Video rekaman CCTV memperlihatkan aksi pencurian kotak amal di Mushola Al Ikhlas, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon (Tangkapan Layar)
CIREBON, Buletinmedia.com – Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kali ini, pelaku nekat menyamar sebagai jemaah yang hendak menunaikan salat sebelum akhirnya membobol kotak amal di Mushola Al Ikhlas, Kecamatan Klangenan. Seluruh aksi pelaku terekam jelas kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area dalam mushola.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setelah rekaman CCTV memperlihatkan dengan jelas bagaimana pelaku menjalankan aksinya hanya dalam waktu sekitar dua menit. Uang hasil sedekah jemaah yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 juta pun raib dibawa kabur.
Saat ini, Unit Reskrim Polsek Klangenan bersama Satreskrim Polresta Cirebon masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga berasal dari luar wilayah Cirebon.
Pelaku Datang Seolah Hendak Salat
Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pelaku datang seorang diri ke Mushola Al Ikhlas pada Selasa lalu. Penampilannya tidak menimbulkan kecurigaan karena ia tampak seperti jemaah pada umumnya yang hendak menunaikan ibadah salat.
Sesampainya di dalam mushola, pelaku terlihat memperhatikan kondisi sekitar. Ia memastikan situasi benar-benar sepi dan tidak ada orang yang mengawasi. Setelah merasa aman, pelaku mulai mendekati kotak amal yang berada di dalam area mushola.
Beberapa saat kemudian, pelaku mengeluarkan alat yang diduga telah dipersiapkan sebelumnya untuk membongkar kotak amal. Dengan gerakan yang tenang dan cepat, ia berhasil menjebol kotak tersebut.
Aksi pembobolan berlangsung sangat singkat. Dalam waktu sekitar dua menit, seluruh uang yang berada di dalam kotak amal berhasil dikuras. Pelaku kemudian memasukkan uang tersebut ke dalam kantong kresek sebelum meninggalkan lokasi tanpa menimbulkan kecurigaan.
Rekaman CCTV Menjadi Petunjuk Utama Polisi
Meski pelaku berhasil membawa kabur uang kotak amal, aksinya tidak luput dari pantauan kamera pengawas yang dipasang mengarah langsung ke area kotak amal.
Dalam rekaman tersebut, wajah pelaku terlihat cukup jelas sehingga menjadi salah satu barang bukti utama yang kini dianalisis penyidik. Polisi berharap rekaman CCTV tersebut dapat mempercepat proses identifikasi pelaku.
Selain memeriksa rekaman kamera pengawas, petugas juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pengurus mushola dan warga sekitar yang mengetahui kondisi lokasi sebelum maupun sesudah kejadian.
Penyidik juga melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya keterkaitan pelaku dengan kasus serupa yang pernah terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon maupun daerah lain.
Pembobolan Baru Disadari Sehari Kemudian
Aksi pencurian tersebut baru diketahui oleh pengurus mushola pada Rabu siang ketika hendak melakukan pengecekan terhadap kondisi kotak amal.
Saat diperiksa, kotak amal ditemukan dalam kondisi rusak. Setelah dicek lebih lanjut, seluruh uang sedekah yang tersimpan di dalamnya telah hilang.
Mengetahui kejadian tersebut, pengurus mushola langsung melaporkannya kepada Unit Reskrim Polsek Klangenan.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti sekaligus memeriksa kondisi kotak amal yang telah dibobol pelaku.
Kerugian Diperkirakan Mencapai Lebih dari Rp3 Juta
Akibat pencurian tersebut, pengurus mushola mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 juta.
Uang tersebut merupakan hasil sedekah para jemaah yang selama ini dikumpulkan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional mushola, mulai dari biaya listrik, perawatan bangunan, hingga kegiatan keagamaan.
Menurut pengurus, kotak amal biasanya dibuka setiap tiga bulan sekali sehingga jumlah uang yang tersimpan cukup besar.
Karena itu, hilangnya dana tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian secara materi, tetapi juga mengganggu rencana pembiayaan kegiatan dan operasional mushola.
Polisi Buru Pelaku
Kapolsek Klangenan, Iptu Diding, mengatakan pihaknya telah mengantongi rekaman CCTV yang memperlihatkan dengan jelas aksi pelaku.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku berjumlah satu orang dan identitasnya masih terus didalami oleh penyidik.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan dengan jelas pelaku. Saat ini pelaku berjumlah satu orang berdasarkan rekaman tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp3 juta. Biasanya pengurus mushola membuka kotak amal setiap tiga bulan sekali,” ujar Iptu Diding.
Polisi kini terus melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman CCTV secara lebih rinci. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Satreskrim Polresta Cirebon untuk memperluas pencarian terhadap pelaku.
Petugas tidak menutup kemungkinan bahwa pelaku merupakan spesialis pencurian kotak amal yang telah beberapa kali beraksi di berbagai daerah.
Pengurus Mushola Tingkatkan Keamanan
Pasca kejadian tersebut, pengurus Mushola Al Ikhlas langsung melakukan sejumlah langkah pengamanan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Salah satunya adalah menutup akses menuju area dalam mushola di luar jam ibadah serta meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan kotak amal.
Selain itu, pengurus juga berencana memperkuat sistem pengamanan, termasuk menambah titik pemasangan kamera CCTV dan mengganti model kotak amal dengan bahan yang lebih kuat agar tidak mudah dibobol.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi mengingat kasus pencurian kotak amal belakangan ini masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Diduga Pelaku Berasal dari Luar Cirebon
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pelaku bukan merupakan warga Kecamatan Klangenan maupun Kabupaten Cirebon.
Dugaan tersebut muncul setelah petugas melakukan penelusuran awal terhadap sejumlah informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian serta hasil analisis rekaman CCTV.
Meski demikian, polisi masih terus mendalami identitas pelaku dan belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai ciri-ciri maupun arah pelariannya.
Penyidik juga membuka kemungkinan adanya jaringan pelaku yang secara khusus menyasar tempat ibadah dengan memanfaatkan kondisi yang sepi.
Warga Diminta Tetap Waspada
Kepolisian mengimbau pengurus masjid dan mushola di Kabupaten Cirebon agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi pencurian kotak amal.
Pemasangan kamera pengawas di area strategis dinilai sangat membantu proses pengungkapan kasus karena mampu merekam aktivitas pelaku secara detail.
Selain itu, pengurus tempat ibadah juga disarankan untuk lebih rutin mengosongkan isi kotak amal agar jumlah uang yang tersimpan tidak terlalu banyak. Langkah tersebut dinilai dapat meminimalkan kerugian apabila terjadi tindak kriminal.
Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Klangenan masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Polisi berharap identitas pelaku segera terungkap sehingga dapat dilakukan penangkapan dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus maling kotak amal di Cirebon terekam CCTV ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tempat ibadah pun tidak luput dari sasaran pelaku kejahatan. Dengan meningkatkan sistem keamanan dan kewaspadaan bersama, diharapkan aksi serupa dapat dicegah sehingga dana sedekah yang dihimpun dari masyarakat tetap aman dan digunakan sesuai peruntukannya.
