Ilustrasi Nordic Walking (Sumber Foto : iStock)
Buletinmedia.com – Jalan kaki menjadi salah satu olahraga yang paling mudah dilakukan. Tidak membutuhkan peralatan rumit, bisa dilakukan hampir di mana saja, dan intensitasnya dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Namun, bagi sebagian orang, jalan kaki biasa mungkin terasa kurang menantang.
Ada cara sederhana untuk membuat aktivitas berjalan kaki menjadi lebih aktif, yakni dengan mencoba Nordic walking.
Sekilas, Nordic walking mungkin terlihat seperti aktivitas trekking karena sama-sama menggunakan sepasang tongkat. Padahal, keduanya memiliki fungsi dan teknik yang berbeda.
Tongkat trekking biasanya digunakan untuk membantu seseorang melewati medan yang tidak rata, menjaga keseimbangan saat mendaki atau menuruni gunung, sekaligus membantu menopang tubuh. Sementara itu, tongkat Nordic walking memang dirancang sebagai bagian dari gerakan olahraga.
Tongkat tersebut digunakan secara aktif pada setiap langkah untuk mendorong tubuh ke depan. Gerakan tangan dan kaki dibuat berirama sehingga bukan hanya otot kaki yang bekerja, tetapi juga bagian tubuh atas.
Karena melibatkan lebih banyak kelompok otot, Nordic walking dapat membuat jalan kaki terasa seperti olahraga seluruh tubuh. Cleveland Clinic menyebut Nordic walking dapat mengaktifkan otot tubuh bagian atas dan bawah serta meningkatkan intensitas latihan dibandingkan jalan kaki biasa.
Olahraga ini juga menarik karena relatif sederhana. Seseorang tidak harus menjadi pendaki gunung atau memiliki pengalaman olahraga khusus untuk mencobanya.
Apa Itu Nordic Walking?
Nordic walking adalah olahraga jalan kaki menggunakan sepasang tongkat khusus yang dilakukan dengan teknik menyerupai gerakan ski lintas alam.
Olahraga ini awalnya berkembang sebagai metode latihan musim panas bagi atlet ski lintas alam. Karena tidak membutuhkan salju, gerakan menggunakan tongkat tersebut kemudian berkembang menjadi aktivitas olahraga tersendiri yang dapat dilakukan di berbagai permukaan.
Harvard Health menjelaskan bahwa Nordic walking awalnya digunakan sebagai latihan musim panas bagi pemain ski lintas alam sebelum kemudian berkembang sebagai olahraga yang dapat dilakukan masyarakat umum.
Berbeda dari jalan kaki biasa, Nordic walking membuat tangan ikut aktif dalam setiap langkah.
Ketika kaki kanan melangkah, misalnya, tangan kiri dapat bergerak ke depan dengan tongkat. Begitu pula sebaliknya.
Gerakan tersebut dilakukan secara bergantian dan terus berulang sehingga membentuk ritme alami.
Kunci utama Nordic walking bukan sekadar membawa tongkat sambil berjalan. Tongkat perlu digunakan untuk membantu mendorong tubuh ke depan.
Karena itu, teknik menjadi bagian penting dalam olahraga ini.
Beda Nordic Walking dengan Jalan Kaki Biasa
Pada jalan kaki biasa, sebagian besar aktivitas fisik dilakukan oleh tubuh bagian bawah.
Kaki, paha, betis, pinggul, dan otot inti bekerja untuk menjaga tubuh tetap bergerak dan seimbang.
Sementara itu, Nordic walking menambahkan gerakan aktif pada tangan, bahu, dada, punggung, dan lengan.
Harvard Health menyebut Nordic walking dapat melibatkan sekitar 80 hingga 90 persen otot tubuh, dibandingkan sekitar 50 persen pada jalan kaki biasa.
Perbedaan inilah yang membuat Nordic walking terasa lebih intens.
Bukan berarti seseorang harus berjalan dengan kecepatan tinggi. Bahkan dengan kecepatan yang relatif nyaman, penggunaan tongkat dapat membuat lebih banyak bagian tubuh ikut bekerja.
Bagi orang yang selama ini sudah rutin berjalan kaki tetapi ingin meningkatkan tantangan latihan tanpa langsung beralih ke olahraga dengan intensitas tinggi, Nordic walking dapat menjadi salah satu pilihan.
Tongkat Nordic Walking Berbeda dari Tongkat Trekking
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap semua tongkat jalan memiliki fungsi yang sama.
Padahal, tongkat Nordic walking dan tongkat trekking dirancang untuk kebutuhan berbeda.
Tongkat trekking lebih banyak digunakan sebagai alat bantu saat melewati medan berat. Pengguna biasanya menempatkan tongkat di depan tubuh untuk mendapatkan tumpuan ketika melewati jalan berbatu, tanjakan, turunan, atau medan yang licin.
Sementara itu, tongkat Nordic walking digunakan dengan posisi yang lebih miring ke belakang.
Tongkat tidak sekadar menjadi penyangga. Pengguna justru memanfaatkan tongkat untuk menghasilkan dorongan pada setiap langkah.
Cleveland Clinic menyarankan agar tongkat Nordic walking tidak ditancapkan jauh di depan tubuh seperti tongkat hiking. Tongkat ditempatkan di samping tubuh dan mengarah ke belakang sehingga dapat membantu gerakan mendorong ke depan.
Perbedaan teknik tersebut membuat penggunaan tongkat trekking untuk Nordic walking tidak selalu memberikan pengalaman yang sama.
Karena itu, jika memang ingin mencoba olahraga ini, sebaiknya menggunakan tongkat yang memang dirancang untuk Nordic walking.
Mengapa Nordic Walking Menarik untuk Dicoba?
Salah satu daya tarik Nordic walking adalah bentuk latihannya yang sederhana.
Seseorang tidak membutuhkan lapangan khusus.
Nordic walking bisa dilakukan di trotoar, taman, jalur pedestrian, area terbuka, hingga jalur dengan kontur yang sedikit bervariasi.
Harvard Health juga menyebut Nordic walking dapat dilakukan di permukaan datar maupun medan yang lebih bervariasi.
Bagi orang yang bosan dengan jalan kaki biasa, penggunaan tongkat dapat memberikan variasi baru.
Gerakan tangan yang lebih aktif juga membuat latihan terasa berbeda.
Selain itu, Nordic walking dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Pemula dapat memulai dengan jarak pendek dan kecepatan santai. Setelah tubuh mulai terbiasa, durasi maupun intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap.
Manfaat Nordic Walking bagi Tubuh
Nordic walking tidak hanya membuat aktivitas jalan kaki menjadi lebih aktif. Ada sejumlah manfaat yang dikaitkan dengan olahraga ini.
Berikut beberapa di antaranya.
- Membakar Kalori Lebih Banyak
Salah satu alasan Nordic walking semakin menarik adalah potensinya untuk meningkatkan pembakaran kalori dibandingkan jalan kaki biasa.
Ketika lebih banyak otot digunakan, kebutuhan energi tubuh selama aktivitas juga meningkat.
Cleveland Clinic menyebut berbagai penelitian memperkirakan Nordic walking dapat membakar sekitar 18 hingga 67 persen lebih banyak kalori dibandingkan jalan kaki biasa, tergantung metode dan intensitas yang digunakan.
Harvard Health juga mencatat berbagai penelitian yang menunjukkan peningkatan pembakaran kalori ketika seseorang menggunakan tongkat Nordic walking.
Namun, angka tersebut tidak berarti setiap orang pasti membakar kalori dalam jumlah yang sama.
Pembakaran energi dipengaruhi banyak faktor, termasuk berat badan, kecepatan berjalan, durasi, kondisi medan, dan intensitas gerakan.
Karena itu, Nordic walking sebaiknya tidak dipandang sebagai cara instan untuk menurunkan berat badan.
Olahraga tetap perlu dilakukan secara rutin dan disertai pola makan yang sesuai.
- Melibatkan Lebih Banyak Otot
Jalan kaki memang sudah melatih tubuh bagian bawah.
Namun, ketika tongkat digunakan dengan teknik yang benar, gerakan menjadi lebih kompleks.
Lengan ikut bergerak, bahu bekerja, otot punggung ikut aktif, dan otot inti membantu menjaga stabilitas tubuh.
Cleveland Clinic menyebut Nordic walking dapat melibatkan lebih dari 90 persen otot tubuh menurut sejumlah sumber, terutama karena penggunaan tongkat menambahkan kerja pada tubuh bagian atas.
Hal tersebut membuat Nordic walking terasa seperti latihan seluruh tubuh meskipun gerakannya tetap berupa jalan kaki.
- Membantu Menjaga Keseimbangan
Tongkat memberikan titik tumpu tambahan ketika seseorang berjalan.
Hal ini dapat membantu memberikan rasa lebih stabil, terutama bagi orang yang merasa kurang percaya diri ketika berjalan.
Keseimbangan menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia.
Cleveland Clinic menyebut tongkat Nordic walking dapat memberikan stabilitas tambahan dan membantu keseimbangan ketika berolahraga.
Namun, tongkat tetap bukan pengganti latihan keseimbangan.
Pengguna harus tetap memperhatikan kondisi jalur, posisi tubuh, serta teknik berjalan.
Jika berjalan di tempat ramai atau jalur yang banyak rintangan, kecepatan sebaiknya dikurangi.
- Mengurangi Beban pada Kaki
Salah satu kelebihan Nordic walking dibandingkan jalan kaki biasa adalah penggunaan tongkat dapat membantu mendistribusikan sebagian beban tubuh.
Setiap kali tongkat digunakan untuk mendorong tubuh, sebagian tekanan dapat dialihkan dari kaki.
Cleveland Clinic menyebut penggunaan tongkat dalam Nordic walking dapat mengurangi tekanan pada kaki dan membantu mengurangi beban kumulatif pada pergelangan kaki, lutut, serta pinggul.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan Nordic walking menarik bagi orang yang ingin melakukan aktivitas aerobik dengan dampak yang relatif rendah.
Meski demikian, istilah “ramah sendi” bukan berarti olahraga ini otomatis aman untuk semua orang dengan masalah sendi.
Jika seseorang mengalami nyeri berat, cedera, atau memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
- Membantu Meningkatkan Kebugaran Jantung
Nordic walking menggabungkan aktivitas jalan kaki dengan gerakan tubuh bagian atas.
Ketika intensitas latihan meningkat, jantung juga harus bekerja lebih aktif untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Harvard Health menyebut Nordic walking menggabungkan latihan kardiovaskular dengan aktivitas otot pada bahu, lengan, tubuh bagian tengah, dan kaki.
Bagi orang yang terbiasa berjalan kaki, menambahkan tongkat dapat menjadi cara untuk meningkatkan tantangan latihan tanpa harus langsung berlari.
Namun, penderita penyakit jantung sebaiknya tidak menentukan intensitas latihan sendiri.
Harvard Health menyarankan orang dengan penyakit jantung berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai Nordic walking.
- Membantu Meningkatkan Daya Tahan
Nordic walking dapat dilakukan dalam durasi yang cukup panjang dengan intensitas yang disesuaikan.
Jika dilakukan secara rutin, aktivitas ini dapat menjadi bagian dari rutinitas kebugaran.
Selain membantu melatih jantung dan paru-paru, gerakan yang melibatkan tubuh bagian atas membuat latihan terasa lebih menyeluruh.
Kebugaran tidak dibangun dalam satu atau dua kali latihan.
Konsistensi tetap menjadi faktor penting.
Lebih baik berjalan selama durasi yang realistis dan dilakukan secara rutin daripada memaksakan jarak jauh tetapi hanya dilakukan sesekali.
- Berpotensi Membantu Mengurangi Nyeri Kronis
Sejumlah penelitian yang dirangkum oleh sumber kesehatan besar mengaitkan Nordic walking dengan penurunan nyeri kronis pada kondisi tertentu.
Harvard Health mencatat Nordic walking dikaitkan dengan penurunan chronic pain dalam sejumlah penelitian.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti Nordic walking dapat menjadi pengobatan untuk semua jenis nyeri.
Nyeri memiliki banyak penyebab.
Jika rasa sakit muncul ketika berjalan, bertambah parah setelah berolahraga, atau disertai gejala lain, sebaiknya jangan memaksakan diri.
- Membantu Meningkatkan Kualitas Hidup
Olahraga rutin tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik.
Aktivitas berjalan di luar ruangan juga dapat menjadi kesempatan untuk mengurangi waktu duduk dan melakukan aktivitas yang lebih aktif.
Harvard Health mencatat Nordic walking dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan peningkatan kebugaran kardiovaskular, daya tahan, kekuatan otot, fleksibilitas, jarak berjalan, dan kualitas hidup.
Bagi sebagian orang, aktivitas ini juga dapat menjadi kegiatan sosial.
Nordic walking dapat dilakukan bersama teman, keluarga, atau kelompok olahraga.
Dengan begitu, olahraga tidak terasa seperti rutinitas yang membosankan.
Nordic Walking untuk Orang yang Lebih Tua
Nordic walking sering dikaitkan dengan orang dewasa yang lebih tua.
Alasannya cukup masuk akal.
Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot dan keseimbangan dapat mengalami perubahan.
Penggunaan tongkat dapat memberikan stabilitas tambahan ketika berjalan.
Namun, usia bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah seseorang cocok melakukan Nordic walking.
Orang dewasa muda juga dapat menjadikannya sebagai alternatif latihan.
Cleveland Clinic menyebut olahraga ini dapat menjadi pilihan bagi banyak orang, tetapi tidak disarankan bagi seseorang yang sedang dalam masa pemulihan cedera tubuh bagian atas karena penggunaan tongkat dapat memberikan tekanan pada pergelangan tangan, siku, dan bahu.
Jadi, yang terpenting bukan sekadar usia, melainkan kondisi fisik dan kemampuan masing-masing.
Cara Memulai Nordic Walking untuk Pemula
Jika tertarik mencoba Nordic walking, tidak perlu langsung mencari jalur panjang.
Mulailah dari tempat yang aman dan relatif datar.
Taman atau jalur pedestrian yang nyaman bisa menjadi pilihan.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan pemula.
- Pilih Tongkat yang Sesuai
Gunakan tongkat yang memang dirancang untuk Nordic walking.
Tongkat biasanya memiliki pegangan dan tali tangan khusus agar gerakan tangan dapat dilakukan dengan lebih leluasa.
Panjang tongkat juga perlu disesuaikan dengan tinggi badan.
Jika tongkat terlalu panjang atau terlalu pendek, gerakan bisa terasa tidak nyaman dan teknik berjalan menjadi kurang optimal.
- Berdiri dengan Postur Tegak
Sebelum mulai berjalan, pastikan posisi tubuh tegak.
Jangan membungkuk.
Bahu sebaiknya tetap rileks dan tidak diangkat.
Pandangan diarahkan ke depan, bukan terus-menerus melihat ke bawah.
Postur yang baik akan membantu membuat gerakan lebih natural.
- Mulai dengan Gerakan Kaki dan Tangan Bergantian
Cobalah berjalan secara perlahan.
Saat kaki kanan maju, tangan kiri bergerak ke depan.
Kemudian kaki kiri maju bersamaan dengan tangan kanan.
Gerakan tersebut menyerupai pola alami ketika seseorang berjalan.
Tidak perlu langsung menggunakan tenaga besar.
Biasakan terlebih dahulu dengan ritmenya.
- Arahkan Tongkat ke Belakang
Ini merupakan salah satu perbedaan penting antara Nordic walking dan trekking.
Tongkat tidak perlu ditancapkan jauh di depan.
Posisinya berada di samping tubuh dan mengarah ke belakang.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa tongkat Nordic walking digunakan untuk memberikan dorongan kecil pada tubuh ketika bergerak maju.
- Ayunkan Lengan Secara Natural
Jangan terlalu kaku.
Biarkan lengan bergerak mengikuti langkah kaki.
Setelah tubuh mulai terbiasa, ayunan tangan dapat dibuat sedikit lebih panjang untuk meningkatkan keterlibatan tubuh bagian atas.
- Jangan Menggenggam Tongkat Terlalu Kuat
Pegangan tongkat tidak perlu terlalu erat.
Terlalu kuat menggenggam tongkat justru dapat membuat tangan dan lengan cepat lelah.
Tali pada pegangan membantu menjaga tongkat tetap berada di tangan.
Cleveland Clinic juga menyarankan pengguna tidak menggenggam tongkat terlalu kuat ketika melakukan Nordic walking.
Berapa Lama Nordic Walking untuk Pemula?
Tidak ada durasi yang wajib diterapkan untuk semua orang.
Pemula dapat memulai dari durasi yang terasa nyaman.
Misalnya, berjalan selama 15 hingga 20 menit dengan intensitas ringan.
Jika tubuh sudah terbiasa, durasi dapat ditambah secara perlahan.
Harvard Health merekomendasikan pemanasan selama sekitar 10 menit dan pendinginan selama sekitar 10 menit sebagai bagian dari rutinitas Nordic walking.
Yang paling penting adalah tidak memaksakan tubuh.
Jika selama latihan muncul nyeri tajam, pusing, sesak napas yang tidak biasa, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan, segera hentikan aktivitas dan cari bantuan medis bila diperlukan.
Pilih Rute yang Aman
Untuk pemula, permukaan datar merupakan pilihan terbaik.
Trotoar yang rata, taman, atau jalur khusus pejalan kaki dapat digunakan.
Setelah kemampuan meningkat, rute bisa dibuat lebih bervariasi.
Misalnya jalur dengan sedikit tanjakan atau turunan.
Namun, medan yang semakin sulit juga membutuhkan kemampuan keseimbangan dan teknik yang lebih baik.
Jangan langsung menggunakan Nordic walking di jalur pegunungan yang terjal hanya karena melihat orang lain melakukannya.
Ingat, Nordic walking berbeda dengan trekking.
Jika tujuan utama adalah mendaki gunung dengan medan berat, perlengkapan dan teknik trekking tetap diperlukan.
Jangan Lupa Pemanasan
Pemanasan sering dianggap sepele karena jalan kaki terlihat sebagai aktivitas ringan.
Padahal, ketika Nordic walking dilakukan dengan teknik yang benar, tubuh bagian atas juga ikut bekerja.
Gerakan bahu, lengan, punggung, dan tubuh bagian tengah perlu dipersiapkan.
Pemanasan ringan selama beberapa menit dapat membantu tubuh beradaptasi sebelum memasuki intensitas latihan.
Setelah selesai, lakukan pendinginan dengan berjalan lebih pelan sebelum benar-benar berhenti.
Gunakan Sepatu yang Nyaman
Tongkat bukan satu-satunya perlengkapan yang perlu diperhatikan.
Sepatu juga memiliki peran penting.
Pilih sepatu yang nyaman, ukurannya sesuai, dan memiliki daya cengkeram yang baik.
Jika berjalan di permukaan licin atau jalur dengan sedikit kontur, sol sepatu yang memiliki grip baik akan membantu.
Tidak perlu menggunakan sepatu mahal.
Yang terpenting adalah nyaman digunakan dan sesuai dengan medan.
Jangan Lupa Minum
Meskipun hanya berjalan kaki, tubuh tetap mengeluarkan cairan melalui keringat.
Apalagi jika Nordic walking dilakukan di luar ruangan pada siang hari.
Harvard Health menyarankan menjaga asupan cairan sebelum maupun selama aktivitas, terutama jika durasi berjalan cukup panjang.
Bawa air minum jika rute yang dipilih cukup jauh atau tidak memiliki akses mudah ke tempat membeli minuman.
Siapa yang Sebaiknya Berhati-hati?
Nordic walking memang dapat dilakukan oleh banyak orang, tetapi bukan berarti semua orang dapat langsung berolahraga tanpa pertimbangan.
Orang yang memiliki penyakit jantung, sedang mengalami cedera, memiliki gangguan keseimbangan berat, atau mempunyai masalah pada bahu, siku, maupun pergelangan tangan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu.
Penggunaan tongkat membuat tubuh bagian atas ikut aktif.
Karena itu, orang yang sedang memulihkan cedera pada bagian tersebut mungkin perlu menghindari Nordic walking untuk sementara.
Begitu pula jika seseorang mengalami nyeri lutut atau pinggul.
Olahraga dengan dampak rendah memang sering menjadi pilihan untuk orang dengan masalah sendi, tetapi teknik, intensitas, dan kondisi masing-masing tetap harus diperhatikan. Harvard Health juga menekankan pentingnya memilih jenis olahraga yang sesuai ketika seseorang mengalami nyeri lutut atau pinggul.
Nordic Walking Bukan Sekadar Jalan Kaki dengan Tongkat
Kesalahan paling umum saat mencoba Nordic walking adalah hanya membawa tongkat tanpa menggunakannya secara aktif.
Jika tongkat hanya digenggam dan tidak digunakan untuk membantu gerakan, manfaat tambahan dari Nordic walking tidak akan maksimal.
Gerakan tangan, kaki, dan tubuh harus berjalan secara berirama.
Itulah yang membedakan Nordic walking dengan berjalan sambil membawa tongkat.
Olahraga ini sebenarnya cukup sederhana.
Setelah menemukan ritmenya, gerakan akan terasa lebih alami.
Bahkan, seseorang tidak perlu berjalan sangat cepat untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas tersebut.
Apakah Nordic Walking Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan?
Nordic walking dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi karena melibatkan lebih banyak otot dibandingkan jalan kaki biasa.
Namun, penurunan berat badan tetap dipengaruhi keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang digunakan tubuh.
Jadi, Nordic walking bukan solusi tunggal untuk menurunkan berat badan.
Akan lebih efektif jika olahraga dilakukan secara rutin dan diikuti pola makan yang sesuai.
Cleveland Clinic menyebut jalan kaki secara konsisten dapat membantu membakar kalori dan menjadi bagian dari program penurunan berat badan.
Jika tujuan utamanya menurunkan berat badan, durasi, frekuensi, intensitas, pola makan, kualitas tidur, dan aktivitas harian secara keseluruhan perlu diperhatikan.
Apakah Nordic Walking Lebih Baik daripada Jalan Kaki Biasa?
Tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua orang.
Jalan kaki biasa tetap merupakan olahraga yang sangat baik.
Jika seseorang nyaman berjalan tanpa tongkat dan dapat melakukannya secara rutin, tidak ada alasan untuk menganggap aktivitas tersebut kurang bermanfaat.
Nordic walking lebih tepat dilihat sebagai alternatif bagi mereka yang ingin meningkatkan keterlibatan tubuh bagian atas dan membuat jalan kaki terasa lebih intens.
Jadi, pilihan terbaik adalah olahraga yang dapat dilakukan secara konsisten dan sesuai kondisi tubuh.
Jika jalan kaki biasa membuat seseorang rutin bergerak setiap hari, aktivitas tersebut sudah sangat baik.
Jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda, Nordic walking bisa menjadi pilihan.
Nordic Walking Bisa Jadi Alternatif Olahraga Harian
Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat, olahraga terkadang sulit dilakukan karena dianggap membutuhkan waktu dan tempat khusus.
Nordic walking justru menawarkan pendekatan yang lebih sederhana.
Tidak perlu datang ke pusat kebugaran.
Tidak perlu menggunakan alat olahraga yang besar.
Cukup memiliki sepasang tongkat Nordic walking, sepatu yang nyaman, pakaian yang memungkinkan tangan bergerak bebas, serta rute yang aman.
Aktivitas tersebut kemudian dapat dimasukkan ke dalam rutinitas harian.
Misalnya berjalan pada pagi hari sebelum bekerja atau sore hari setelah menyelesaikan aktivitas.
Jika dilakukan bersama teman atau keluarga, kegiatan tersebut juga dapat menjadi aktivitas sosial.
Kesimpulan
Nordic walking merupakan olahraga jalan kaki menggunakan sepasang tongkat khusus yang dirancang untuk melibatkan tubuh bagian atas dan bawah secara bersamaan.
Olahraga ini berasal dari metode latihan musim panas bagi pemain ski lintas alam dan kemudian berkembang menjadi aktivitas kebugaran yang dapat dilakukan masyarakat umum.
Dibandingkan jalan kaki biasa, Nordic walking melibatkan lebih banyak kelompok otot karena tangan dan tubuh bagian atas ikut bergerak aktif.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan Nordic walking dengan pembakaran kalori yang lebih tinggi, peningkatan kebugaran, keseimbangan yang lebih baik, serta berkurangnya beban pada kaki.
Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada teknik, intensitas, durasi, dan kondisi tubuh masing-masing.
Jika ingin mencoba, mulailah secara perlahan.
Gunakan tongkat yang sesuai, pilih jalur yang aman, pertahankan postur tubuh, lakukan gerakan tangan dan kaki secara bergantian, serta jangan lupa melakukan pemanasan dan pendinginan.
Bagi orang dengan penyakit jantung, cedera, atau kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum memulai olahraga juga merupakan langkah yang bijak.
Pada akhirnya, olahraga yang baik bukan hanya olahraga yang terlihat menarik, tetapi olahraga yang bisa dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan.
Jika selama ini jalan kaki terasa monoton, Nordic walking bisa menjadi cara sederhana untuk membuat aktivitas tersebut lebih menantang sekaligus melibatkan lebih banyak bagian tubuh.
Sumber : www.cnnindonesia.com
