Mitos atau fakta mencabut uban akan membuat pertumbuhan uban semakin banyak. (Foto: Shutterstock/Andrey_Popov)
Buletinmedia.com – Kalimat “jangan cabut uban, nanti tumbuh makin banyak” sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Banyak orang mempercayai anggapan tersebut sejak lama, bahkan menjadikannya semacam nasihat turun-temurun yang dianggap benar tanpa perlu dipertanyakan lagi.
Saat menemukan satu helai uban di kepala, tidak sedikit orang langsung panik lalu mencabutnya. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa kebiasaan mencabut uban justru akan membuat rambut putih semakin banyak bermunculan.
Lalu, benarkah mencabut satu uban bisa memicu tumbuhnya uban lain di sekitar kepala? Ataukah hal tersebut hanya sekadar mitos?
Secara medis, anggapan bahwa mencabut uban dapat membuat uban bertambah banyak ternyata tidak benar. Para ahli menjelaskan bahwa setiap helai rambut tumbuh dari folikel yang berbeda sehingga satu uban yang dicabut tidak akan memengaruhi rambut lain di sekitarnya.
Meski begitu, kebiasaan mencabut uban tetap tidak dianjurkan karena bisa menimbulkan masalah lain pada kesehatan rambut dan kulit kepala.
Kenapa Rambut Bisa Beruban?
Uban muncul ketika folikel rambut berhenti memproduksi melanin, yaitu pigmen alami yang memberi warna hitam, cokelat, atau warna lain pada rambut manusia.
Semakin bertambah usia, produksi melanin dalam tubuh akan menurun secara alami. Akibatnya, rambut perlahan berubah warna menjadi abu-abu hingga putih.
Proses ini sebenarnya merupakan bagian normal dari penuaan tubuh manusia.
Menurut penjelasan dari American Academy of Dermatology, uban terjadi karena sel pigmen pada folikel rambut mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia.
Selain faktor usia, munculnya uban juga dipengaruhi beberapa faktor lain seperti:
- Genetik atau keturunan
- Stres berkepanjangan
- Pola hidup tidak sehat
- Kurang nutrisi tertentu
- Kebiasaan merokok
- Gangguan kesehatan tertentu
Karena itu, ada orang yang mulai beruban sejak usia muda, sementara sebagian lainnya baru mengalami uban saat usia lanjut.
Mitos Cabut Uban Bikin Tumbuh Lebih Banyak
Salah satu mitos paling populer soal rambut adalah anggapan bahwa mencabut satu uban akan membuat beberapa uban baru tumbuh di sekitarnya.
Padahal secara ilmiah hal itu tidak terjadi.
Setiap rambut tumbuh dari satu folikel yang terpisah. Satu folikel hanya mampu menghasilkan satu helai rambut. Artinya, saat satu uban dicabut, folikel lain di sekitarnya tidak akan ikut berubah menjadi uban.
Jadi, mencabut satu uban tidak akan “menulari” rambut lain di kepala.
Penjelasan serupa juga ditemukan dalam ulasan ilmiah di Journal of Investigative Dermatology yang menyebut bahwa proses beruban berkaitan dengan perubahan biologis di dalam folikel rambut, bukan karena efek rambut di sekitarnya dicabut.
Dengan kata lain, uban muncul karena faktor internal tubuh, bukan akibat kebiasaan mencabut rambut putih.
Kalau Uban Dicabut, Apakah Bisa Tumbuh Hitam Lagi?
Banyak orang berharap uban yang dicabut nantinya akan tumbuh kembali dengan warna hitam seperti semula. Sayangnya, harapan tersebut hampir tidak mungkin terjadi.
Jika uban dicabut, rambut yang tumbuh kembali dari folikel yang sama biasanya tetap berwarna putih atau abu-abu.
Hal ini terjadi karena sumber perubahan warna berada di dalam folikel rambut, bukan pada batang rambutnya.
Saat sel penghasil melanin berhenti bekerja, rambut yang tumbuh dari folikel tersebut akan tetap kehilangan warna alaminya.
Jadi, mencabut uban tidak akan mengembalikan pigmen rambut yang sudah hilang.
Risiko Terlalu Sering Mencabut Uban
Meski tidak menyebabkan uban bertambah banyak, kebiasaan mencabut rambut tetap memiliki risiko bagi kesehatan kulit kepala.
Tarikan berulang pada rambut dapat merusak folikel dan memicu gangguan tertentu.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menyebabkan:
- Iritasi Kulit Kepala
Mencabut rambut terlalu sering dapat membuat kulit kepala mengalami iritasi ringan hingga kemerahan.
Apalagi jika dilakukan menggunakan tangan yang kurang bersih, risiko infeksi juga bisa meningkat.
- Peradangan Folikel Rambut
Folikel rambut yang terus-menerus mendapat tarikan dapat mengalami peradangan atau folikulitis.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya rasa nyeri, bengkak kecil, atau kemerahan di area rambut.
- Rambut Menjadi Tipis
Jika satu area rambut sering dicabut berulang kali, pertumbuhan rambut di lokasi tersebut bisa terganggu.
Akibatnya rambut tampak lebih tipis dibanding bagian lain.
- Traction Alopecia
Risiko paling serius dari kebiasaan menarik rambut adalah traction alopecia, yaitu kerontokan rambut akibat tarikan terus-menerus.
Menurut jurnal dari JAMA Dermatology, traction alopecia terjadi karena tekanan atau tarikan berulang pada folikel rambut dalam waktu lama.
Jika berlangsung terus-menerus, kerusakan pada folikel dapat menjadi permanen sehingga rambut sulit tumbuh kembali.
Kenapa Uban Bisa Muncul di Usia Muda?
Meski identik dengan usia lanjut, uban ternyata juga bisa muncul pada anak muda.
Beberapa orang bahkan mulai menemukan uban pertama mereka saat usia 20-an.
Faktor genetik menjadi penyebab paling umum uban muncul lebih cepat. Jika orang tua mengalami uban dini, kemungkinan besar anak juga akan mengalaminya.
Selain faktor keturunan, gaya hidup juga berpengaruh terhadap kesehatan rambut.
Kurang tidur, stres berat, merokok, hingga pola makan buruk dapat mempercepat proses penuaan sel, termasuk pada rambut.
Kekurangan vitamin B12, zat besi, vitamin D, dan protein juga disebut dapat memicu munculnya uban lebih cepat.
Karena itu, menjaga pola hidup sehat sangat penting untuk membantu mempertahankan kesehatan rambut.
Cara Aman Menyiasati Uban
Bagi sebagian orang, munculnya uban bisa menurunkan rasa percaya diri. Namun dibanding terus mencabutnya, ada beberapa cara yang lebih aman untuk menyamarkan uban.
- Memotong Uban
Jika hanya ada satu atau dua helai uban, memotongnya dengan gunting kecil bisa menjadi pilihan yang lebih aman dibanding mencabutnya.
Cara ini mengurangi risiko kerusakan folikel rambut.
- Mewarnai Rambut
Pewarna rambut masih menjadi solusi paling populer untuk menutupi uban.
Saat ini tersedia banyak pilihan pewarna rambut, baik permanen maupun sementara.
Namun penggunaan cat rambut juga perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kesehatan rambut.
- Menggunakan Perawatan Rambut
Beberapa produk perawatan rambut membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan memperlambat kerusakan rambut.
Meski tidak bisa menghilangkan uban sepenuhnya, perawatan rutin dapat membuat rambut tetap sehat dan kuat.
- Menjaga Pola Hidup Sehat
Mengonsumsi makanan bergizi, cukup tidur, rutin olahraga, dan mengelola stres membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk rambut.
Uban Adalah Bagian Normal dari Proses Penuaan
Banyak orang menganggap uban sebagai tanda menurunnya penampilan. Padahal uban merupakan bagian alami dari proses biologis tubuh manusia.
Seiring bertambah usia, tubuh memang mengalami banyak perubahan, termasuk pada rambut.
Karena itu, munculnya uban sebenarnya bukan hal yang perlu terlalu dikhawatirkan.
Yang lebih penting adalah menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala agar tetap bersih dan sehat.
Jika uban muncul secara tiba-tiba dalam jumlah banyak atau disertai kerontokan parah, konsultasi dengan dokter kulit bisa menjadi langkah terbaik untuk mengetahui penyebabnya.
Jangan Lagi Percaya Mitos Cabut Uban
Mitos bahwa mencabut uban bisa membuat uban tumbuh lebih banyak ternyata tidak terbukti secara ilmiah.
Setiap rambut tumbuh dari folikel yang berbeda sehingga satu uban yang dicabut tidak memengaruhi rambut lain di sekitarnya.
Namun kebiasaan mencabut uban tetap tidak dianjurkan karena berisiko merusak folikel rambut, memicu iritasi, hingga menyebabkan kerontokan permanen.
Jika ingin menyamarkan uban, cara yang lebih aman adalah memotong atau mewarnai rambut.
Pada akhirnya, uban adalah bagian alami dari perjalanan hidup manusia. Daripada terlalu khawatir soal uban bertambah banyak, menjaga kesehatan rambut dan tubuh secara keseluruhan jauh lebih penting.
Sumber : www.cnnindonesia.com
