan tidak sampai menggunung seperti sekarang.
Namun, selama sekitar empat bulan terakhir, warga mengaku pengangkutan tidak lagi dilakukan secara rutin.
“Dengan adanya sampah yang tidak diangkut sangat mengganggu sekali, terutama baunya yang tidak sedap. Kalau hujan, sampahnya ini sampai ke depan kosan dan banyak lalat juga. Sekitar empat bulanan belum diangkut. Biasanya tidak sebanyak ini dan sering diangkut,” ujar seorang warga bernama Lukman.
Menurut Lukman, persoalan sampah tersebut tidak hanya membuat warga merasa terganggu karena bau. Ketika hujan turun, sampah yang berada di sekitar lokasi juga ikut terbawa air dan mendekati permukiman.
Kondisi tersebut membuat warga semakin berharap adanya penanganan dari pemerintah daerah.
Bau Sampah Semakin Menyengat Saat Hujan
Masalah gunungan sampah di Desa Karangmulya semakin terasa ketika hujan mengguyur kawasan tersebut.
Tumpukan sampah yang mengendap membuat aliran air menjadi tidak lancar. Sampah yang berada di sekitar jalan dapat menghambat saluran air hingga menyebabkan munculnya genangan.
Air hujan yang bercampur dengan sampah juga membuat bau tidak sedap semakin kuat. Warga menyebut aroma tersebut bahkan dapat tercium hingga radius sekitar 200 meter.
Bau menyengat tersebut menjadi persoalan yang cukup mengganggu, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi. Aktivitas sehari-hari masyarakat pun ikut terdampak karena harus berhadapan dengan kondisi lingkungan yang tidak nyaman.
Selain bau, keberadaan lalat dan belatung juga menjadi perhatian. Serangga tersebut terlihat di sekitar tumpukan sampah dan dikhawatirkan dapat mengganggu kebersihan lingkungan permukiman.
Warga berharap kondisi tersebut tidak dibiarkan terlalu lama. Mereka meminta pemerintah segera mengangkut sampah sekaligus membersihkan lokasi agar tidak kembali menjadi titik penumpukan.
Warga Mengaku Sudah Sampaikan Keluhan
Persoalan gunungan sampah tersebut bukan pertama kali dikeluhkan warga. Masyarakat mengaku telah menyampaikan keluhan kepada Dinas Lingkungan Hidup.
Namun, hingga saat ini warga masih menunggu adanya tindakan nyata untuk mengatasi tumpukan sampah tersebut.
Warga berharap laporan yang disampaikan tidak hanya ditindaklanjuti dengan pengecekan, tetapi juga diikuti pengangkutan sampah secara menyeluruh.
Menurut warga, pengangkutan menjadi langkah paling mendesak karena volume sampah sudah terlalu banyak dan sebagian telah menutup akses jalan.
“Banyaknya sampah ini kondisi jadi tidak nyaman karena baunya ini sangat mengganggu dan banyak binatang seperti lalat dan belatung. Diangkut hanya empat bulan satu kali, biasanya sering diangkut,” ujar warga bernama Rahadi.
Rahadi berharap pengangkutan sampah dapat kembali dilakukan secara rutin. Dengan demikian, sampah tidak kembali menumpuk hingga menutup jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga Minta Pengangkutan Sampah Lebih Rutin
Warga menilai pengangkutan sampah secara rutin menjadi salah satu solusi penting untuk mencegah munculnya gunungan sampah di kawasan permukiman.
Jika sampah hanya diangkut dalam waktu yang tidak menentu, volume sampah akan terus bertambah. Apalagi jika lokasi tersebut berada dekat dengan pasar yang memiliki aktivitas perdagangan setiap hari.
Sampah rumah tangga dan sampah dari aktivitas pasar akan terus dihasilkan. Tanpa sistem pengangkutan yang teratur, penumpukan hampir tidak dapat dihindari.
Karena itu, warga meminta pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan ketika sampah sudah menggunung. Penanganan diharapkan dilakukan sejak awal agar tumpukan sampah tidak sampai mengganggu akses jalan.
Selain pengangkutan, warga juga berharap adanya pengawasan terhadap lokasi pembuangan sampah tersebut. Pengelolaan yang lebih teratur dinilai diperlukan agar sampah tidak kembali menutup jalan.
Ganggu Kenyamanan Permukiman
Keberadaan gunungan sampah di Desa Karangmulya juga berdampak terhadap kenyamanan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Bau yang muncul dari tumpukan sampah membuat masyarakat tidak leluasa melakukan aktivitas di sekitar rumah. Kondisi tersebut semakin terasa ketika cuaca panas maupun setelah hujan.
Ketika hujan turun, air yang bercampur dengan sampah menimbulkan aroma yang lebih kuat. Sementara ketika cuaca panas, bau dari sampah yang membusuk juga semakin menyengat.
Keberadaan lalat dan belatung turut menambah kekhawatiran masyarakat. Warga berharap persoalan tersebut segera diselesaikan sebelum berkembang menjadi masalah lingkungan yang lebih besar.
Terlebih, lokasi gunungan sampah berada di kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan akses masyarakat.
Akses Jalan Ikut Terdampak
Salah satu persoalan yang paling dirasakan warga adalah terganggunya akses jalan.
Tumpukan sampah yang semakin melebar membuat ruang jalan menjadi lebih sempit. Warga yang menggunakan kendaraan harus lebih berhati-hati ketika melintas.
Sebagian warga bahkan memilih memutar arah untuk menghindari lokasi tersebut. Kondisi ini tentu menambah jarak dan waktu perjalanan masyarakat.
Jika tidak segera ditangani, warga khawatir akses jalan akan semakin tertutup oleh sampah.
Karena itu, warga berharap pemerintah segera melakukan pengangkutan secara menyeluruh. Setelah sampah diangkut, lokasi tersebut juga perlu dibersihkan agar tidak meninggalkan sisa sampah dan bau.
Warga Berharap Segera Ada Penanganan
Masyarakat Desa Karangmulya berharap persoalan gunungan sampah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Warga tidak ingin kondisi tersebut terus berlangsung hingga berbulan-bulan. Selain mengganggu kenyamanan, sampah yang menumpuk juga berpotensi menimbulkan persoalan lain apabila tidak segera ditangani.
Pemerintah diharapkan dapat memastikan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin, terutama di lokasi yang berada dekat permukiman dan pasar.
Penanganan yang cepat juga dinilai dapat mengembalikan fungsi jalan yang selama ini terganggu akibat tumpukan sampah.
Warga berharap gunungan sampah setinggi lebih dari tiga meter tersebut segera diangkut dan lokasi dibersihkan.
Masyarakat juga berharap setelah dilakukan pembersihan, tidak kembali terjadi penumpukan sampah dalam waktu yang lama.
Dengan adanya pengangkutan secara rutin dan pengelolaan sampah yang lebih baik, lingkungan Desa Karangmulya diharapkan kembali bersih dan nyaman.
Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar masalah pemandangan yang tidak sedap. Gunungan sampah telah mengganggu akses jalan, menimbulkan bau menyengat, mengundang lalat dan belatung, serta membuat aktivitas masyarakat menjadi tidak nyaman.
Karena itu, warga meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan memastikan pengelolaan sampah di kawasan permukiman maupun sekitar pasar dapat berjalan secara berkelanjutan.
