Membahas soal bra sering kali membuat perempuan bingung sendiri: harus dipakai atau dilepas? Di satu sisi, bra membantu menopang payudara supaya tidak cepat kendur dan bahkan bisa memberi rasa percaya diri ketika ukurannya pas. Namun di sisi lain, bra juga bisa jadi “musuh dalam selimut”—mulai dari kawat yang menusuk kulit sampai ukuran yang salah sehingga membuat bentuk payudara tampak tidak alami.
Sebelum masuk ke perdebatan “tim bra” versus “tim no-bra”, penting memahami dulu apa yang sebenarnya menyusun payudara. Menurut Dr. Sabrina Ngaserin, ahli bedah payudara di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, payudara terdiri dari jaringan kelenjar (yang memproduksi ASI), jaringan ikat fibrosa (yang memberi struktur internal), lemak, serta saluran susu. Semua komponen ini disatukan oleh kulit dan Ligamen Cooper, yaitu jaringan fibrosa yang menahan payudara tetap terikat pada dinding dada.
Bra yang pas akan membantu menopang seluruh struktur ini agar tidak bekerja terlalu keras setiap hari. “Dukungan yang tepat dari bra dapat mengurangi ketegangan pada ligamen,” ujar Dr. Ngaserin. Profesor Madya Lim Geok Hoon dari Rumah Sakit Wanita dan Anak KK Singapura menambahkan bahwa bra dengan penyangga baik bisa mengurangi nyeri payudara sekaligus memperbaiki postur. Ia juga menegaskan bahwa ibu menyusui dan perempuan dengan payudara besar adalah kelompok yang paling membutuhkan dukungan bra.
Namun, jika bra terasa terlalu ketat atau tidak nyaman, ada pilihan lain. Dr. Ngaserin menjelaskan bahwa kamu bisa mencoba bra perekat yang ringan atau bahkan memilih tidak memakai bra sama sekali jika itu membuatmu lebih nyaman. “Pada akhirnya, memakai atau tidak memakai bra adalah keputusan personal. Tidak ada satu aturan baku yang cocok untuk semua perempuan, baik dari sisi fisik maupun emosional,” tegasnya.
Mitos: Bra Menyebabkan Kanker Payudara?
Salah satu mitos yang sering beredar adalah anggapan bahwa bra dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Dr. Ngaserin langsung membantah: penelitian populasi tidak menemukan hubungan tersebut. Mitos ini kemungkinan muncul dari asumsi keliru bahwa bra menghambat aliran limfatik sehingga racun menumpuk di tubuh. Namun secara ilmiah, tidak ada bukti bahwa ukuran bra, kawat bra, atau lama pemakaian berpengaruh pada risiko kanker payudara.
Perlukah Pakai Bra Saat Tidur?
Secara medis, tidur memakai maupun melepas bra tidak menimbulkan dampak signifikan bagi kesehatan. Jadi ini murni soal kenyamanan pribadi.
Namun saat berolahraga, ceritanya berbeda. Aktivitas fisik—terutama yang berdampak tinggi—dapat menarik ligamen payudara sehingga berpotensi mempercepat pengenduran, terutama bagi perempuan dengan payudara besar. Karena itu, pemakaian sports bra sangat dianjurkan.
Masalah Kebanyakan Perempuan: Bra yang Salah Ukuran
Menurut Dr. Ngaserin, lebih dari 80% perempuan mengenakan bra yang tidak sesuai ukuran. Banyak yang tidak menyadari bahwa tubuh terus berubah karena fluktuasi berat badan, hormon, kehamilan, hingga proses penuaan.
Bra yang tidak pas bukan hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga membawa dampak kesehatan jangka panjang. Profesor Lim menjelaskan bahwa tekanan dari bra yang terlalu ketat dapat memicu nyeri dada, nyeri bahu, punggung, serta iritasi kulit. Jika berlangsung bertahun-tahun, ini juga dapat memperparah pengenduran payudara.
Bra yang tepat justru membantu mengontrol gerakan payudara, memperbaiki postur, dan bahkan meningkatkan mood serta kepercayaan diri.
Mengapa Payudara Bisa Mengendur?
Payudara tidak memiliki otot, sehingga seluruh bentuk dan ketinggiannya bertumpu pada jaringan kelenjar, lemak, kulit, dan Ligamen Cooper. Seiring waktu, ukuran dan kondisi jaringan berubah:
-
penuaan mengurangi jaringan kelenjar,
-
ligamen meregang akibat gravitasi,
-
perubahan berat badan membuat payudara membesar dan mengecil berulang kali,
-
kehamilan dan menyusui memberi tekanan tambahan,
-
kebiasaan seperti merokok dan paparan matahari merusak kolagen, membuat kulit kehilangan elastisitas.
Bra tidak bisa menghentikan proses ini sepenuhnya, tapi bisa mengurangi tekanan sehari-hari yang mempercepat pengenduran.
