Sumber Foto : Freepik
Kutu rambut pada anak bukanlah masalah kecil yang bisa diabaikan. Meski terlihat sepele karena hanya menimbulkan rasa gatal, kehadiran parasit kecil ini ternyata menyimpan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental anak, bahkan sampai memengaruhi performa akademik mereka di sekolah.
Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenni. Dalam penjelasannya kepada Kompas.com pada Minggu (6/4/2025), Prof. Wydya menegaskan bahwa gangguan kutu rambut bisa merembet ke berbagai aspek keseharian anak. Berikut ini tiga dampak besar yang ditimbulkan oleh kutu rambut:
1. Luka dan Risiko Infeksi di Kulit Kepala
Gatal yang ditimbulkan kutu rambut menyebabkan anak-anak refleks menggaruk kulit kepala secara terus-menerus. Namun, garukan yang terlalu intens atau dilakukan dengan kuku yang tidak bersih dapat menyebabkan luka terbuka di kulit kepala. Luka tersebut rentan terinfeksi oleh bakteri, apalagi jika kebersihan tidak dijaga. “Kalau ada kutu, otomatis anak akan merasa sangat gatal. Garukan itu bisa memicu luka, dan luka adalah pintu masuk infeksi,” ungkap Prof. Wydya.
2. Mengganggu Kualitas dan Durasi Tidur Anak
Rasa gatal yang tak kunjung reda juga dapat mengganggu waktu tidur anak. Saat malam tiba dan tubuh sedang beristirahat, rasa gatal bisa justru semakin terasa, membuat anak terus menggaruk kepala hingga sulit tertidur. “Gatal yang tak tertahankan bisa membuat anak susah tidur atau sering terbangun di malam hari, menyebabkan waktu istirahat terganggu,” tambah Prof. Wydya. Padahal, tidur yang cukup merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan, pemulihan tubuh, dan kesiapan anak dalam menjalani aktivitas belajar keesokan harinya.
3. Dampak Langsung pada Konsentrasi dan Prestasi Belajar
Gangguan tidur yang berulang akibat gatal di kepala akhirnya berdampak pada penurunan kemampuan konsentrasi anak di sekolah. Anak-anak yang kurang tidur cenderung mudah lelah, sulit fokus, dan menjadi tidak semangat dalam mengikuti pelajaran. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa anak usia 3–6 tahun idealnya membutuhkan 11–13 jam tidur per hari, sedangkan anak usia 6–12 tahun membutuhkan sekitar 10 jam tidur. Bila kebutuhan tidur ini tidak terpenuhi, maka potensi gangguan dalam proses belajar pun meningkat. “Kurang tidur karena gatal membuat anak susah konsentrasi, dan ini tentu memengaruhi prestasi akademiknya,” ujar Prof. Wydya.
