ilustrasi kecelakaan sumber : freepik
Niat suci Muhammad Aqib, pemuda berusia 27 tahun asal Tuban, untuk menunaikan ibadah umrah justru berakhir dengan tragedi memilukan. Dalam perjalanan menuju Bandara untuk berangkat ke tanah suci, Aqib dan enam anggota keluarganya tewas dalam kecelakaan tragis yang terjadi di Jalan Raya Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Selasa pagi, 10 April 2025.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat mobil Isuzu Panther dengan pelat nomor DK 1157 FCL yang mereka tumpangi bertabrakan hebat dengan sebuah bus pariwisata Rajawali Indah. Bus tersebut diketahui tengah melaju dari arah berlawanan sambil mengangkut sekitar 15 penumpang. Benturan keras tidak hanya mengakibatkan rusaknya kendaraan, namun juga merenggut nyawa seluruh penumpang mobil yang terdiri dari tujuh orang, termasuk Muhammad Aqib sendiri.
Keenam anggota keluarga yang turut mengantar Aqib ke bandara berasal dari Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Yang membuat peristiwa ini semakin menyayat hati, di antara korban terdapat seorang balita berusia tiga tahun bernama M Al Fatih, yang merupakan cucu dari salah satu korban lainnya.
Menurut keterangan warga dan pihak berwenang, rombongan keluarga berangkat usai salat subuh dengan semangat dan sukacita mengantarkan Aqib menuju ibadah umrah. Namun takdir berkata lain. Empat korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat, sementara tiga lainnya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ibnu Sina, Gresik.
Kecelakaan ini tak hanya menggemparkan warga sekitar, namun juga menjadi pengingat betapa rapuhnya perjalanan hidup manusia. Niat mulia yang dibalut kehangatan keluarga justru berujung pada duka mendalam bagi banyak pihak. Pihak kepolisian kini masih mendalami penyebab pasti dari kecelakaan tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor kelalaian pengemudi atau kondisi kendaraan.
Peristiwa ini mengundang simpati dari berbagai kalangan dan menjadi refleksi akan pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan, terlebih dalam momentum sakral seperti ibadah umrah.
