freepik/laptop
Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Qualcomm, semakin serius menggarap pasar laptop kelas menengah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan menghadirkan perangkat berbasis Snapdragon X. Prosesor terbaru ini dirancang untuk laptop Windows dengan efisiensi daya optimal dan performa tinggi, menyaingi Apple Silicon, AMD, dan Intel di segmen laptop ultra-portabel. Rentang harga yang ditargetkan sekitar 600 dolar AS (Rp 9,8 jutaan), sesuai dengan tren pasar di kawasan ini.
Kedar Kondap, SVP & GM Compute and Gaming Qualcomm Technologies, Inc., menegaskan bahwa perusahaan akan mendorong mitra produsen laptop untuk meluncurkan lebih banyak perangkat berbasis Snapdragon X. Dengan CPU Oryon berkinerja tinggi dan NPU 45 TOPS untuk komputasi AI, Qualcomm optimistis dapat menghadirkan pengalaman generative AI terbaik. Kondap juga menyoroti bahwa laptop berbasis Snapdragon X mampu mempertahankan performa optimal meskipun tanpa terhubung ke charger, keunggulan yang tidak selalu dimiliki pesaingnya.
Salah satu laptop pertama yang mengadopsi chip ini adalah Asus Zenbook A14, yang sudah dirilis di Indonesia pada awal Februari 2025. Indonesia sendiri menjadi pasar penting bagi Qualcomm, karena pertumbuhan adopsi teknologi AI dan PC yang pesat. Bahkan, Qualcomm mengisyaratkan akan mengadakan acara besar di Indonesia dalam waktu dekat untuk memperkuat eksistensinya di pasar ini.
